web analytics
  

Dispusip: Indeks Membaca Warga Kota Bandung Cukup Tinggi

Kamis, 3 Desember 2020 13:43 WIB Fira Nursyabani
Bandung Raya - Bandung, Dispusip: Indeks Membaca Warga Kota Bandung Cukup Tinggi, Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kota Bandung,Wali Kota Bandung Oded M. Danial,Pokja Literasi Kota Bandung,indeks membaca Kota Bandung

Wali Kota Bandung Oded M. Danial dan istrinya, Siti Muntamah, saat mengukuhkan pengurus Pokja Literasi Kota Bandung Periode tahun 2019-2024 di Kantor Dispusip)Kota Bandung, Jalan Seram, Kamis (3/12/2020).  (dok. Humas Setda Kota Bandung)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kota Bandung pada Maret-April 2020, indeks membaca warga Kota bandung berada di angka 74,76. Hasil ini termasuk dalam kategori cukup, dengan rentang penilaian 50-75.

"Ketika dunia diguncang hoaks, masyarakat mengisi waktunya dengan lebih banyak membaca, bisa kita arahkan ke hal positif. Karena dari hoaks ini berbahaya," ucap Wali Kota Bandung Oded M. Danial, dalam keterangan resmi yang diterima Ayobandung.com, Kamis (3/12/2020).

Sebagai dukungan terhadap minat baca ini, Oded berharap Kelompok Kerja (Pokja) Literasi Kota Bandung merancang program untuk mendongkrak minat baca masyarakat. Pokja Literasi juga bisa merancang beragam strategi untuk pemberdayaan perpustakaan. 

Dengan demikian, keberadaan perpustakaan mampu memiliki daya tarik seperti halnya destinasi wisata. Tujuannya membangun pondasi budaya baca sejak dini mulai dari usia anak-anak.

"Mudah mudahan bisa melahirkan program untuk meningkatkan literasi di kota bandung. Khususnya buat anak-anak kita untuk selalu gemar membaca," ujarnya.

Di samping itu, Oded berharap, minat baca juga tumbuh di kalangan orang dewasa. Apalagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sudah memfasilitasi dengan layanan terbaik di perpustakaan yang berada di Kantor Dispusip.

Oded menyatakan budaya baca ini penting dalam rangka peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) unggul sesuai dengan visinya. 

Untuk menggali potensi di sektor ekonomi, buku yang banyak dihadirkan bertemakan bisnis ataupun pemberdayaan.

"Alhamdulillah di sini ada perpustakaan sangat luar biasa. Bukan hanya buku anak-anak tapi buat orang tua ini banyak buku bacaan cara pintar ternak lele, ternak ayam," ungkapnya.

Oded mengungkapkan bahwa sudah menjadi kewajiban semua pihak untuk terus mendorong agar budaya baca masyarakat terus meningkat. 

"Selain pendidikan formal, ada sebuah pendidikan non formal yang sesungguhnya sangat sederhana dan mudah yaitu dengan cara gemar membaca. Bahkan dalam pelaksanaan pendidikan formal membaca adalah suatu keniscayaan," katanya.

Oded turut mengukuhkan pengurus Pokja Literasi Kota Bandung Periode tahun 2019-2024 di Kantor Dispusip)Kota Bandung, Jalan Seram, Kamis (3/12/2020). 

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers