web analytics
  

Kasus Penganiayaan Polisi, 6 Simpatisan KAMI Jadi Tersangka

Kamis, 3 Desember 2020 13:36 WIB Fichri Hakiim
Bandung Raya - Bandung, Kasus Penganiayaan Polisi, 6 Simpatisan KAMI Jadi Tersangka, Penganiayaan polisi Bandung,Unjuk rasa Bandung ricuh,Anggota KAMI tersangka,Polda Jawa Barat

Dirreskrimum Polda Jabar Kombes Pol Chuzaini Patoppoi (tengah) di Polda Jabar, Senin (30/11/2020).  (Ayobandung.com/Fichri Hakiim)

GEDEBAGE, AYOBANDUNG.COM -- Polda Jabar telah menetapkan 6 tersangka terkait kasus penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan terhadap polisi berpangkat Brigadir berinisial A di Jalan Sultan Agung, Kota Bandung. Kini, berkas penyidikan kasus tersebut sudah lengkap atau P21.

"Kami telah melakukan penangkapan dan penahanan terhadap para tersangka. Kemudian, berkas dinyatakan lengkap atau P21 oleh kejaksaan tinggi Jabar," ujarnya di Polda Jabar, Kamis (3/12/2020).

Dirreskrimum Polda Jabar, Kombes Pol Chuzaini Patoppoi, mengatakan 6 tersangka tersebut berinisial DR, DH, CH, UJ, MY dan IR. Keenamnya adalah simpatisan KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) Jabar. 

"Hasil koordinasi dengan Jaksa penuntut umum, penyidik akan melimpahkan tersangka beserta barang bukti pada Senin (7/12/2020), guna dilanjutkan ke pengadilan," jelas Patoppoi. 

DR, DH, CH, UJ, MY dan IR dijerat Pasal 170 KUHP dengan ancaman pidana di atas lima tahun.

Diberitakan sebelumnya, Polda Jabar mengamankan beberapa oknum massa terkait unjuk rasa penolakan omnibus law yang berujung ricuh di Gedung DPRD Provinsi Jabar dan Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (8/10/2020) lalu.

Usai kericuhan tersebut, sejumlah oknum massa dituding melakukan penyekapan dan penganiayaan terhadap petugas kepolisian dengan pangkat Brigadir berinisial A.

Patoppoi, menjelaskan penyelidikan terus dilakukan guna mengungkap pelaku lain.

"Sementara masih tiga orang yang ditahan, mungkin akan ada pengembangan lain nanti. Masih kita upayakan untuk pengungkapan, itu merupakan posko relawan di mana pada saat itu di posko disiapkan untuk mendukung logistik dan kesehatan terhadap pelaku unjuk rasa," ujarnya di Polda Jabar, Senin (12/10/2020).

"Begitu anggota melakukan pengecekan ke dalam posko, di posko tersebut terjadilah penganiayaan terhadap anggota kita. Untuk terkait anggota yang dianiaya di Polrestabes masih penyelidikan. Jadi anggota yang dilakukan penganiayaan ada di Karawang, Polrestabes, dan Sultan Agung Bandung," jelas Patoppoi.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers