web analytics
  

Pandemi, SDN Mulyodadi Bikin Buku Antologi Puisi

Kamis, 3 Desember 2020 13:37 WIB Netizen Yupiter Sulifan
Netizen, Pandemi, SDN Mulyodadi Bikin Buku Antologi Puisi, antologi puisi,kreatif,Pandemi Covid-19

Warga SDN Mulyodadi Wonoayu Sidoarjo bangga dengan buku antologi puisinya. (Insiyah)

Yupiter Sulifan

Guru BK SMA Negeri 1 Taman Sidoarjo

Ikatlah ilmu dengan tulisan, seorang pembelajar tak akan berhenti membaca. Membaca adalah pekerjaan yang sangat mudah namun susah untuk dikerjakan. Kebiasaanlah yang akan mempermudah kegiatan membaca, dengan membaca akan tahu banyak hal.

AYOBANDUNG.COM -- Pandemi, bukan berarti pupus semua kreativitas dan inovasi. Pandemi justru harus jadi motivasi untuk berkarya lebih baik. Seperti yang dilakukan warga SDN Mulyodadi Wonoayu Sidoarjo, selama pandemi malah menghasilkan satu karya yakni buku kumpulan puisi.

Pada 17 Maret 2020 menandai awal lockdown dari semua kegiatan yang bersifat kerumunan massa. Sekolah, bekerja bahkan beribadah semua di rumah semua karena pandemi Covid-19 melanda dunia, Indonesia tak luput dari sentuhan virus yang merebak.

Dua minggu pertama lockdown mereka masih merasa bahagia seakan libur panjang. Menginjak minggu ketiga kebosanan melanda timbullah kangen, guru kangen mengajar, mendidik siswanya, celoteh lucunya; siswa kangen dengan gurunya, nasehatnya, berbagi pengetahuan, diskusi. Sekolah mulai sepi sunyi senyap. Ditempat lain juga demikian adanya, sunyi senyap bagai tiada kehidupan. Betapa hebat Covid-19 menyayat hati, merampas kebebasan semua orang.

April 2020 momentum awal melangkah meninggalkan kesunyian dengan tetap belajar dan berkarya, sebuah ide untuk mengabadikan masa pandemi dalam sebuah tulisan. “Buku karya antologi puisi berjudul Bumi Merefresh Diri terbentuk dari kerinduan, kegalauan, kesedihan bahkan kemarahan yang merayap di relung hati setiap guru,orang tua, komite bahkan seluruh siswa SDN Mulyodadi, dan kami yakin semuanya merasakan hal yang sama,” ujar Insiyah, S.Pd., kepala SDN Mulyodadi Wonoayu Sidoarjo.

Berbekal dari perasaan yang sama tercetuslah ide menulis kumpulan puisi tentang peristiwa yang terjadi. “Sebagai penanda bahwa kita pernah hidup di jaman seperti ini atau bisa disebut historiografis. Karya mereka akan selalu terkenang dan abadi,” kata Insiyah.

Selama enam bulan karya dari seluruh guru, duta baca, komite bahkan paguyuban dari SDN Mulyodadi terbentuk, dengan dukungan dari kepala desa Mulyodadi, ketua Korwil Wonoayu, ketua K3S dan ketua komite semua terlaksana dengan baik.

Tepat tanggal 29 September lauching perdana karya warga SDN Mulyodadi, di-lauching dengan menggunakan media zoom. Yang di-lauching oleh Drs Solikin selaku pengawas SD Korwil Wonoayu. Acara yang sederhana namun khidmad dihadiri seluruh kepala SDN se kecamatan Wonoayu, komite sekolah, paguyuban serta seluruh duta baca SDN Mulyodadi.

Lauching buku perdana ini menandai momentum awal geliat literasi di masa pandemi.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Kenapa Gedung Kongres Mudah Digeruduk?

Netizen Senin, 25 Januari 2021 | 18:25 WIB

Bila dilihat dari puncak monumen George Washington, gedung Kongres  lebih megah dibanding tiga icon di kawasan inti Wash...

Netizen, Kenapa Gedung Kongres Mudah Digeruduk?, gedung kongres amerika,Donald Trump,senator as,dpr,senat

Bonus Demografi di Tengah Pandemi

Netizen Senin, 25 Januari 2021 | 12:05 WIB

Di tengah maraknya pandemi COVID-19, Indonesia saat ini ternyata sedang mengalami era “Bonus Demografi”.

Netizen, Bonus Demografi di Tengah Pandemi, Sensus Penduduk 2020,Bonus Demografi,Pandemi Covid-19,penduduk usia produktif

Siapa Peduli Angkot?

Netizen Senin, 25 Januari 2021 | 11:35 WIB

Tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan angkot saat ini sudah tergeser oleh keberadaan ojek online.

Netizen, Siapa Peduli Angkot?, Angkot,Sopir Angkot,fungsi angkot,Ojek Online (Ojol),angkot terdesak ojek online

Pesona Nepal van Java Majalengka: Feature Ecomuseum “Kampung Cibuluh”

Netizen Senin, 25 Januari 2021 | 11:08 WIB

Desain rumah yang tersusun secara teratur serta pemandangan hijau yang disajikan menjadikan kampung ini sebagai Nepal-ny...

Netizen, Pesona Nepal van Java Majalengka: Feature Ecomuseum “Kampung Cibuluh”, Kampung Cibuluh Majalengka,Pesona wisata kampung Cibuluh Majalengka,Kampung Cibulung mirip suasana Nepal,Kampung Cibuluh di kaki Gunung Ciremai,Potensi wisata Kampung Cibuluh

Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi COVID-19

Netizen Senin, 25 Januari 2021 | 10:06 WIB

Mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan menjadi isu dan agenda prioritas dalam berbagai pertemuan yang diselenggarakan...

Netizen, Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi COVID-19, Ketahanan Pangan,ketahanan pangan di masa pandemi,isu ketahanan pangan,jaminan ketersedian pangan

Relevansi Penerapan Merdeka Belajar terhadap Pandemi Covid-19

Netizen Minggu, 24 Januari 2021 | 19:07 WIB

Akankah adanya kebijakan merdeka belajar--kampus merdeka relevan untuk diterapkan pada pendidikan tinggi teknik, khususn...

Netizen, Relevansi Penerapan Merdeka Belajar terhadap Pandemi Covid-19, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim,Merdeka Belajar,Pandemi Covid-19,pendidikan di masa pandemi covid 19,kebijakan merdeka belajar

Oleh-Oleh Tak Sekadar Barang Bawaan

Netizen Minggu, 24 Januari 2021 | 18:07 WIB

Oleh-oleh itu sendiri sebenarnya menunjukkan kekhasan daerah wisata yang sudah kita kunjungi pada kesempatan itu.

Netizen, Oleh-Oleh Tak Sekadar Barang Bawaan, oleh-oleh Bandung,Pedagang Oleh-oleh,Cemilan buat Oleh-oleh

Jalan Suryani, Pasar Loak Baru Segala Ada

Netizen Minggu, 24 Januari 2021 | 17:15 WIB

Kota Bandung dikenal dengan pasar loak Astanaanyar dan Cihapitnya, tapi dalam beberapa taun terakhir tepatnya empat taun...

Netizen, Jalan Suryani, Pasar Loak Baru Segala Ada, pasar loak Bandung,Pasar Loak Astana Anyar,Pasar loak Cilaki,pasar loak jalan suryani,pasar loak,Bandung Baheula

artikel terkait

dewanpers