web analytics
  

Aniaya Warga, Berandalan Motor Ditangkap Polresta Cirebon

Kamis, 3 Desember 2020 11:44 WIB Erika Lia
Umum - Regional, Aniaya Warga, Berandalan Motor Ditangkap Polresta Cirebon, Kriminal Cirebon,Berandalan Cirebon,Penganiayaan geng motor,Berita Cirebon

Dua berandalan motor ditangkap Polresta Cirebon, Kamis (3/12/2020). (Ayocirebon.com/Erika Lia)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM -- Sedikitnya 2 orang yang terkait berandalan bermotor diamankan petugas Polresta Cirebon setelah diduga menganiaya warga.

Selain senjata tajam (sajam), tersangka mengancam korban dengan airsoft gun. Mereka masing-masing berinisial YN dan SK.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol M. Syahduddi mengungkapkan, keduanya merupakan tersangka penganiayaan 3 warga di Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, pada 8 Oktober lalu.

"Mereka diduga merupakan anggota berandalan bermotor," ungkapnya, Kamis (3/12/2020) seperti dilaporkan Ayocirebon.com.

Dia membeberkan, peristiwa berawal kala berandalan bermotor konvoi dari arah Palimanan menuju Ciwaringin seraya mengacungkan sajam.

Tak hanya mengacungkan sajam, mereka pun melempari batu ke arah korban yang kebetulan berada di seberang jalan.

"Tersangka lalu menembak korban lainnya dengan airsoft gun," ujarnya.

Para korban lantas melaporkan kejadian tersebut. Polisi pun berhasil melacak dan membekuk 2 tersangka.

Selain mereka, petugas juga mengamankan 2 tersangka pada kasus penganiayaan lain di Desa Cipeujeuh Wetan, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, pada 21 Oktober lalu.

"Inisialnya AH dan RW, yang kami amankan setelah menuduh korban telah mencuri handphone," katanya.

Tuduhan itu berujung pada aksi kekerasan ketika para tersangka memukuli korban agar mengaku. Padahal, korban sudah menyanggah tuduhan itu.

Dari ke-4 tersangka penganiaya, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain sepeda motor, peluru airsoft gun, handphone, bendera berandalan bermotor Moonraker, dan lainnya.

"Para tersangka dijerat Pasal 170 KUHP dan diancam hukuman maksimal 5 tahun 6 bulan penjara," tandasnya.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers