web analytics
  

Anak Binaan LPKA Bandung Dibantu Lalui Masa Transisi ke Luar Penjara

Kamis, 3 Desember 2020 05:46 WIB Fira Nursyabani
Bandung Raya - Bandung, Anak Binaan LPKA Bandung Dibantu Lalui Masa Transisi ke Luar Penjara, Free and Safe Indonesia Foundation,Yayasan Bebas Selamat Indonesia,Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung,Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA),Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana

Sejumlah penghuni lapas mengikuti perayaan Hari Anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung, Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung, Kamis (23/7/2020). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Free and Safe Indonesia Foundation (Yayasan Bebas Selamat Indonesia) membantu anak binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Bandung agar dapat menyesuaikan diri kembali dengan kehidupan di luar LPKA.

Yayasan Bebas Selamat Indonesia didirikan oleh Jorge dan Caron Marquez pada Juni 2018. Yayasan ini membantu orang dewasa muda yang telah bebas dari penjara, dengan membangun rumah transisi. 

Hal itu agar anak-anak mendapatkan bantuan dan sumber daya yang diperlukan untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan di luar penjara.

Selain itu, Yayasan ini membantu mereka menemukan pekerjaan dan menyelesaikan studi mereka. 

Anak-anak pun dapat belajar nilai-nilai kehidupan positif dan berpartisipasi dalam kelas keterampilan hidup. Salah satunya dengan olahraga, yakni futsal dan voli.

Pendiri Yayasan Bebas Selamat Indonesia, Jorge Marquez, mengatakan yayasannya bertujuan ingin membantu para anak-anak binaan agar dapat melakukan proses transisi dari dalam ke luar penjara.

"Kami membuat rumah transisi sebagai ruang untuk mereka belajar, seperti bahasa Inggris dan komputer. Dan pendidikan mereka pun kami tuntut agar bisa lulus SMA/SMK. Di dalam LPKA kami membantu motivasi mereka dengan olahraga," katanya, dalam keterangan resmi yang diterima Ayobandung.com.

Pendiri Yayasan Bebas Selamat Indonesia, Jorge Marquez, saat bertemu Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana, Rabu (2/12/2020). (dok. Humas Setda Kota Bandung)

Yayasan Bebas dan Selamat Indonesia memiliki rencana membuat turnamen futsal yang diikuti oleh anak-anak binaan dan siswa sekolah. Lewat turnamen itu mereka bisa saling membagikan pengalaman agar menjadi motivasi dan meningkatkan kesadaran.

"Mungkin karena sekarang masih pandemi Covid-19 jadi agak susah melaksanakannya. Keinginan kami agar anak-anak yang di luar penjara memiliki kesadaran agar tidak melakukan sesuatu yang bisa membuatnya masuk penjara, dan yang dari dalam memiliki motivasi bisa berbaur kembali di luar," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung Eddy Marwoto menilai kegiatan yang dilakukan Yayasan Bebas Selamat Indonesia juga ada kaitan dengan Dispora, sehingga ke depan ada beberapa hal yang bisa disinergikan.

"Kita ada pembinaan-pembinaan yang masuk kategori pemuda. Ada semacam pelatihan, pembinaan, penyuluhan atau edukasi yang sifatnya menciptakan para pemuda memiliki skill, smart, dan mandiri," katanya.

"Dari faktor infrastruktur, ada juga beberapa sarana olahraga yang bisa disinergikan. Kita pun pernah bekerja sama dengan LPKA dalam Liga Pendidikan Indonesia yang diikuti anak-anak binaan juga. Tinggal nanti dengan jaringan yang ada, mana-mana saja yang bisa dikerjasamakan," lanjutnya.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung selalu berusaha mengembangkan potensi yang dimiliki warganya. Namun Pemkot Bandung sangat membutuhkan kontribusi dari masyarakat untuk mengembangkannya.

Oleh karenanya, Yana sangat mengapresiasi jika ada lembaga atau organisasi yang mau membantu mengembangkan potensi warga Kota Bandung. Termasuk kepada anak binaan LPKA Bandung. 

"Tinggal mungkin dari Yayasan bisa membimbing dan kami dari Pemkot juga bisa membantu baik dengan pelatihan, penyuluhan dari Dinas terkait dengan memanfaatkan potensi yang ada," kata Yana.

Menurut Yana, salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu melalui olahraga. Voli dan futsal merupakan bahasa yang universal.

Para anak-anak binaan pun bisa juga melakukannya bersama-sama dengan orang-orang yang berbeda latar belakangnya.

"Harapannya orang-orang yang pernah di dalam itu kan ada yang minder, jadi memang harus bertransisi. Mudah-mudahan di olahraga mereka bisa menemukan jalan terbaik untuk masa depannya," katanya.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers