web analytics
  

Soal Acara Habib Rizieq, Bupati Bogor Diperiksa Polda Jabar Selasa Depan

Rabu, 2 Desember 2020 22:18 WIB
Umum - Regional, Soal Acara Habib Rizieq, Bupati Bogor Diperiksa Polda Jabar Selasa Depan, Bupati Bogor Ade Yasin,Habib Rizieq,Polda Jabar

Bupati Bogor Ade Yasin. (Husnul Khatimah)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Bupati Bogor Ade Yasin mengaku akan menjalani pemeriksaan di Polda Jawa Barat, terkait kerumunan pada acara Habib Rizieq Shihab di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jumat (13/11/2020) lalu.

Rencananya Ade Yasin akan diperiksa Polda Jabar pada, Selasa (8/12/2020).

Pemeriksaan ini untuk meminta klarifikasi terkait kerumunan massa pada acara Habib Rizieq di Megamendung Bogor.

"Kemungkinan sih kata Pak Sekda tadi, hari Selasa (8/12/2020) akan dipanggil, dan mungkin hanya ditanya klarifikasi saja," katanya kepada wartawan ditemui di acara Rapimwil PPP Jawa Barat di Pullman Hotel Ciawi, Kabupaten Bogor, Rabu (2/11/2020).

Pemeriksaan ini merupakan penjadwalan ulang. Sedianya Bupati Bogor Ade Yasin diperiksa pada, Jumat (20/11/2020) lalu.

Namun pemeriksaan itu batal setelah Bupati Bogor Ade Yasin positif Covid-19.

"Saya kan sudah dipanggil minggu kemarin, tapi kan saya sedang sakit, sekarang juga baru mulai aktif lagi karena sudah dinyatakan negatif dan menjalani isolasi," ucapnya.

Politisi PPP ini mengaku tidak bisa berbuat apa-apa saat adanya kerumunan massa tersebut.

Pihaknya juga hanya bisa bertindak untuk melakukan kondusivitas saja.

"Kita hanya bertindak dalam mengamankan. Kita nggak bisa bertindak kan waktu itu, yang penting waktu itu tidak kacau saja. Tapi kita lebih pentingkan kepada kondusifitas sesuai prosedur. Jadi mudah-mudahan tidak ada apa-apa ya," tukasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, R Irwan Purnawan mengatakan, setelah melakukan perumusan dengan semua stakeholders di Kabupaten Bogor.

Pihaknya memutuskan kasus kerumunan massa di Megamendung Bogor dilimpahkan ke pihak kepolisian.

"Saya sampaikan Satgas Covid-19 masih merumuskan, ini sudah diputuskan oleh Satgas setelah berbagai kajian dari penegakkan hukum. Bahwa sanksi ini memerlukan bahan keterangan cukup banyak, sehingga membutuhkan pemeriksaan seksama," katanya saat ditemui SuaraJakarta.id di ruang Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor, Rabu (25/11/2020) lalu.

Pada hal tersebut, Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor mengambil langkah dalam Peraturan Bupati (Perbup) 60 PSBB pra AKB tahun 2020 pasal 12, yang mencantumkan, jika penyelenggara melanggar peraturan yang sudah ditentukan pada pasal 6 (Protokol Kesehatan Covid-19), dikenakan sanksi administratif.

Hal itu dicantumkan sebagai dimaksud ayat 1 berupa teguran lisan, tertulis, pembubaran, penghentian sementara kegiatan, penyegelan tempat kegiatan, pembekuan sementara izin, pencabutan izin kegiatan, dendanya dimulai Rp 50 ribu sampai Rp 50 juta.

"Dalam keterangan ketentuan perundang undang berlaku. Sanksi apakah subjeknya harus jelas, ini perlu pembuktuan. Satgas Covid-19 maka dari itu kita melimpahkan ke polisi, dan sudah dilimpahkan, melalui laporan yang dibuat oleh kita ditujukan kepada Polisi yang sudah di tandatangani," jelasnya.

Alasan kenapa Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor melimpahkan kasus kerumunan massa Habib Rizieq tersebut. Irwan menjawab, bahwa hal itu perlu adanya penyelidikan khusus dan Polisi juga terlibat dalam Satgas Covid-19.

"Selanjutnya kita tunggu hasil pemeriksaan kepolisian, kita sudah melimpahkan penyelidikan lebih lanjut sesuai dengan undang-undang berlaku. Siapa yang nantinya akan diberikan sanksi, ini kita sudah limpahkan, kami sudah membuat laporan polisi. Satgas yang melapor ke polisi," ungkapnya.

"Kita sudah limpahkan, kalau sanksi denda kita bingung subjeknya siapa. Dasar hukum yang akan digunakan nanti pihak kepolisian. Senin kemarin kita sudah laporkan ke polisi," sambungnya.

Ia menjelaskan, dalam laporan yang dibuat Satgas Covid-19 kepada pihak kepolisian itu tertulis, bahwa ada pelanggaran protokol kesehatan dan kerumunan massa secara masif di Ponpes Agrokultural Markaz Syariat Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

"Mengenai pelanggaran protokol kesehatan, yang kerumunan secara masif kemudaian tidak ada pemberitahuan dan yang lainnya. Jadi kita serahkan ke sana (polisi)," jelasnya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

22 Pengendara Motor Knalpot Bising di Cianjur Ditindak Tegas

Regional Minggu, 24 Januari 2021 | 19:11 WIB

Polres Cianjur bersama Kodim 0608 Cianjur mulai bertindak tegas dalam operasi Cipta Kondisi di pusat Kota Cianjur yang d...

Umum - Regional, 22 Pengendara Motor Knalpot Bising di Cianjur Ditindak Tegas, cianjur,Knalpot bising,Protokol Kesehatan,COVID-19

Korban Terseret Ombak di Pantai Jayanti Cianjur Belum Ditemukan

Regional Minggu, 24 Januari 2021 | 18:57 WIB

Seorang pemuda Rustana Satriaji (23) asal Desa Limbangansari Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur hilang terseret ombak d...

Umum - Regional, Korban Terseret Ombak di Pantai Jayanti Cianjur Belum Ditemukan, Pantai Jayanti,cianjur

Diduga Cemarkan Nama Baik, Ketua KPAID Cirebon Dilaporkan ke Polda Met...

Regional Minggu, 24 Januari 2021 | 17:05 WIB

Dianggap telah mencemarkan nama baik IL, pada gugatan cerai di Pengadilan Agama Sumber Kabupaten Cirebon, tim kuasa huku...

Umum - Regional, Diduga Cemarkan Nama Baik, Ketua KPAID Cirebon Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Ketua KPAID Kab Cirebon,kasus kpaid cirebon,Kasus Pencemaran Nama baik,Polda Metro Jaya,razman arif nasution,Berita Cirebon Hari Ini

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata Positif Covid-19

Regional Minggu, 24 Januari 2021 | 16:34 WIB

Bupati Jeje diduga tertular Covid-19 saat bertemu dengan temannya di luar kota. Temannya tersebut dilaporkan terlebih da...

Umum - Regional, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata Positif Covid-19, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata,Bupati Pangandaran positif Covid-19,Jeje Wiradinata positif Covid-19,Pangandaran

Warga Sumedang Dilaporkan Tenggelam di Sungai Cimanuk

Regional Minggu, 24 Januari 2021 | 15:21 WIB

Hingga pencarian hari ketiga, korban masih belum juga ditemukan.

Umum - Regional, Warga Sumedang Dilaporkan Tenggelam di Sungai Cimanuk, warga tenggelam Sumedang,warga tenggelam Sungai Cimanuk,tenggelam,Berita Sumedang,Sungai Cimanuk

Tes Antigen Acak Sasar Warga Nongkrong di Tasikmalaya

Regional Minggu, 24 Januari 2021 | 15:16 WIB

Satgas Covid-19 Kota Tasikmalaya masih gencar melakukan operasi yustisi untuk menegakan disiplin protokol kesehatan (pro...

Umum - Regional, Tes Antigen Acak Sasar Warga Nongkrong di Tasikmalaya, Operasi Yustisi Tasikmalaya,Rapid Test Antigen,Tes Swab Covid-19,Covid-19 Tasikmalaya,Tasikmalaya

Seorang Pria Terseret Arus di Perairan Jayanti Cianjur

Regional Minggu, 24 Januari 2021 | 14:53 WIB

Korban diketahui bernama Rustana Satriaji (23), warga BLK, Kampung Benuk Limbangan Sari, RT 01/12, Cianjur.

Umum - Regional, Seorang Pria Terseret Arus di Perairan Jayanti Cianjur, Warga tenggelam Cianjur,Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansyah,kantor sar bandung,Berita Cianjur,Cianjur

Para Petinggi Militer Kirim Karangan Bunga untuk Roy Febrianto

Regional Minggu, 24 Januari 2021 | 14:23 WIB

Para Petinggi Militer Kirim Karangan Bunga untuk Roy Febrianto

Umum - Regional, Para Petinggi Militer Kirim Karangan Bunga untuk Roy Febrianto, Pratu Roy Febrianto,TNI ditembak di Papua,gugur dipe,Tentara Nasional Indonesia (TNI)

artikel terkait

dewanpers