web analytics
  

Barber Shop Ditinggalkan, Potong Rambut Tradisional Digandrungi

Rabu, 2 Desember 2020 19:11 WIB Muhammad Ikhsan
Umum - Regional, Barber Shop Ditinggalkan, Potong Rambut Tradisional Digandrungi, Barber Shop,Potong Rambut,Pandemi Covid-19

Potong Rambut Tradisional. (Muhammad Ikhsan)

CIANJUR,  AYOBANDUNG.COM -- Masa pandemi Covid 19 berdampak pada daya bayar warga, salah satunya di jasa potong rambut. Awalnya barber shop selalu ramai, namun kini banyak yang memilih ke tempat potong rambut tradisional.

Dadang (34) warga Kampung Pamagersari Kelurahan Pamoyanan Kecamatan Cianjur mengaku biasanya membawa anaknya ke tempat barber shop.

“Sebelum pandemi anak saya maunya di potong rambut barber shop atau modern, baik dari peralatan maupun gaya rambut,” kata Dadang pada Ayobandung.com, Rabu (2/12/2020).

Saat pandemi, terang Dadang yang merupakan bekerja di perusahaan swasta, terpaksa sekarang membawa anaknya ke tempat potong rambut biasa.

“Kan sekarang mah uangnya susah, bantuan juga banyak dibelikan kebutuhan sehari-hari, jadi kalau potong rambut ke tempat biasa,” tuturnya.

Alasannya jelas, kata Dadang, di tempat potong rambut biasa lebih murah. Di barber shop itu sekali potong rambut Rp 25.000, sedangkan di tempat biasa Rp 15.000.

“Iyalah alasannya jelas, lebih murah. Sekarang mah terpenting rapih dan murah,” tutur Dadang sembari tersenyum.

Dadan (54) tukang potong rambut biasa Waspada di Jalan Siliwangi mengatakan, meski tidak seramai sebelum pandemi, tapi sekarang ada peningkatan.

“Kan kalau lagi dipotong rambut suka ngobrol, katanya sih mereka ke tempat kami itu lebih murah dan rapih dibandingkan di barber shop,” katanya.

Mulyani (22) dari barber shop Doeyans di daerah Cikaret Kelurahan Sayang, membenarkan jika saat ini sedikit berkurang karena pandemi.

“Masih ada sih, tapi mulai berkurang dari biasanya. Alasannya sih saya nggak tahu, mungkin kemahalan,” ucapnya.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers