web analytics
  

Pemerintah Pusat dan Daerah Tingkatkan Sinkronisasi Data Penanganan Covid-19  

Rabu, 2 Desember 2020 08:59 WIB Adi Ginanjar Maulana
Umum - Nasional, Pemerintah Pusat dan Daerah Tingkatkan Sinkronisasi Data Penanganan Covid-19  , Satgas Covid-19,Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo,Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito

Peta sebaran kasus per-provinsi. (Satgas Covid-19)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Penentuan zonasi risiko berdasarkan data penanganan Covid-19 antara pemerintah pusat dengan daerah beberapa kali berbeda. Hal ini terkait pengumpulan dan validasi data yang jumlahnya besar serta membutuhkan waktu dalam prosesnya.

Hal ini berpengaruh terhadap adanya perbedaan data antara pusat dan daerah belakangan ini. Saat ini Wiku menegaskan, Kementerian Kesehatan tengah melakukan koordinasi dengan masing-masing daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. 

"Kami meminta kepada pemerintah daerah agar menghubungi Kementerian Kesehatan agar datanya betul-betul sinkron dan sama, dan akhirnya dapat menjadi alat navigasi bersama," jelas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (1/12/2020).

Pada prinsipnya, pemerintah selalu berusaha mencapai interoperabilitas data dengan seluruh daerah melalui peningkatan yang berkelanjutan. Hal yang diinginkan, agar semua daerah dapat mengakses data secara realtime. Sementara bagi pemerintah pusat, data yang digunakan adalah data yang sama. 

"Langkah ini merupakan upaya penyempurnaan, agar data yang dikumpulkan dapat konsisten dari waktu ke waktu, dan menjadi alat navigasi yang baik untuk kita selalu melihat perkembangan dan mengambil kebijakan yang tepat dan terukur," lanjut Wiku.

Satgas Penanganan Covid-19 akan selalu memberikan informasi perkembangan terkini kepada masyarakat tentang proses peningkatan kualitas pencatatan, dan pelaporan data. "Hal ini terkait upaya penanganan Covid-19 berdasarkan data-data yang dapat dipertanggung jawabkan dan ilmiah," katanya. 

Terhubung Aplikasi Pikobar

 

 Aplikasi Pikobar (Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat) sebagai super apps untuk penanganan COVID-19 di Jawa Barat meluncurkan fitur baru berupa layanan telekonsultasi langsung dengan dokter secara online dan gratis.

Fitur Telekonsultasi merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar dengan Prixa, mitra layanan kesehatan digital Pikobar dalam upaya meningkatkan akses layanan kesehatan bagi warga Jabar. 

Prixa menyediakan sistem periksa berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence) mencakup data dan informasi lebih dari 30 jenis penyakit dan 60 gejala penyakit terkait COVID-19, serta sistem layanan telekonsultasi yang dibantu tenaga relawan dokter.

“Pikobar dikembangkan sebagai upaya kami (Pemda Prov Jawa Barat) dalam memberikan pelayanan terbaik untuk kesehatan dan penanganan COVID-19. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan dan mengunduh Pikobar ini sebagai acuan dan referensi penanganan COVID-19,” ujar Setiaji, Kepala Diskominfo Jawa Barat saat ditemui di Jabar Command Center, Selasa (1/12/2020).

Fitur Telekonsultasi ini dapat diakses melalui fitur Periksa Mandiri di dalam aplikasi dan website PIKOBAR. Layanan ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi pengguna dalam mengakses pelayanan kesehatan secara langsung, kapan pun, di mana pun, cepat, dan tanpa biaya.

Warga Jabar dapat dengan mudah mengakses layanan telekonsultasi ini melalui fitur Periksa Mandiri, tahapannya antara lain; melakukan periksa keluhan kesehatan melalui sistem periksa berbasis AI dari Prixa untuk mendapatkan prediksi kemungkinan kondisi berdasarkan gejala yang dialami hanya dalam kurang dari lima menit. 

Setelah itu, warga Jabar dapat melihat halaman hasil kemungkinan kondisi dan mengakses fitur Telekonsultasi dengan menekan tombol “Konsultasi Via Chat” untuk melanjutkan konsultasi gratis dengan dokter secara online.

Pikobar versi teranyar yang dirilis bulan ini, bahkan bisa membantu pengguna melaporkan perkembangan kesehatan lebih dari satu orang yang sedang menjalani isolasi dalam satu aplikasi saja. Tidak hanya fitur Periksa Mandiri, Telekonsultasi, dan Lapor Kesehatan untuk Orang Lain, aplikasi Pikobar versi 2.2.3 juga memiliki fitur unggulan lainnya, seperti fitur Data Jabar, Data Nasional, Cek Sebaran, Saber Hoaks, Fitur Pelacakan Kontak dan lainnya. 

“Harapan Prixa melalui kerja sama penambahan fitur Telekonsultasi di Pikobar ini dapat mendukung warga memeriksakan kesehatannya secara mandiri serta turut membantu menekan laju penyebaran virus COVID-19 di Jabar,” kata dr Kafi Harridhi Khaibar Lubis, Medical Consultant di Prixa.

Pikobar merupakan inovasi Pemda Prov Jabar yang berpinsip keterbukaan dan transparansi data. Pikobar telah direplikasi di kab/kota dnegan nama berbeda dan mendapat apresiasi warga. Selain itu, Pikobar telah diakui IDC Digital Transformation Award 2020 sebagai solusi digital bagi penanganan pandemi COVID-19 dan pelayanan kesehatan publik di Jawa Barat.

Sebagai salah satu pintu pendaftaran tes masif COVID-19 di Jabar, fitur Periksa Mandiri di Pikobar telah membantu kurang lebih dari 700.000 pengguna per Oktober 2020.

Editor: Andres Fatubun

terbaru

KPK Periksa 7 Anggota DPRD Jabar Terkait Dana Banprov Indramayu

Nasional Selasa, 26 Januari 2021 | 23:44 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta keterangan kepada tujuh anggota dan mantan anggota DPRD Jawa Barat (Jabar) ih...

Umum - Nasional, KPK Periksa 7 Anggota DPRD Jabar Terkait Dana Banprov Indramayu, KPK,DPRD Jabar,Banprov Indramayu,DPRD Provinsi Jabar

Besok, Jokowi Disuntik Vaksin Covid-19 Sinovac Lagi

Nasional Selasa, 26 Januari 2021 | 21:57 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan bakal menerima suntikan vaksin Covid-19 produksi Sinovac untuk kali kedua pada...

Umum - Nasional, Besok, Jokowi Disuntik Vaksin Covid-19 Sinovac Lagi, Presiden Joko Widodo (Jokowi),Jokowi Disuntik Vaksin Covid-19,vaksin Covid-19 Sinovac,Vaksinasi Covid-19

KPK: Uang Korupsi PT DI Diduga Mengalir ke Sekretariat Negara

Nasional Selasa, 26 Januari 2021 | 21:41 WIB

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi tengah menelisik dugaan uang kasus korupsi penjualan dan pemasaran di PT Dirgantar...

Umum - Nasional, KPK: Uang Korupsi PT DI Diduga Mengalir ke Sekretariat Negara, PT Dirgantara Indonesia,Korupsi PT DI,Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),Sekretariat Negara

BMKG: Waspada! Cuaca Ekstrem Sampai Mei 2021

Nasional Selasa, 26 Januari 2021 | 21:18 WIB

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar tetap mewaspadai potensi cuaca ekstrem.

Umum - Nasional, BMKG: Waspada! Cuaca Ekstrem Sampai Mei 2021, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG),Cuaca ekstrem

Dugaan Korupsi Investasi, Kejagung Periksa Dirut BPJS Ketenagakerjaan

Nasional Selasa, 26 Januari 2021 | 20:55 WIB

Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Selasa (26/1/2021), memeriksa...

Umum - Nasional, Dugaan Korupsi Investasi, Kejagung Periksa Dirut BPJS Ketenagakerjaan, Kejaksaan Agung (Kejagung),korupsi bpjs ketenagakerjaan,BPJS Ketenagakerjaan,Korupsi Investasi

Erick Thohir Berhentikan 2 Direksi PT KAI

Nasional Selasa, 26 Januari 2021 | 20:24 WIB

Menteri BUMN Erick Thohir memberhentikan secara hormat dua direksi PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. 

Umum - Nasional, Erick Thohir Berhentikan 2 Direksi PT KAI, PT KAI,Menteri BUMN Erick Thohir,Direksi PT KAI

Covid-19 Indonesia Tembus 1 Juta, Jabar Penyumbang Terbanyak Kasus Har...

Nasional Selasa, 26 Januari 2021 | 17:39 WIB

Angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia terus meningkat. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan tot...

Umum - Nasional, Covid-19 Indonesia Tembus 1 Juta, Jabar Penyumbang Terbanyak Kasus Harian, Update Corona Covid-19 Indonesia,Positif Covid-19,Kasus Harian Covid-19 Indonesia

Covid-19 Makin Masif, Pengusaha Khawatir Bisnis Makin Terpuruk

Nasional Selasa, 26 Januari 2021 | 17:32 WIB

Pandemi Covid-19 yang terus berlarut-larut dan tingginya penularan virus corona membuat kalangan pengusaha makin risau....

Umum - Nasional, Covid-19 Makin Masif, Pengusaha Khawatir Bisnis Makin Terpuruk, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo),Pandemi Covid-19,Bisnis Pengusaha

artikel terkait

dewanpers