web analytics
  

BPPD Kota Bandung Terima Rp1,45 Triliun dari 9 Mata Pajak

Rabu, 2 Desember 2020 07:04 WIB Fira Nursyabani
Bandung Raya - Bandung, BPPD Kota Bandung Terima Rp1,45 Triliun dari 9 Mata Pajak, pajak bandung,Penerimaan Pajak,bppd kota bandung,Target penerimaan pajak Bandung

Sekretaris BPPD Kota Bandung Gun Gun Sumaryana dan Kasubid Perencanaan dan Penyuluhan Pajak Daerah BPPD Kota Bandung Neneng Eliana. (dok. Humas Setda Kota Bandung)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Kota Bandung terus berupaya mencapai target raihan pajak tahun 2020. Saat ini, BPPD Kota Bandung telah meraih Rp1,45 triliun dari 9 mata pajak.

Sebanyak 9 mata pajak tersebut yaitu pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, parkir, penerangan jalan, air tanah, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPTHB).

Pada tahun ini awalnya BPPD Kota Bandung menargetkan raihan pajak sebesar Rp2,7 triliun. Namun karena adanya pandemi Covid-19, angka dirasionalisasi menjadi Rp 2,2 triliun, hingga akhirnya ditetapkan Rp1,7 triliun di APBD Perubahan.

Menurut Sekretaris BPPD Kota Bandung Gun Gun Sumaryana, pada masa pandemi Covid-19, yang paling terdampak signifikan dari 9 mata pajak itu yaitu hotel, restoran, dan parkir.

Di masa normal, raihan pajak hotel bisa mencapai Rp30 miliar-32 miliar per bulan. Namun saat Covid-19, jumlahnya turun menjadi Rp5 miliar. Bahkan di sektor hiburan, pajak sempat beberapa bulan nol. 

"Pajak parkir pun menurun. Karena mal dan tempat usaha/ekonomi tutup. Jadi terdampak juga," kata Gun Gun, dalam keterangan resmi yang diterima Ayobandung.com.

Gun Gun mengatakan, saat ini BPPD Kota Bandung berupaya mengoptimalkan dua sektor, yaitu PBB dan BPTHB pada 2020. Hal itu agar di waktu tersisa dapat mencapai target Rp1,7 triliun.

"Kami tetap berupaya optimal. Mudah-mudahan dengan pertumbuhan ekonomi yang mulai membaik lagi. Masyarakat pun istilahnya dapat memenuhi membayar PBB dan kami pun memberikan ruang relaksasi kepada pemohon yang mengalihnakamakan kepemilikannya," katanya.

"Jadi bisa menggunakan PBB 2019 karena sudah ada penyesuaian NJOP (Nilai Jual Objek Pajak). Ini cukup signifikan juga peningkatannya di sektor BPTHB. Mudah-mudahan signifikan, kita bisa tembus Rp1,7 triliun, optimisnya Rp1,6 triliun," ucapnya.

Terkait relaksasi pajak, Gun Gun mengaku sangat memaklumi PBB yang erat kaitannya dengan masyarakat, sehingga tidak melakukan tindakan refresif. Itu juga tidak hanya berlaku di Kota Bandung atau Jawa Barat, tapi seluruh Indonesia.

"Jadi untuk PBB, kita melakukan operasi terpadu hanya mengingatkan dan memberikan fasilitas kepada masyarakat yang akan melaksanakan kewajibannya untuk pembayaran PBB. Karena adanya relaksasi tidak bisa menerapkan sanksi secara tegas," katanya.

"Ketika Wajib pajak tidak bayar pas jatuh tempo, ada surat teguran pertama, kedua, yang selanjutnya bisa disertai penempelan media peringatan. Saat ini kita hanya sampai di surat teguran tidak bisa sampai penempelan media peringatan," lanjutnya.

Relaksasi PBB

Sementara itu, Kasubid Perencanaan dan Penyuluhan Pajak Daerah BPPD Kota Bandung Neneng Eliana mengatakan, dalam memberikan relaksasi kaitan PBB, masyarakat bisa melihat dari Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) yang diterima.

"Di situ ada kenaikan tapi kita berikan stimulus 100%. Jadi tagihan 2020 sama dengan tahun 2019, kemudian ada penghapusan denda piutang PBB sampai dengan tahun 2018," katanya.

"Nilai ketetapan SPPT sampai Rp100.000 juga dibebaskan tapi harus mengajukan terlebih dahulu, tidak otomatis. Kemudian khusus untuk pejuang kemerdekaan atau veteran juga sama kita berikan 100% bebas PBB dengan pengajuan juga," lanjutnya.

Selain itu, pada tahun ini ada inovasi bayar PBB dengan sampah, masyarakat setor sampah dan diakumulasikan dengan tagihannya, bayar PBB bisa dicicil, dan penghapusan denda PBB berlaku sampai 31 Desember 2020.

"Kalau menghitung rugi, jelas pendapatan berkurang. Hanya saja di sini kita harus melihat kondisi masyarakat yang memang terpuruk karena pandemi covid-19. Jadi kita betul-betul memberikan kebijakan yang pro masyarakat," ucap Neneng.

Neneng menambahkan, saat ini pihaknya juga gencar menyosialisasikan hal tersebut melalui kegiatan operasi terpadu. yaitu dengan adanya layanan PBB yang mendatangi salah satu titik lokasi di tiap kecamatan, karena Kota Bandung dibagi menjadi 5 wilayah kerja Unit Pelaksana Teknis (UPT).

"Kita pun bekerja sama dengan Bapenda Jabar, jadi satu titik lokasi menerima pembayaran PBB, sekaligus pajak kendaraan. Kita memang sengaja jemput bola dan sosialisasi hal ini di berbagai media dan bekerjasama dengan BPN, Disdukcapil, dan DPMPTSP," katanya.

"Saat ini kami juga terus mengembangkan payment point, untuk pajak daerah baru melalui BJB, sedangkan PBB sudah bisa dilakukan di berbagai aplikasi sampai kantor pos, ini juga terus dikembangkan dalam tahap kerjasama dengan yang lain," jelas Neneng.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Investasi di Jabar Rp120,4 Triliun, BKPM Puji Ridwan Kamil

Bandung Selasa, 26 Januari 2021 | 21:37 WIB

Provinsi Jawa Barat masih menjadi nomor satu dalam realisasi investasi sepanjang tahun 2020, yakni sebesar Rp120,4 trili...

Bandung Raya - Bandung, Investasi di Jabar Rp120,4 Triliun, BKPM Puji Ridwan Kamil, Investasi di Jabar,Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM),Gubernur Jabar Ridwan Kamil

Wagub Jabar Minta Sarbumusi NU Jabar Gelar Pelatihan Pekerja

Bandung Selasa, 26 Januari 2021 | 21:33 WIB

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menghadiri Pelantikan dan Musyawarah Kerja Wilayah Dewan Pimpinan Wilayah (DP...

Bandung Raya - Bandung, Wagub Jabar Minta Sarbumusi NU Jabar Gelar Pelatihan Pekerja, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum,Serikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi),Pelatihan Pekerja

PSBB Proporsional Kota Bandung Diperpanjang, Ini Aturan yang Berubah

Bandung Selasa, 26 Januari 2021 | 19:12 WIB

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional se-Jawa Barat diperpanjang hingga 8 Februari 2020,. Untuk itu, Wali...

Bandung Raya - Bandung, PSBB Proporsional Kota Bandung Diperpanjang, Ini Aturan yang Berubah, Perwal no 3 tahun 2021,PSBB Proporsional Kota Bandung Diperpanjang,Wali Kota Bandung Oded M. Danial

Pemkot Bandung Bantu Pengangkatan Jenazah Covid-19 Hingga Liang Lahat

Bandung Selasa, 26 Januari 2021 | 17:02 WIB

Merespon adanya polemik jasa angkut jenazah di TPU Cikadut yang mematok sejumlah imbalan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandu...

Bandung Raya - Bandung, Pemkot Bandung Bantu Pengangkatan Jenazah Covid-19 Hingga Liang Lahat, Pemkot Bandung,Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung,Jenazah Covid-19,Pemulasaraan Jenazah Covid-19,Pemakaman Jenazah Covid-19

Kota Bandung Sudah Terima 25.000 Vaksin Covid-19 Dosis Kedua 

Bandung Selasa, 26 Januari 2021 | 15:53 WIB

Vaksin Covid-19 dosis kedua ini sudah dapat didistribusikan ke fasilitas-fasilitas kesehatan yang ditunjuk mulai Rabu, 2...

Bandung Raya - Bandung, Kota Bandung Sudah Terima 25.000 Vaksin Covid-19 Dosis Kedua , Ahyani Raksanegara,Dinas Kesehatan Kota Bandung,vaksin dosis kedua,vaksinasi dosis kedua di Kota Bandung

Keterisian Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Ini Strategi Pemkot Ban...

Bandung Selasa, 26 Januari 2021 | 15:30 WIB

Jumlah keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 Kota Bandung mencapai 75,03% per Senin (25/1/2021). 

Bandung Raya - Bandung, Keterisian Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Ini Strategi Pemkot Bandung, rumah sakit rujukan covid-19,Dinas Kesehatan Kota Bandung,Berita Bandung,COVID-19,Protokol Kesehatan,siranap rs

Kamis ini, Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Kota Bandung

Bandung Selasa, 26 Januari 2021 | 14:41 WIB

10 orang tokoh yang telah divaksin Covid-19 Kamis (14/1) lalu akan kembali divaksin

Bandung Raya - Bandung, Kamis ini, Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Kota Bandung, vaksinasi Covid-19 dosis kedua di Bandung,vaksinasi Covid-19 dosis kedua,Kepala Dinkes Kota Bandung, Ahyani Raksanagara

Curi Motor di Andir, Pelaku Beralasan untuk Beli Cupang

Bandung Selasa, 26 Januari 2021 | 12:57 WIB

Saat melakukan aksinya, pelaku mencuri dan membawa kabur motor jenis Suzuki Satria FU. Tak hanya itu, sebelumnya pelaku...

Bandung Raya - Bandung, Curi Motor di Andir, Pelaku Beralasan untuk Beli Cupang, Curanmor Bandung,Curanmor Andir,Polsek Andir,pencurian Bandung
dewanpers