web analytics
  

Mengintip Geliat Wisata di Tangkuban Parahu saat AKB

Selasa, 1 Desember 2020 10:31 WIB Adi Ginanjar Maulana
Gaya Hidup - Wisata, Mengintip Geliat Wisata di Tangkuban Parahu saat AKB, Gunung Tangkuban Parahu,Pariwisata Bandung Barat,Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Bandung,Ubah Laku,Jurnalisme Ubah Laku

Objek wisata Tangkuban Parahu di Kabupaten Bandung Barat. (Ayobandung.com/Adi Ginanjar Maulana)

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM -- Objek wisata Tangkuban Parahu di Kabupaten Bandung Barat memperketat protokol kesehatan Covid-19 di masa adaptasi kesehatan baru (AKB).

Hal tersebut dilakukan untuk pengendalian menyebarnya Covid-19 kepada pengunjung yang datang ke objek wisata yang berada di Kecamatan Lembang itu.

Protokol kesehatan yang wajib dipenuhi oleh pengunjung alias wisatawan antara lain wajib mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak selama di objek wisata.

Saat Ayobandung.com berkunjung ke Tangkuban Parahu akhir pekan lalu, di lokasi pembayaran tiket pengunjung diperiksa kelengkapan memakai masker serta hand sanitizer. Di samping itu, beberapa petugas memeriksa suhu tubuh pengunjung di lokasi pembayaran tiket.

"Ini dilakukan agar pengunjung nyaman selama di objek wisata," kata salah seorang petugas.

Setelah diperiksa protokol kesehatan, pengunjung diperkenankan langsung masuk ke lokasi objek wisata yang jaraknya cukup jauh dari tempat pembayaran tiket, sekitar 800 meter. 

Sesampainya di parkiran Kawah Ratu, petugas parkir langsung mempersilakan para pengunjung untuk memarkirkan kendaraan dengan terus memantau agar tidak ada gesekan di lokasi.

Di sekitar Kawah Ratu, beberapa petugas pun disiagakan untuk memantau pergerakan para pengunjung, utamanya menggunakan masker selama di objek wisata.

Salah seorang pengunjung asal Kota Bandung, Iwan Setiawan mengaku, merasa nyaman selama di objek wisata karena ada petugas yang mengawasi.

"Kalau tidak diawasi khawatir pergerakan pengunjung terjadi gesekan sehingga berpotensi menularkan virus Corona," ujarnya.

Dia pun mengingatkan agar setiap pengunjung yang datang ke objek wisata senantiasa menerapkan 3M (mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak).

"Ini bukan hanya slogan dari pemerintah yang notabene formalitas. Tapi, memang virus Corona masih bertebaran," katanya.

Direktur Operasional PT Graha Rani Putra Persada (GRPP) selaku pengelola TWA Gunung Tangkuban Parahu, Ruslan menyebut geliat wisata ke Tangkuban Parahu sudah naik pada akhir Oktober lalu.

Dia menerangkan, kunjungan wisatawan ke Tangkuban Parahu selama libur panjang Oktober lalu naik sekira 15%.

Angka kunjungan itu merupakan yang tertinggi setelah Indonesia dilanda pandemi Covid-19 sejak Maret 2020. Tren positif kunjungan ini, kata Ruslan, sangat membantu perekonomian masyarakat sekitar Tangkuban Parahu yang menggantungkan hidup dari berdagang souvenir dan makanan.

"Total ada lebih dari 1.000 pedagang di tempat ini, kalau pengunjung banyak mereka tentu akan senang juga," kata dia.

Usulan Libur Akhir Tahun

Gubernur Jabar Ridwan Kamil sebelumnya memilih opsi pengurangan libur panjang akhir tahun daripada menghilangkan sama sekali. 

"Kalau saya cenderung mengusulkan (libur panjang akhir tahun) dikurangi (harinya)," katanya.

Menurut Ridwan, jika libur ditiadakan sama sekali, maka perekonomian tidak berjalan. Di samping itu, jika libur tidak dipersingkat, maka berpotensi pada penularan Covid-19.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers