web analytics
  

Pemerintah Minta Kesadaran Individu Disiplin Protokol Kesehatan Ditingkatkan

Selasa, 1 Desember 2020 13:06 WIB Adi Ginanjar Maulana
Umum - Nasional, Pemerintah Minta Kesadaran Individu Disiplin Protokol Kesehatan Ditingkatkan, vaksin,Vaksinasi,COVID-19

Tangkapan layar Dialog Produktif "Vaksinasi: Pencegahan vs Pengobatan", Selasa (1/12/2020). (Youtube)

AYOBANDUNG.COM--Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjelaskan beberapa alasan vaksin Covid-19 masih dalam tahap proses.

Staf Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan Kemenkes, Mohamad Subuh menjelaskan, terlebih dulu, masyarakat perlu mengetahui vaksin, vaksinasi, dan imunisasi.

"Vaksin bicara ekonomi yang merupakan produk dari suatu biologis bisa dimatikan dalam keadaan hidup dan diproduksi untuk kekebalan tubuh. Vaksinasi proses penyuntikan vaksin ke dalam tubuh. Imunisasi, proses kekebalan di dalam tubuh," paparnya dalam Dialog Produktif "Vaksinasi: Pencegahan vs Pengobatan", Selasa (1/12/2020).

Untuk itu, kata dia, karena vaksin merupakan produk dari biologis. Maka terlebih dulu ada dua syarat yang perlu dipenuhi. Pertama keamanan, yakni lewat uji klinis 1, 2, dan 3 . "Kedua bagaimana efek vaksin dalam tubuh," katanya.

Kendati demikian, syarat vaksin di Indonesia perlu ada satu lagi syarat yakni halal. "Nanti tidak ada permasalahan menolak di masyarakat. Ini yang harus dijaga," paparnya.

Pihaknya terus sosialisasikan produk vaksin ke masyarakat mengenai Vaksin Merah Putih.

Terkait kerumunan massal di daerah, sebenarnya kalau pihaknya berprinsip sadar adalah segala-galanya. Individu kesehatan masyarakat adalah aset yang paling penting. 

"Individu harus sadar, mereka butuh sehat bisa melindungi diri sendiri merupakan sebuah investasi. Kita belum tahu OTG (orang tanpa gejala), nanti 10-20 tahun kemudian apa yang akan terjadi, sebab penelitian saat ini sedang dilakukan," katanya.

Menurutnya, untuk mencegah penularan Covid-19 yakni dengan kesadaran individu, kesadaran keluarga, dan keluarga masyarakat. "Memang butuh waktu untuk melakukan hal ini," ujarnya.

Pihaknya mengakui sosialisasi masih dilakukan secara massif melalui berbagai platform untuk menyadarkan masyarakat agar patuh terhadap protokol kesehatan. "Nantinya dari tahap massif ini masuk ke progresif," katanya.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers