web analytics
  

Mengapa Dirut RS UMMI Dilaporkan? Ini Penjelasannya Menurut UU

Selasa, 1 Desember 2020 12:04 WIB Fichri Hakiim
Umum - Regional, Mengapa Dirut RS UMMI Dilaporkan? Ini Penjelasannya Menurut UU, RS Ummi,RS UMMI Bogor,Habib Rizieq kabur dari RS UMMI,Habib Rizieq RS UMMI,Polda Jawa Barat

RS Ummi di Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor tempat Habib Rizieq Shihab sempat dirawat. (Ist/Republika)

GEDEBAGE, AYOBANDUNG.COM -- Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dofiri memberi tanggapan soal wacana akan dicabutnya laporan yang dilayangkan oleh Satgas Covid-19 Kota Bogor terhadap Direktur Rumah Sakit UMMI Andi Tatat.

Hal itu terkait beredar kabar jika Kepala Satgas Covid-19 Bogor yang juga Wali Kota Bogor Bima Arya, akan mencabut laporan polisi yang ditujukan kepada RS UMMI

Menurutnya, dalam hal ini, laporan yang dilayangkan oleh Satgas Covid-19 Kota Bogor terhadap RS UMMI dipastikan masuk ke ranah tindak pidana murni dan bukan delik aduan. Walaupun satgas berencana mencabut laporan, polisi akan tetap mengusut kasus tersebut. 

Dirreskrimum Polda Jabar Kombes Pol Chuzaini Patoppoi, memberikan penjelasan terkait laporan itu dengan ketentuan dalam Undang-Undang (UU) yang mengatur tentang kesehatan dan wabah penyakit menular.

Dalam kasus tersebut terdapat dua aturan yang dijelaskan oleh polisi yang tercantum pada UU.

Pertama, ialah Pasal 14 ayat (1) dan (2) Undang-undang nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular yang berbunyi:

  1. Barangsiapa dengan sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini diancam dengan pidana penjara selama-lamanya 1 (satu) tahun dan/atau denda setinggi-tingginya Rp1 juta;
  2. Barangsiapa karena kealpaannya mengakibatkan terhalangnya pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini diancam dengan pidana kurungan selama-lamanya 6 (enam) bulan dan)/atau denda setinggi-tingginya Rp500 ribu;

Kemudian, polisi memberikan penjelasan mengenai tanggung jawab pimpinan perusahaan. Dalam hal ini, polisi memberikan penjelasan terkait terlapor yakni Direktur RS Ummi Andi Tatat. 

Aturan tersebut masih tercantum dalam Undang-Undang Kesehatan pada Pasal 11, yang berbunyi:

  1. Barangsiapa yang mempunyai tanggung jawab dalam lingkungan tertentu yang mengetahui adanya penderita atau tersangka penderita penyakit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, wajib melaporkan kepada Kepala Desa atau Lurah dan/atau Kepala Unit Kesehatan terdekat dalam waktu secepatnya;
  2. Kepala Unit Kesehatan dan/atau Kepala Desa atau Lurah setempat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) masing-masing segera melaporkan kepada atasan langsung dan instansi lain yang bersangkutan;
  3. Tata cara penyampaian laporan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) serta tata cara penyampaian laporan adanya penyakit yang dapat menimbulkan wabah bagi nakoda kendaraan air dan udara, diatur dengan peraturan perundang-undangan;

Patoppoi menjelaskan, atas dasar ketentuan tersebut, maka sudah diketahui pihak yang bertanggung jawab atas kasus di RS UMMI Bogor. 

"Kenapa Dirut yang dilaporkan? Karena dia yang bertanggung jawab dalam rumah sakit. Jadi yang bersangkutan bisa dimintai pertanggungjawaban. Kalau mengacu pada aturan ini clear semua. Siapa yang bertanggung jawab kejadian di rumah sakit Bogor ketahuan dari unsur barangsiapa," jelas Patoppoi. 

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Charly Van Houten Didapuk Jadi Duta Pendidikan Jawa Barat

Regional Rabu, 27 Januari 2021 | 13:00 WIB

Menurutnya, semua bermula saat dia mengajak Ridwan Kamil dan istrinya, Atalia Praratya, menjadi model video klip untuk l...

Umum - Regional, Charly Van Houten Didapuk Jadi Duta Pendidikan Jawa Barat, Charly van Houten,Charly duta pendidikan Jabar,Duta Pendidikan Jabar,Ridwan Kamil

Vaksin Covid-19 Akhirnya Tiba di Kabupaten Tasikmalaya

Regional Rabu, 27 Januari 2021 | 12:46 WIB

Sebanyak 6.200 vaksin Sinovac tersebut diterima oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dari Pemprov Jawa Barat. Vaksin it...

Umum - Regional, Vaksin Covid-19 Akhirnya Tiba di Kabupaten Tasikmalaya, Vaksinasi Covid-19 Tasikmalaya,Tempat Vaksinasi Covid-19 Tasikmalaya,Waktu Vaksinasi Covid-19 Tasikmalaya,Covid-19 Tasikmalaya,Tasikmalaya

Vaksinasi Covid-19 di Indramayu Digelar 1 Februari

Regional Rabu, 27 Januari 2021 | 12:10 WIB

Sebanyak 10 pejabat publik maupun tokoh masyarakat akan menjadi orang pertama yang beroleh vaksin Covid-19.

Umum - Regional, Vaksinasi Covid-19 di Indramayu Digelar 1 Februari, vaksinasi Covid-19 Indramayu,Tempat vaksinasi Covid-19 Indramayu,Kuota vaksinasi Covid-19 Indramayu,Lokasi vaksinasi Covid-19 Indramayu

RS Rujukan Covid-19 di Bogor Terbakar

Regional Rabu, 27 Januari 2021 | 12:02 WIB

Api diduga berasal dari korsleting listrik di ruangan tersebut.

Umum - Regional, RS Rujukan Covid-19 di Bogor Terbakar, Kebakaran RS rujukan Covid-19 Bogor,RS rujukan Covid-19 Bogor terbakar,RS Rujukan Covid-19,RS Rujukan Covid-19 Bogor,RS Sentra Medika Cibinong

Ketua SMSI Jabar Lantik Pengurus di Tasikmalaya

Regional Rabu, 27 Januari 2021 | 11:30 WIB

Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jawa Barat (Jabar) Hardyansyah melantik pengurus SMSI Kota/Kabupaten Tasikmal...

Umum - Regional, Ketua SMSI Jabar Lantik Pengurus di Tasikmalaya, SMSI Jabar,smsi tasikmalaya,Media Siber

Jabar Usulkan Vaksinasi Covid-19 dari Rumah ke Rumah

Regional Rabu, 27 Januari 2021 | 11:14 WIB

Usulan tersebut diajukan untuk mengejar tingkat kecepatan dan keberhasilan program vaksinasi yang dicanangkan oleh pemer...

Umum - Regional, Jabar Usulkan Vaksinasi Covid-19 dari Rumah ke Rumah, Lokasi Vaksinasi Covid-19 Jabar,Kuota Vaksinasi Covid-19 Jabar,Waktu Vaksinasi Covid-19 Jabar,Vaksinasi Covid-19 Jabar,Ridwan Kamil

Galian Tanah Tak Berizin di Sukatani Purwakarta Ditutup

Regional Rabu, 27 Januari 2021 | 07:33 WIB

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta kembali menutup galian tanah yang berlokasi di Desa Sukajaya, Kecamatan Sukatan...

Umum - Regional, Galian Tanah Tak Berizin di Sukatani Purwakarta Ditutup, Galian tanah Purwakarta,Galian Tanah purwakarta ditutup,Purwakarta,Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika

Covid-19 Jabar Kembali Cetak Rekor, Penambahan Terbanyak dari Bogor

Regional Rabu, 27 Januari 2021 | 07:06 WIB

Total kasusnya saat ini menjadi 131.322.

Umum - Regional, Covid-19 Jabar Kembali Cetak Rekor, Penambahan Terbanyak dari Bogor, Covid-19 Jabar,Positif Covid-19 Jabar,Kasus Covid-19 Jabar,Covid-19 Jawa Barat,Kasus Covid-19 Jawa Barat
dewanpers