web analytics
  

Pemilih di Jabar Akan di Tes Rapid Sebelum Mencoblos

Selasa, 1 Desember 2020 11:56 WIB
Umum - Regional, Pemilih di Jabar Akan di Tes Rapid Sebelum Mencoblos, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum,pilkada jabar,Pilkada Jawa Barat,rapid test jabar

Warga mengamati daftar pemilih dan calon Bupati dan Wakil Bupati pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bandung 2020 di Kampung Cilemer, Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Minggu (8/11/2020). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

GEDEBAGE, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana melakukan tes rapid kepada pemilih yang akan melakukan pencoblosan saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 9 Desember 2020.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum usai menggelar rapat koordinasi di Mapolda Jabar, Senin (30/11/2020).

Uu mengatakan, rencana ini baru masukan dari sejumlah pihak dalam rapat koordinasi. Harapannya pengetesan tersebut bisa meminimalisir penyebaran virus corona dari satu pemilih kepada pemilih lainnya.

"Jadi yang ke TPS ini ketika datang harus rapid dulu.  Tapi memang tidak semuanya ikut tes," ujar Uu, Senin (30/11/2020).

Uu mengatakan, yang melaksanakan tes rapid nantinya kemungkinan hanya pemilih dengan umur 40 tahun ke atas. Selama ini warga dengan rentang umur di atas 40 lebih mudah terpapar Covid-19.

"Kalau yang agak di bawah (40 tahun) itu agak tangguh (dari virus corona)," kata Uu.

Saat ini, menurut Uu, sudah ada tiga daerah di Jabar yang akan menggelar Pilkada tapi masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19, yaitu Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Karawang.

Selain tiga daerah ini, ada empat kabupaten/kota lain yang juga masuk dalam zona merah tapi tidak menggelar Pilkada Serentak.

Karena ditakutkan akan meningkatnya kasus serupa di daerah lain yang menggelar Pilkada, maka Pemprov Jabar akan mengkaji ulang agar bisa diselenggarakan tes rapid kepada pemilih.

"Kita khawatir Pilkada ini bisa menjadi klaster baru," kata Uu.

Presiden Joko  Widodo tampak geram mengetahui bahwa kasus Covid-19 dalam beberapa hari ini justru meningkat pesat. Hal itu terlihat dalam rapat terbatas bersama Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN). 

"Ini semuanya memburuk, semuanya. Karena adanya tadi, kasus yang memang meningkat lebih banyak di minggu-minggu kemarin," kata Jokowi seperti disiarkan langsung di channel YouTube Sekretariat Presiden, Senin (30/11/2020).

Jokowi juga menyampaikan perkembangan kasus virus corona di Indonesia per 29 November 2020. Jokowi menyoroti angka kenaikan kasus aktif dari minggu sebelumnya.

"Kasus aktif kita sekarang ini meningkat menjadi 13,41%. Meskipun ini lebih baik dari angka rata-rata dunia, tetapi hati-hati ini lebih tinggi dari rata-rata minggu yang lalu," ujar Jokowi. 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Charly Van Houten Didapuk Jadi Duta Pendidikan Jawa Barat

Regional Rabu, 27 Januari 2021 | 13:00 WIB

Menurutnya, semua bermula saat dia mengajak Ridwan Kamil dan istrinya, Atalia Praratya, menjadi model video klip untuk l...

Umum - Regional, Charly Van Houten Didapuk Jadi Duta Pendidikan Jawa Barat, Charly van Houten,Charly duta pendidikan Jabar,Duta Pendidikan Jabar,Ridwan Kamil

Vaksin Covid-19 Akhirnya Tiba di Kabupaten Tasikmalaya

Regional Rabu, 27 Januari 2021 | 12:46 WIB

Sebanyak 6.200 vaksin Sinovac tersebut diterima oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dari Pemprov Jawa Barat. Vaksin it...

Umum - Regional, Vaksin Covid-19 Akhirnya Tiba di Kabupaten Tasikmalaya, Vaksinasi Covid-19 Tasikmalaya,Tempat Vaksinasi Covid-19 Tasikmalaya,Waktu Vaksinasi Covid-19 Tasikmalaya,Covid-19 Tasikmalaya,Tasikmalaya

Vaksinasi Covid-19 di Indramayu Digelar 1 Februari

Regional Rabu, 27 Januari 2021 | 12:10 WIB

Sebanyak 10 pejabat publik maupun tokoh masyarakat akan menjadi orang pertama yang beroleh vaksin Covid-19.

Umum - Regional, Vaksinasi Covid-19 di Indramayu Digelar 1 Februari, vaksinasi Covid-19 Indramayu,Tempat vaksinasi Covid-19 Indramayu,Kuota vaksinasi Covid-19 Indramayu,Lokasi vaksinasi Covid-19 Indramayu

RS Rujukan Covid-19 di Bogor Terbakar

Regional Rabu, 27 Januari 2021 | 12:02 WIB

Api diduga berasal dari korsleting listrik di ruangan tersebut.

Umum - Regional, RS Rujukan Covid-19 di Bogor Terbakar, Kebakaran RS rujukan Covid-19 Bogor,RS rujukan Covid-19 Bogor terbakar,RS Rujukan Covid-19,RS Rujukan Covid-19 Bogor,RS Sentra Medika Cibinong

Ketua SMSI Jabar Lantik Pengurus di Tasikmalaya

Regional Rabu, 27 Januari 2021 | 11:30 WIB

Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jawa Barat (Jabar) Hardyansyah melantik pengurus SMSI Kota/Kabupaten Tasikmal...

Umum - Regional, Ketua SMSI Jabar Lantik Pengurus di Tasikmalaya, SMSI Jabar,smsi tasikmalaya,Media Siber

Jabar Usulkan Vaksinasi Covid-19 dari Rumah ke Rumah

Regional Rabu, 27 Januari 2021 | 11:14 WIB

Usulan tersebut diajukan untuk mengejar tingkat kecepatan dan keberhasilan program vaksinasi yang dicanangkan oleh pemer...

Umum - Regional, Jabar Usulkan Vaksinasi Covid-19 dari Rumah ke Rumah, Lokasi Vaksinasi Covid-19 Jabar,Kuota Vaksinasi Covid-19 Jabar,Waktu Vaksinasi Covid-19 Jabar,Vaksinasi Covid-19 Jabar,Ridwan Kamil

Galian Tanah Tak Berizin di Sukatani Purwakarta Ditutup

Regional Rabu, 27 Januari 2021 | 07:33 WIB

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta kembali menutup galian tanah yang berlokasi di Desa Sukajaya, Kecamatan Sukatan...

Umum - Regional, Galian Tanah Tak Berizin di Sukatani Purwakarta Ditutup, Galian tanah Purwakarta,Galian Tanah purwakarta ditutup,Purwakarta,Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika

Covid-19 Jabar Kembali Cetak Rekor, Penambahan Terbanyak dari Bogor

Regional Rabu, 27 Januari 2021 | 07:06 WIB

Total kasusnya saat ini menjadi 131.322.

Umum - Regional, Covid-19 Jabar Kembali Cetak Rekor, Penambahan Terbanyak dari Bogor, Covid-19 Jabar,Positif Covid-19 Jabar,Kasus Covid-19 Jabar,Covid-19 Jawa Barat,Kasus Covid-19 Jawa Barat

artikel terkait

dewanpers