web analytics
  

Manfaat dan Risiko Kerokan dari Sisi Medis

Selasa, 1 Desember 2020 09:10 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Gaya Hidup - Sehat, Manfaat dan Risiko Kerokan dari Sisi Medis, Kerokan,Masuk Angin,kehujanan,alami,Obat tradisional

Ilustrasi. ( StockSnap dari Pixabay )

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Kota Bandung sudah memasuki musim hujan. Bagi pengendara motor, kehujanan bisa menyebabkan masuk angin. Perut kembung, pusing, mual, pegal-pegal, dan linu tentu dapat mengganggu kita dalam melakukan aktivitas. 

Secara tradisional, terapi alternatif kerokan sering dipilih sebagai cara untuk mengurangi keluhan-keluhan tersebut. Namun, apakah kerokan bermanfaat secara medis atau justru berbahaya?

Dikutip dari alodokter, kerokan merupakan salah satu terapi alternatif tradisional yang sering digunakan di negara-negara Asia, termasuk di Indonesia. Terapi menggunakan alat khusus atau koin yang digosokkan pada permukaan kulit ini juga ditemukan di Tiongkok. Oleh masyarakat Tiongkok, kerokan disebut gua sha.

Pengaruh Kerokan pada Tubuh
Kerokan dipercaya dapat meringankan keluhan pegal, lemas, dan linu pada badan. Kerokan dilakukan dengan menggosokkan koin atau alat pengerok khusus dengan tepi tumpul, ke permukaan kulit yang sebelumnya telah diolesi minyak pijat.

Sementara itu, gua sha dilakukan dengan sendok keramik, koin, potongan tanduk kerbau, atau giok. Koin atau alat yang digosokkan akan membentuk garis-garis atau bintik-bintik kemerahan di kulit yang biasanya hilang setelah 2-4 hari. Bintik-bintik kemerahan ini disebut sha dalam istilah pengobatan tradisional Tiongkok.

Gesekan koin dan alat-alat tersebut sebenarnya melukai atau memecahkan pembuluh darah yang berada di bawah kulit. Proses ini memunculkan garis-garis kemerahan yang secara medis disebut petechiae atau ekimosis.

Secara tradisional, teknik ini dipercaya dapat melancarkan aliran darah atau energi yang disebut "chi", serta mengurangi peradangan yang dipercaya menjadi sumber rasa nyeri dan pegal. Proses penyembuhan penyakit juga dipercaya akan berjalan lebih cepat dengan teknik ini. Koin dapat digosokkan pada punggung, bokong, lengan, dan kaki.

Manfaat Kerokan Secara Medis
Beberapa penelitian menduga bahwa teknik ini menghasilkan efek antinyeri, antiradang, dan meningkatkan kinerja sistem kekebalan tubuh. Sayangnya, penelitian ilmiah yang meneliti manfaat kerokan dari sisi medis ini masih sangat terbatas.

Berikut adalah beberapa manfaat kerokan yang sudah ditelaah secara medis:
1. Meredakan sakit kepala dan migrain
Jika Anda mengalami sakit kepala atau migrain yang tidak kunjung sembuh dengan obat-obatan biasa, kerokan mungkin dapat menjadi salah satu alternatif untuk meredakannya. Kerokan diduga dapat melancarkan aliran darah dalam tubuh, sehingga membantu meringankan sakit kepala.

2. Meringankan nyeri leher
Kerokan juga dapat mengurangi keluhan nyeri leher yang sudah berlangsung lama (kronis). Suatu penelitian menunjukkan bahwa terapi kerokan dapat meringankan nyeri di leher, meskipun efek ini berlangsung cukup singkat.

3. Mengurangi pembengkakan payudara
Payudara yang membengkak dan nyeri sering dialami oleh ibu menyusui karena produksi susu yang meningkat. Keluhan ini tentunya dapat menyulitkan proses menyusui.

Satu penelitian berskala kecil menunjukkan bahwa gua sha atau kerokan dapat mengurangi pembengkakan payudara pada ibu yang baru melahirkan, sehingga menyusui jadi lebih mudah.

4. Mengurangi nyeri punggung bawah
Terapi kerokan dapat mengurangi nyeri punggung bawah kronis. Menurut suatu penelitian, kerokan bermanfaat untuk mengurangi keparahan nyeri punggung bawah serta memudahkan penderitanya untuk kembali beraktivitas.

Namun, efektivitas dan keamanan terapi kerokan ini belum diketahui pada nyeri punggung bawah yang disebabkan oleh cedera, saraf terjepit, kelainan bentuk tulang belakang, penyempitan tulang belakang, penyakit rematik, dan tumor atau kanker.

5. Mengatasi sindrom perimenopause
Periode perimenopause adalah waktu sebelum terjadinya menopause. Selama periode ini, perubahan kadar hormon estrogen dalam darah dapat menyebabkan berbagai keluhan, seperti:

  • Mudah berkeringat dan wajah menjadi merah (hot flashes)
  • Menstruasi tidak teratur
  • Nyeri otot dan tulang
  • Mudah lelah
  • Susah tidur
  • Vagina kering
  • Sering merasa cemas

Beberapa penelitian membuktikan bahwa kerokan yang dipadukan dengan pengobatan konvensional lebih ampuh dalam mengatasi sindrom perimenopause dibandingkan terapi konvensional saja.

Perlu diingat, kerokan sebaiknya tidak dilakukan pada orang yang memiliki masalah kesehatan tertentu, seperti:

  • Gangguan pembekuan darah
  • Diabetes
  • Daya tahan tubuh yang lemah
  • Sedang mengonsumsi obat pengencer darah

Secara umum, kerokan bisa dianggap sebagai terapi yang aman dilakukan, terutama untuk keluhan ringan, seperti pegal, nyeri otot, dan sakit kepala. Meski begitu, kerokan sebaiknya dilakukan oleh pemijat atau praktisi akupunktur yang memiliki kompetensi untuk terapi ini, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, kebersihan alat yang digunakan untuk mengerok juga perlu diperhatikan agar tidak terjadi infeksi pada kulit. Jika setelah kerokan, muncul masalah pada kulit, seperti rasa perih, bekas kerokan tidak kunjung hilang, atau infeksi, sebaiknya segera periksakan ke dokter.
 

Editor: Andres Fatubun

terbaru

Perempuan Perlu Waspada Gejala Infertilitas Ini

Sehat Rabu, 27 Januari 2021 | 01:12 WIB

Masalah infertilitas atau kesuburan bisa terjadi pada wanita. Untuk wanita, infertilitas dapat disebabkan oleh banyak fa...

Gaya Hidup - Sehat, Perempuan Perlu Waspada Gejala Infertilitas Ini, Infertilitas,Infertilitas pada perempuan,ciri infertilitas,tanda infertilitas

Pasien Covid-19 Dilarang Olahraga, Berisiko Miokarditis

Sehat Rabu, 27 Januari 2021 | 01:03 WIB

Pasien Covid-19 yang mengalami gejala seperti demam, nyeri tubuh, dan pembengkakkan diimbau untuk tidak berolahraga samp...

Gaya Hidup - Sehat, Pasien Covid-19 Dilarang Olahraga, Berisiko Miokarditis, Pasien Covid-19,Miokarditis,Pasien Covid-19 Dilarang Olahraga

Pakar Kesehatan Sarankan Pakai Dua Masker untuk Cegah Covid-19

Sehat Selasa, 26 Januari 2021 | 20:48 WIB

Pakai dua masker selama pandemi mungkin merupakan cara yang sangat efektif untuk melindungi diri Anda dari virus corona,...

Gaya Hidup - Sehat, Pakar Kesehatan Sarankan Pakai Dua Masker untuk Cegah Covid-19, Pakai Dua Masker,Cegah Covid-19,Pakar Kesehatan

Sering Diare Disertai Darah Bisa Jadi Tanda Kanker Kolorektal

Sehat Selasa, 26 Januari 2021 | 15:44 WIB

Saat Anda mengalami diare, sembelit terus menerus, disertai feses berdarah sebaiknya perlu curiga ini tanda kanker kolor...

Gaya Hidup - Sehat, Sering Diare Disertai Darah Bisa Jadi Tanda Kanker Kolorektal, kanker,Kanker Kolorektal,gejala Kanker Kolorektal,tanda Kanker Kolorektal,mencegah kanker,mencegah  Kanker Kolorektal

Cara agar Penderita Diabetes Bisa Makan Enak dan Sehat

Sehat Selasa, 26 Januari 2021 | 13:15 WIB

Penderita diabetes mungkin kesulitan untuk leluasa mencicipi menu makanan yang lezat. Makanan sehat adalah salah satu 's...

Gaya Hidup - Sehat, Cara agar Penderita Diabetes Bisa Makan Enak dan Sehat, Diabetes,Jam Makan Penderita Diabetes,cara mengobati diabetes,makanan sehat untuk penderita diabetes,makanan sehat diabetes,mengobati diabetes,mencegah diabtes

Apakah Dexamethasone Masih Manjur untuk Pasien Varian Baru Covid-19?

Sehat Selasa, 26 Januari 2021 | 11:29 WIB

Obat steroid berharga murah yang mampu menyelamatkan nyawa pasien Covid-19 semestinya ampuh pada pasien yang terinfeksi...

Gaya Hidup - Sehat, Apakah Dexamethasone Masih Manjur untuk Pasien Varian Baru Covid-19?, obat covid-19,varian baru Covid-19,Dexamethasone,harga Dexamethasone

Tinggalkan Protokol Kesehatan Usai Divaksin adalah Tindakan Egois

Sehat Selasa, 26 Januari 2021 | 09:30 WIB

Ada saja orang yang beranggapan bahwa orang yang telah divaksin Covid-19 akan kebal terhadap virus. Mereka mengira tida...

Gaya Hidup - Sehat, Tinggalkan Protokol Kesehatan Usai Divaksin adalah Tindakan Egois, Vaksin Covid-19,COVID-19,Corona,protokol kesehatan covid-19,Protokol Kesehatan,prokes

6 Perubahan Fisik yang Jadi Tanda Stres

Sehat Selasa, 26 Januari 2021 | 07:23 WIB

Orang-orang yang menyembunyikan rasa stresnya kemungkinan tetap akan memunculkan beberapa tanda stres.

Gaya Hidup - Sehat, 6 Perubahan Fisik yang Jadi Tanda Stres, Tanda Stres,Cara Mengatasi Stres,stres,Melepas Stres,tips redakan stres
dewanpers