web analytics
  

Sumur Peninggalan Belanda di Indramayu Kembali Semburkan Lumpur dan Gas

Selasa, 1 Desember 2020 06:30 WIB Erika Lia
Umum - Regional, Sumur Peninggalan Belanda di Indramayu Kembali Semburkan Lumpur dan Gas, Semburan lumpur Indramayu,Semburan gas Indramayu,Sumur peninggalan Belanda Indramayu

Semburan lumpur dan gas di Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

INDRAMAYU, AYOBANDUNG.COM -- Semburan lumpur liar akibat gas kembali muncul di Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu. Diawali bunyi kencang, semburan ini berpotensi menimbulkan kebakaran.

Semburan lumpur akibat gas di lokasi tersebut sebelumnya ditemukan pada sekitar akhir Oktober lalu. Kemunculannya di tengah sawah, tak jauh dari permukiman warga, dan merupakan bekas sebuah sumur peninggalan masa Belanda.

Sabtu (28/11/2020), semburan dilaporkan kembali muncul. Padahal, pada Rabu (25/11/2020), PT Pertamina diketahui telah memperbaikinya.

Semburan lumpur kali ini dinilai semakin mencemaskan karena lebih besar dan mengeluarkan bunyi kencang. Muncul dari titik yang sama dari kejadian sebelumnya, semburan itu menguarkan aroma gas menyengat.

Salah seorang warga, Dana (54) mengungkapkan, semburan kembali muncul pada Sabtu malam disertai suara kencang.

"Bunyinya mirip pesawat terbang yang lewat," katanya, Senin (30/11/2020), seperti dilaporkan Ayocirebon.com.

Khawatir dengan keadaan itu, warga pun melaporkannya. Mereka gelisah karena semburan tak jauh dari permukiman.

Selain ledakan, warga pun mencemaskan kemungkinan dampak yang timbul akibat semburan lumpur tersebut pada tanaman di sawah di sekitarnya. Karena itu, mereka mengharapkan upaya penanggulangan segera kembali dilakukan.

"Takut semakin besar, saya harap segera diatasi," pintanya.

Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, A, Fatah mengungkapkan, semburan gas liar itu berisiko memunculkan kebakaran.

"Hasil pengecekan menggunakan alat detektor gas Rae oleh petugas PT Pertamina, semburan gas memiliki kandungan lower explosive limit (LEL) sebesar 22,3% dengan radius 5 meter," terangnya.

Meski terbuka risiko kebakaran, pihaknya meyakinkan, semburan itu tak berisiko menyebarkan racun berbahaya.

Pihaknya telah berupaya menghindarkan dampak semburan yang muncul atas pemukiman. Untuk ini, pihaknya membuka semburan dari palep guna menghindari beratnya tekanan gas.

"Kami juga sudah memasang garis polisi dan mengimbau masyarakat tak mendekat, termasuk menyalakan api di sekitar lokasi," tuturnya.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Wagub Dorong Baznas Berinovasi dengan Memanfaatkan Teknologi

Regional Selasa, 26 Januari 2021 | 13:07 WIB

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, pengelolaan zakat dengan memanfaatkan teknologi s...

Umum - Regional, Wagub Dorong Baznas Berinovasi dengan Memanfaatkan Teknologi, pengelolaan Zakat,Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum,Zakat,Zakat di jabar

Pelaku Curanmor di Bekasi Beraksi Seperti Robin Hood

Regional Selasa, 26 Januari 2021 | 11:37 WIB

Dua residivis pencuri sepeda motor (curanmor) beraksi di Kampung Koja Dua, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat p...

Umum - Regional, Pelaku Curanmor di Bekasi Beraksi Seperti Robin Hood, Robin Hood,Pelaku Curanmor,Curanmor Bekasi,Berita Bekasi,Bekasi Hari Ini

Vaksin Covid-19 Tiba Besok, Kota Tasikmalaya Dapat 7.400 Dosis

Regional Selasa, 26 Januari 2021 | 11:29 WIB

Jumlah tersebut bertambah dari jumlah sebelumnya yakni 4.020 dosis.

Umum - Regional, Vaksin Covid-19 Tiba Besok, Kota Tasikmalaya Dapat 7.400 Dosis, Vaksinasi Covid-19 Tasikmalaya,Tempat Vaksinasi Covid-19 Tasikmalaya,Waktu Vaksinasi Covid-19 Tasikmalaya,Tasikmalaya

Update Zona Covid-19 Jabar Pekan Ini: 6 Merah, 17 Oranye, 4 Kuning

Regional Selasa, 26 Januari 2021 | 11:23 WIB

Kabupaten Bandung kembali masuk, tetapi Kabupaten Bandung Barat sudah keluar.

Umum - Regional, Update Zona Covid-19 Jabar Pekan Ini: 6 Merah, 17 Oranye, 4 Kuning, zona merah jabar,Zona merah Jawa Barat,zona Covid-19 Jabar,zona covid-19 Jawa Barat

Pelaku Pedofilia di Garut Hampir Diamuk Massa

Regional Selasa, 26 Januari 2021 | 11:07 WIB

Polisi mengamankan seorang pemuda yang diduga pelaku pedofilia dari amukan massa. Sebelumnya masyarakat melaporkan adany...

Umum - Regional, Pelaku Pedofilia di Garut Hampir Diamuk Massa, Pedofilia,Pedofilia di Garut,Pelaku pedofilia di Garut,Berita Garut,kekerasan seksual

Total Pasien Sembuh di Depok Capai 19.460 Orang

Regional Selasa, 26 Januari 2021 | 10:59 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok kembali memperbarui data perkembangan kasus Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang dir...

Umum - Regional, Total Pasien Sembuh di Depok Capai 19.460 Orang, COVID-19,Pemkot Depok,Corona di Depok,Covid-19 di Depok,Data Corona Depok,Data Covid-19 Depok

Kasus Penganiayaan Habib Bahar Dilimpahkan ke PN Kota Bogor

Regional Selasa, 26 Januari 2021 | 10:08 WIB

Kasus Penganiayaan Habib Bahar Dilimpahkan ke PN Kota Bogor

Umum - Regional, Kasus Penganiayaan Habib Bahar Dilimpahkan ke PN Kota Bogor, Bahar Bin Smith,Habib Bahar bin Smith,Kasus Habib bahar bin Smith,PN Kota Bogor

Pesantren di Garut Ditutup Sementara Usai Puluhan Santri Positif

Regional Selasa, 26 Januari 2021 | 07:55 WIB

Para santri yang positif telah dibawa ke Rumah Sakit Medina untuk menjalani isolasi.

Umum - Regional, Pesantren di Garut Ditutup Sementara Usai Puluhan Santri Positif, Klaster pesantren Garut,Klaster pesantren Covid-19,Klaster pesantren Jabar,Garut
dewanpers