web analytics
  

2 Kecamatan dan 17 Kelurahan Kota Bandung Sudah Bebas BAB Sembarangan

Selasa, 1 Desember 2020 05:12 WIB Fira Nursyabani
Bandung Raya - Bandung, 2 Kecamatan dan 17 Kelurahan Kota Bandung Sudah Bebas BAB Sembarangan, Open Defaction Free (ODF),Bebas BAB Sembarangan,BAB sembarangan,Gebyar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM),Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS)

Warga melintas di dekat saluran pembuangan langsung ke sungai di Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Rabu (25/11/2020). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Rita Verita mengatakan, terjadi peningkatan yang cukup signifikan kelurahan yang mencapai Open Defecation Free (ODF) 100%.

Pada 2019, hanya 7 Kelurahan yang sudah ODF, tetapi tahun ini, jumlahnya mencapai 17 kelurahan dan 2 Kecamatan yaitu Gedebage dan Rancasari. 

"Pada tahun 2019, Kota Bandung menargetkan ODF 100 persen di tahun 2020. Tapi karena datangnya pandemi Covid-19 tidak dapat tercapai. Kita tidak boleh berputus asa. Semoga tercapai Tahun 2021 dengan komitmen bersama," katanya dalam acara Gebyar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), Stunting, dan Puncak Hari Kesehatan Nasional ke-56 Tingkat Kota Bandung di Hotel Grand Pasundan, Senin (30/11/2020).

Gebyar STBM Stunting bertujuan menyosialisasikan kepada seluruh komunitas masyarakat, wilayah, dan perangkat daerah agar dapat membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Dalam gebyar ini tentunya kami juga ingin menyampaikan apresiasi kepada Kewilayahan yang sudah berjuang secara penuh. Sehingga mencapai target ODF 100 persen sesuai komitmen bersama," ujar Rita.

Pada acara ini, kewilayahan memperoleh Piagam Pelangi dengan pencapaian progres akses sanitasi dengan tingkatan: merah 0-35%, Kuning 36-70%, Hijau 71-99,9%, dan Gold 100%.

Akses sanitasi Kota Bandung per 27 November 2020 adalah 68,93% dengan progress peningkatan akses sanitasi selama satu tahun sebanyak 5%. 

Rita berharap, dengan hasil tersebut, semangat di kewilayahan lain tetap timbul untuk mendorong upaya akses sanitasi yang baik di wilayahnya masing-masing. Terutama yang sedikit lagi mencapai 100% didorong semaksimal mungkin.

"Kita tidak boleh lengah karena tantangan masih berat. Di tahun 2030 harus mencapai universal access artinya seluruh KK harus memiliki akses sanitasi dengan baik dan 100% tidak buang air besar sembarangan dan pembuangan akhir tidak ke selokan atau sungai," katanya.

Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengajak seluruh komponen di Kota Bandung menciptakan STBM dan penurunan stunting. Partisipasi masyarakat dan kolaborasi, kata dia, merupakan kata kunci keberhasilan mencapai ODF 100% dan juga penurunan angka stunting.

"Berbicara STBM terkait sanitasi ODF 100% dan juga upaya menekan angka stunting, maka sesungguhnya kita harus terus mengajak seluruh komponen masyarakat Kota Bandung dimulai dari Keluarga, masyarakat," katanya dalam kesempatan yang sama.

Menurut Oded, pemerintah bertugas mengedukasi masyarakat melalui Dinas dan Instansi terkait. Itu berkolaborasi dengan aparat kewilayahan agar dapat mencapai seluruh wilayah di Kota Bandung.

"Alhamdulillah, kita sudah banyak berkolaborasi antar atau lintas OPD. Bahkan lintas vertikal dengan Dansektor 22 (Satgas Citarum Harum). Bersama-sama kita terus melakukan upaya mengajak dan membimbing masyarakat," katanya.

Wali Kota Bandung Oded M Danial dalam acara Gebyar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), Stunting, dan Puncak Hari Kesehatan Nasional ke-56 Tingkat Kota Bandung di Hotel Grand Pasundan, Senin (30/11/2020). (dok. Humas Setda Kota Bandung)

"Ke depan saya titip pesan bahwa kata kunci pembangunan adalah harus bersama-sama mengedukasi masyarakat. Jika sudah teredukasi maka ada kesepahaman dan kesadaran yang sama," tambah Oded.

"Sehingga apa pun program kita dapat dilakukan di masyarakat, terlebih urusan stunting dan STBM ini," ucapnya.

Oded menyampaikan APBD Kota Bandung dapat diberikan hanya sebagai stimulus dalam melaksanakan program di masyarakat.

"Terpenting bagaimana mencetak masyarakat agar mainsetnya menjadi masyarakat yang punya peradaban. Ujungnya apabila stunting dan STBM di Kota Bandung selesai, bisa jadi indikator bahwa masyarakat Kita Bandung mampu menjadi kontributor peradaban dunia," ungkapnya.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers