web analytics
  

Polisi Minta Habib Rizieq dan Menantunya Penuhi Panggilan

Senin, 30 November 2020 23:18 WIB
Umum - Nasional, Polisi Minta Habib Rizieq dan Menantunya Penuhi Panggilan, Habib Rizieq Shihab,Habib Rizieq Dipanggil Polisi

Habib Rizieq Shihab (HRS). (Istimewa)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Polda Metro Jaya telah melayangkan surat pemanggilan terhadap saksi-saksi kasus kerumunan massa di Petamburan, Jakarta Pusat. Salah satunya adalah Habib Rizieq Shihab (HRS) sebagai tuan rumah akad nikah puterinya. Karena itu Polda berharap yang bersangkutan bisa hadir pada pemeriksaan yang dijadwalkan pada Selasa (1/12/2020) besok.

Rencananya ada tiga orang yang dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan. Di antaranya, kuasa hukum FPI, menantu HRS inisialnya HA, HRS dan satu orang panitia inisial HU yang hari ini tidak hadir. "Mudah-mudahan ketiga orang dan satu yang hari ini tidak bisa, mungkin bisa hadir besok memenuhi panggilan penyidik untuk kita harapkan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (30/11/2020).

Selain itu, Yusri juga berharap sebagai warga negara Indonesia semuanya harus patuh terhadap hukum. Termasuk hadir dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Disamping itu, mereka sebagai saksi dapat menyampaikan semua apa yang harus disampaikan sesuai kapasitasnya. "Kita warga negara Indonesia harus patuh terhadap hukum," harap Yusri.

Sementara pada pemeriksaan hari ini, menurut Yusri, penyidik telah melakukan pemanggilan terhadap empat orang, yaitu lain Camat Tanah Abang, Ketua RW, Ketua RT, dan security. Sedangkan pada Ahad lalu, polisi telah memeriksa beberapa saksi lain, seperti babinsa, bhabinkamtibmas, dan Plt Kapolsek Tanah Abang. Semua saksi diperiksa sejak kasus kerumunan massa di Petamburan dinaikan ke tingkat penyidikan.

"Sejak ditingkatkan ke penyidikan kemudian kita mengundang saksi-saksi yang ada, yang tersangkut ke dalam pasal 160 KUHP atau pasal 93 di undang-undang nomor 6 tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan juga di pasal 216 KUHP," terang Yusri.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menegaskan pihak penyidik menemukan unsur tindak pidana dalam kasus kerumunan massa pada akad nikah puteri HRS. Maka dengan ditemukannya tindak pidana, pihak kepolisian menaikkan status kasusnya dari penyelidikan ke tingkat penyidikan.

"Penyidik yang menangani akad nikah di Petamburan berdasarkan hasil penyelidikan sudah ditemukan adanya perbuatan pidana. Sehingga hari ini naik sidik," tegas Fadil Imran saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (27/11) lalu.

Dalam kasus kerumunan massa di Petamburan tersebut, pihak kepolisian memanggil tiga elemen. Di antaranya, elemen dari pemerintah daerah atau Pemda, elemen panitia penyelenggara dan juga elemen saksi tamu yang hadir pada acara pernikahan Syarifah Najwa Shihab dengan Irfan Alaydrus itu sendiri.

Namun dalam tahap penyidikan ini, Kapolda Irjen Pol Fadil Imran menyampaikan bahwa penyidik akan memanggil kembali pihak-pihak yang terkait. Untuk kabar HRS yang tengah dirawat di salah satu rumah sakit, Fadil memilih berprasangka baik saja.

"Semua pihak yang dipandang perlu untuk Diminta keterangan akan dipanggil untuk dimintai keterangan," kata Fadil.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Dirut Batik Air Achmad Luthfie Meninggal Dunia

Nasional Minggu, 24 Januari 2021 | 08:41 WIB

Kabar duka datang dari dunia penerbangan nasional. Direktur Utama Batik Air Captain Achmad Luthfie meninggal dunia, Sabt...

Umum - Nasional, Dirut Batik Air Achmad Luthfie Meninggal Dunia, Dirut Batik Air meninggal,Dirut Batik Air Achmad Luthfie meninggal,Achmad Luthfie meninggal,Achmad Luthfie,Batik Air

BNPB: 197 Bencana Landa Indonesia dalam 23 Hari

Nasional Minggu, 24 Januari 2021 | 08:30 WIB

Mayoritas bencana tersebut merupakan bencana hidrometeorologi atau bencana yang terjadi sebagai dampak dari fenomena met...

Umum - Nasional,  BNPB: 197 Bencana Landa Indonesia dalam 23 Hari, Bencana alam Indonesia 2021,BMKG,BNPB,bencana alam 2021,bencana hidrometeorologi

Ratusan Nakes Ini Batal Divaksin Karena Punya Diabetes dan Hipertensi

Nasional Sabtu, 23 Januari 2021 | 19:07 WIB

Ratusan tenaga kesehatan yang sudah didaftar batal divaksin karena punya riwayat penyakit turunan

Umum - Nasional, Ratusan Nakes Ini Batal Divaksin Karena Punya Diabetes dan Hipertensi, Vaksinasi,Tenaga Kesehatan Positif Covid-19,Vaksin Covid-19,Jadwal Vaksin Covid-19

Bulan Depan, Bio Farma Produksi 4 Juta Vaksin Covid-19

Nasional Sabtu, 23 Januari 2021 | 15:14 WIB

Setelah menerima 15 juta dosis bulk vaksin Covid-19 dari Sinovac, pada 12 Januari 2021 yang lalu, Bio Farma siap untuk m...

Umum - Nasional, Bulan Depan, Bio Farma Produksi 4 Juta Vaksin Covid-19, vaksin corona,Vaksin Covid-19,Vaksin Biofarma,Biofarma,Vaksin Covid-19 Biofarma

Hore! BLT BPJS Ketenagakerjaan Cair, Tinggal Menunggu Waktu

Nasional Sabtu, 23 Januari 2021 | 14:29 WIB

Pencairan BLT BPJS Ketenagakerjaan sudah ditunggu-tunggu. Tapi ada beberapa di antara calon penerima yang akhirnya tidak...

Umum - Nasional, Hore! BLT BPJS Ketenagakerjaan Cair, Tinggal Menunggu Waktu , BLT BPJS Ketenagakerjaan,kapan blt bpjs ketenagakerjaan 2021 cair,blt bpjs ketenagakerjaan 2021,Jadwal Pencairan BLT BPJS Ketenagakerjaan,BLT BPJS Ketenagakerjaan Termin 3,blt pekerja formal,update blt pekerja,bantuan subsidi gaji,kemnaker.go.id

Doni Munardo Diduga Tertular Covid-19 Gara-gara Lepas Masker Saat Maka...

Nasional Sabtu, 23 Januari 2021 | 12:35 WIB

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meyakini dirinya terpapar Covid-19 saat makan sehingga terpaksa mele...

Umum - Nasional, Doni Munardo Diduga Tertular Covid-19 Gara-gara Lepas Masker Saat Makan Bersama, Doni Munardo Positif Covid-19,dimana Doni Munardo kena corona,Doni Munardo,Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo,Satgas Covid-19

KKP Tetapkan 20 Jenis Ikan Dilindungi, Bagaimana dengan Cupang?

Nasional Sabtu, 23 Januari 2021 | 11:10 WIB

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerbitkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1 Tahun 2021 tentang...

Umum - Nasional, KKP Tetapkan 20 Jenis Ikan Dilindungi, Bagaimana dengan Cupang?, Ikan dilindungi,20 Ikan dilindungi,Ikan cupang,arwana,Ikan Arwana

Dorong Ekonomi Kerakyatan, NU Luncurkan Nahdlyin Smartbox

Nasional Sabtu, 23 Januari 2021 | 10:25 WIB

Nahdlatul Ulama (NU) mendorong program pemerintah untuk membangun ekonomi kerakyatan serta mencetak usahawan baru dari...

Umum - Nasional, Dorong Ekonomi Kerakyatan, NU Luncurkan Nahdlyin Smartbox, Nahdlatul Ulama (NU),Nahdlyin Smartbox
dewanpers