web analytics
  

7 Daerah di Jabar Kembali Masuk Zona Merah

Senin, 30 November 2020 15:32 WIB Nur Khansa Ranawati
Umum - Regional, 7 Daerah di Jabar Kembali Masuk Zona Merah, Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum,Uu Ruzhanul Ulum,zona merah,Zona Merah Covid-19

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum. (ayobandung/Nur Khansa)

GEDEBAGE, AYOBANDUNG.COM -- Minggu ini, tujuh kota dan kabupaten di Jawa Barat kembali masuk ke dalam zona resiko tinggi penyebaran Covid-19 alias zona merah. Ketujuh daerah tersebut masih sama dengan yang diumumkan sebagai zona merah pada dua pekan lalu.

Ketujuh daerah yang masuk zona merah minggu ini adalah Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Bandung, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten dan Kota Bekasi, serta Kota Cimahi. Tiga di antaranya akan segera menyelenggarakan Pilkada Serentak.

"Daerah resiko tinggi masih ada di tujuh daerah. Ada beberapa daerah yang melaksanakan Pilkada menjadi resiko tinggi, yaitu Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Karawang," ungkap Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum dalam konferensi pers di Mapolda Jabar, Senin (30/11/2020).

Meski jumlah daerah yang masuk zona merah minggu ini tak bisa dibilang sedikit, Uu mengatakan penyebaran Covid-19 di Jabar masih relatif terkendali. Angka reproduksinya masih berada di bawah 1.

"Penyebaran ada di 0,72, ini terkendali," ungkapnya.

Uu menyebutkan, penyebaran Covid-19 di beberapa daerah di Jabar ditemukan dalam klaster rumah tangga. Sehingga, penyebaran paling banyak diduga berasal dari kantor yang kemudian terbawa sampai ke rumah, atau sebaliknya.

Di samping itu, angka keterisian atau okupansi rumah sakit-rumah sakit rujukan Covid-19 di Jabar juga mengalami peningkatan. Keterisiannya sudah berada di atas batas maksimal yang ditetapkan WHO, yakni 65%.

"Keterisian di Jabar sekarang sudah 75%. Sebenarnya ini sudah di ambang batas yang 65%. Tapi ini didominasi oleh Bodebek. Kalau wilayah lain relatif aman, tapi dari jumlah tersebut diakumulasikan (menjadi angka okupansi) di Jabar," jelasnya. v 

PSBB Bodebek Diperpanjang
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara proporsional di wilayah Bodebek (Kota Bogor, Depok, Bekasi, Kabupaten Bogor, dan Bekasi) kembali diperpanjang. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan perpanjangan PSBB tersebut akan berlangsung hingga 23 Desember 2020.

Perpanjangan itu tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Jabar Nomor:443/Kep.783-Hukham/2020 tentang Perpanjangan Kedelapan Pemberlakuan PSBB secara Proporsional di Wilayah Bodebek dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19. Kepgub itu ditandatangani Emil, sapaan Ridwan Kamil pada Kamis (26/11/2020).

Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Daerah Provinsi Jabar Daud Achmad  mengatakan, dalam Kepgub tersebut kepala daerah wilayah Bodebek dapat menerapkan PSBB secara proporsional. Sesuai dengan level kewaspadaan Covid-19 masing-masing daerah.

"PSBB secara proporsional disesuaikan dengan kewaspadaan daerah di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan dalam bentuk Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM)," kata Daud, Senin (30/11/2020).

Keputusan perpanjangan PSBB proporsional wilayah Bodebek diselaraskan dengan kebijakan pemerintah DKI Jakarta yang memperpanjang PSBB transisi sampai 6 Desember 2020. Keputusan tersebut, ia mengatakan, didasarkan pada berbagai hasil kajian epidemiologi.

"Penambahan kasus di wilayah Bodebek dalam sepekan terakhir ini masih cukup tinggi," ungkapnya.

Berdasarkan data PIKOBAR (Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar hari ini pukul 11:00 WIB, jika diakumulasikan, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di kawasan Bodebek dalam tujuh hari terakhir bertambah 880 kasus. 

Daud pun mengimbau kepada masyarakat Jabar, khususnya Bodebek, untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M.

"Kalau protokol kesehatan diterapkan dengan ketat, kami yakin pengendalian COVID-19 dan pemulihan ekonomi di Jabar dapat berjalan bersamaan," katanya.

Selain itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengeluarkan Surat Edaran Nomor:185/KS.13.04/Hukham tentang Peningkatan Kepatuhan terhadap Protokol Kesehatan dalam Penanganan Penyebaran COVID-19. Surat edaran tersebut ditujukan kepada Kepala Perangkat Daerah/Biro di Lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar.

Daud mengatakan, ada empat poin yang tercantum dalam surat edaran tersebut. Pertama, meminta Kepala Perangkat Daerah/Biro di Lingkungan Pemda Provinsi Jabar meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan 3M di ruang publik.

"Poin kedua, Kepala Perangkat Daerah/Biro di Lingkungan Pemda Provinsi Jabar harus mengutamakan penyelenggaraan rapat atau pertemuan secara daring dengan menerapkan protokol kesehatan. Kemudian, harus melakukan langkah-langkah proaktif dalam penanganan COVID-19," ungkapnya

Sementara poin terakhir adalah instruksi bagi Kepala Perangkat Daerah/Biro di Lingkungan Pemda Provinsi Jabar untuk senantiasa menjadi teladan bagi masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Dengan tidak mengadakan kegiatan yang menimbulkan kerumunan dan tidak ikut dalam kerumunan yang berpotensi melanggar protokol kesehatan Covid-19," kata Daud. 

Editor: Andres Fatubun

terbaru

Warga Manonjaya Tasik Ditemukan Meninggal Depan Rumah, Kulitnya Membir...

Regional Minggu, 24 Januari 2021 | 21:23 WIB

Warga Manonjaya Tasik Ditemukan Meninggal Depan Rumah, Kulitnya Membiru

Umum - Regional, Warga Manonjaya Tasik Ditemukan Meninggal Depan Rumah, Kulitnya Membiru, mayat manonjaya,Berita Tasikmalaya,jantung,polresta tasik

Warga Perumahan di Cianjur Mandiri Cegah Covid-19

Regional Minggu, 24 Januari 2021 | 20:21 WIB

Warga Perumahan Cianjur Mandiri Cegah Covid-19

Umum - Regional, Warga Perumahan di Cianjur Mandiri Cegah Covid-19, COVID-19,cianjur,Protokol Kesehatan

22 Pengendara Motor Knalpot Bising di Cianjur Ditindak Tegas

Regional Minggu, 24 Januari 2021 | 19:11 WIB

Polres Cianjur bersama Kodim 0608 Cianjur mulai bertindak tegas dalam operasi Cipta Kondisi di pusat Kota Cianjur yang d...

Umum - Regional, 22 Pengendara Motor Knalpot Bising di Cianjur Ditindak Tegas, cianjur,Knalpot bising,Protokol Kesehatan,COVID-19

Korban Terseret Ombak di Pantai Jayanti Cianjur Belum Ditemukan

Regional Minggu, 24 Januari 2021 | 18:57 WIB

Seorang pemuda Rustana Satriaji (23) asal Desa Limbangansari Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur hilang terseret ombak d...

Umum - Regional, Korban Terseret Ombak di Pantai Jayanti Cianjur Belum Ditemukan, Pantai Jayanti,cianjur

Diduga Cemarkan Nama Baik, Ketua KPAID Cirebon Dilaporkan ke Polda Met...

Regional Minggu, 24 Januari 2021 | 17:05 WIB

Dianggap telah mencemarkan nama baik IL, pada gugatan cerai di Pengadilan Agama Sumber Kabupaten Cirebon, tim kuasa huku...

Umum - Regional, Diduga Cemarkan Nama Baik, Ketua KPAID Cirebon Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Ketua KPAID Kab Cirebon,kasus kpaid cirebon,Kasus Pencemaran Nama baik,Polda Metro Jaya,razman arif nasution,Berita Cirebon Hari Ini

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata Positif Covid-19

Regional Minggu, 24 Januari 2021 | 16:34 WIB

Bupati Jeje diduga tertular Covid-19 saat bertemu dengan temannya di luar kota. Temannya tersebut dilaporkan terlebih da...

Umum - Regional, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata Positif Covid-19, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata,Bupati Pangandaran positif Covid-19,Jeje Wiradinata positif Covid-19,Pangandaran

Warga Sumedang Dilaporkan Tenggelam di Sungai Cimanuk

Regional Minggu, 24 Januari 2021 | 15:21 WIB

Hingga pencarian hari ketiga, korban masih belum juga ditemukan.

Umum - Regional, Warga Sumedang Dilaporkan Tenggelam di Sungai Cimanuk, warga tenggelam Sumedang,warga tenggelam Sungai Cimanuk,tenggelam,Berita Sumedang,Sungai Cimanuk

Tes Antigen Acak Sasar Warga Nongkrong di Tasikmalaya

Regional Minggu, 24 Januari 2021 | 15:16 WIB

Satgas Covid-19 Kota Tasikmalaya masih gencar melakukan operasi yustisi untuk menegakan disiplin protokol kesehatan (pro...

Umum - Regional, Tes Antigen Acak Sasar Warga Nongkrong di Tasikmalaya, Operasi Yustisi Tasikmalaya,Rapid Test Antigen,Tes Swab Covid-19,Covid-19 Tasikmalaya,Tasikmalaya

artikel terkait

dewanpers