web analytics
  

UKPBJ KBB Canangkan Tata Kelola Perfect 

Minggu, 29 November 2020 23:36 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah,  UKPBJ KBB Canangkan Tata Kelola Perfect , KBB,ngamprah,Berita Ngamprah

Kepala Bagian Pengadaan KBB Anni Roslianti (ayobandung/Tri Junari)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Berdasarkan rekapitulasi Rencana Umum Pengadaan Tahun Anggaran 2019, Bagian Pengadaan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan berbagai pengadaan dengan pagu anggaran mencapai lebih dari Rp700 miliar.

Pagu anggaran tersebut untuk berbagai metode pengadaan, dari mulai pengadaan langsung, e-Purchasing, tender, seleksi, tender cepat, hingga penunjukan langsung. Pagu anggaran itu pun menyangkut lebih dari 2.000 paket.

Dengan jumlah paket pengadaan yang besar itu, Bagian PBJ KBB pun dituntut untuk memimpin dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan pengadaan barang/jasa dengan baik. Oleh karena itu, Kepala Bagian Pengadaan KBB Anni Roslianti memandang perlu meningkatkan kinerja dan perubahan tata kelola.

“Proyek perubahan ini berupa tata kelola Perfect. Perfect ini adalah singkatan dari Procurement for Effectivity, Comfortability, and Security. Proyek perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan tata kelola pada Bagian Pengadaan dengan menata sarana dan prasarana,” kata Anni saat di hubungi Ayobandung.com (29/11/2020).

Penataan sarana dan prasarana tersebut ditujukan dalam rangka mendukung keefektifan, kenyamanan, dan keamanan dalam melaksanakan layanan pengadaan barang/jasa. Dengan adanya upaya perubahan itu, diharapkan kualitas layanan di Bagian Pengadaan Setda KBB bisa jauh lebih baik dan lebih berkualitas.

“Bagian Pengadaan memiliki tanggung jawab penuh atas terlaksananya pengadaan barang/jasa yang menerapkan prinsip-prinsip pengadaan, yaitu efisien, efektif, transparan, terbuka, bersaing, adil, dan akuntabel. Kami juga dituntut untuk mematuhi etika pengadaan,” katanya.

Dalam rangka menerapkan prinsip-prinsip pengadaan dan untuk mematuhi etika pengadaan, diperlukan sarana dan prasarana yang dapat mendukung keefektifan, kenyamanan, dan keamanan dalam memberikan pelayanan pengadaan barang/jasa.

“Secara umum seluruh stakeholders terkait, baik internal maupun eksternal, sangat mendukung proyek perubahan. Bentuk dukungan banyak yang berupa saran dan masukan, sedangkan Sekretaris Daerah bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan memberikan dukungan berupa penyesuaian aggaran,” katanya.

Anni menjelaskan, kunci keberhasilan dalam pelaksanaan proyek perubahan tata kelola Perfect di lingkungan Pemkab Bandung Barat terdiri atas beberapa faktor. Pertama, papar dia, ialah kerja keras dari tim efektif dalam mewujudkan dan mendokumentasikan seluruh kegiatan.

“Yang kedua adalah kerja sama yang solid antara tim efektif dan seluruh stakeholder. Kemudian yang ketiga yaitu dukungan dari atasan langsung dan para stakeholder,” tutur Anni.

Meski begitu, dia tak memungkiri bahwa tata kelola Perfect pada perjalanannya dapat memiliki kendala, karena Perfect merupakan suatu inovasi yang baru dan diperlukan sosialisasi secara terus-menerus terhadap semua stakeholder dalam pengimplementasiannya.

“Proyek perubahan ini masih terlalu baru, sehingga agar proyek ini berhasil perlu sosialisasi Perfect secara berkelanjutan. Demikian pula dengan dukungan dari semua pihak, termasuk dukungan operasional dari sisi pendanaan yang dianggarkan,” katanya. 

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers