web analytics
  

Mengapa Antibiotik Harus Diminum Sampai Habis?

Minggu, 29 November 2020 17:43 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Mengapa Antibiotik Harus Diminum Sampai Habis?, antibiotik,antibiotik harus dihabiskan,obat dokter

Ilustrasi obat-obatan. (Pixabay/Arek Socha)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Antibiotik termasuk obat yang sering diresepkan dokter. Setiap dokter pasti akan menganjurkan pasien menghabiskan dosis antibiotik dan meminumnya sesuai aturan yang diberikan.

Ahli infeksi dan pediatri tropik Dr. Mulya Rahma Karyanti Sp.A(K)., mengatakan, anjuran dokter harus benar-benar diikuti pasien agat tidak menimbulkan resistensi antibiotik atau kekebalan tubuh terhadap antibiotik.

"Resistensi antibiotik bahasa awamnya adalah kekebalan terhadap antibiotik. Jadi kebal bisa karena penggunaan antibiotik berlebihan atau bisa juga masyarakat beli sendiri antibiotik di apotek kemudian diminum sendiri tanpa resep dari dokter. Suatu saat masyarakat kadang hanya minum (antibiotik) dua atau tiga hari kemudian mendingan, padahal itu yang bahaya sekali," jelas dokter Mulya dikutip dari siaran langsung Instagram bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Minggu (29/11/2020).

Konsumsi antibiotik tidak berdasar resep dan keliru dalam jumlah dosisnya bisa menyebabkan bakteri sensitif dalam tubuh mati lebih dulu, dan yang tertinggal bakteri kebal.

Mulya menjelaskan, bakteri kebal itu kemudian akan berkembangbiak lebih banyak di dalam tubuh sehingga tidak lagi mempan dengan antibiotik yang standar.

"Itu yang menyebabkan resisten antibiotik. Jadinya antibiotik harus naik ke yang tinggi lagi atau lebih poten. Suatu saat kalau ada penggunaan antibiotik berlebihan, kuman-kuman sensitif masih lemah atau masih bisa kena jadi mati duluan karena menghentikan antibiotik atau justru berlebihan," paparnya.

Ia menambahkan, respon antibiotik biasanya paling cepat muncul pada hari keempat. Namun meski kondisi sudah membaik dan antibiotik masih tersisa, dokter Mulya menyarankan agar tetap menghabiskan sesuai anjuran dokter.

Kemungkinan masih ada sisa-sisa bakteri yang memiliki kandungan genresisten sehingga harus dihabiskan agar semua bakteri mati.

"Kadar antibiotik mencapai stabil di dalam darah yang bisa menghambat bakteri itu di hari ke 4, ke 5. Makanya teruskan dulu (minum antibiotik) jangan dihentikan dulu. Gak sekali minum antibiotik panas turun, tapi butuh waktu," ujarnya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers