web analytics
  

BANDUNG HARI INI: Satu Tahun Kepulangan Maestro Lukis Jeihan Sukmantoro

Minggu, 29 November 2020 14:18 WIB Fira Nursyabani
Bandung Raya - Bandung, BANDUNG HARI INI: Satu Tahun Kepulangan Maestro Lukis Jeihan Sukmantoro, Jeihan Sukmantoro,Pemakaman Jeihan Sukmantoro,Karya Jeihan Sukmantoro,Perjalanan hidup Jeihan Sukmantoro,Bandung Hari Ini

Maestro Lukis Jeihan Sukmantoro. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Satu tahun lalu, tepatnya 29 November 2019, maestro lukis Jeihan Sukmantoro wafat pada pukul 18.15 WIB di studionya, Jalan Padasuka 147, Kota Bandung. Meski telah tiada, pelukis kelahiran Solo, 26 September 1938, itu tetap dikenang melalui karya-karyanya.

Ayobandung.com sempat berbincang dengan Jeihan sebelum legenda tersebut tutup usia. Saat itu ia berbicara tentang ‘Suwung” yakni sesuatu yang tidak ada tetapi ada.

"Puncak gerak, diam. Puncak tahu, tak tahu. Puncak hidup, mati. Saya sudah mulai mengerti semua. Sudah mulai belajar diam, sudah mulai tidak tahu, dan sudah siap mati. Saya tahu puncak kehidupan saya itu kematian, menuju Suwung," ujar Jeihan.

Konsep ‘Suwung’ atau ‘Sufi’ bagi Jeihan adalah cara atau upaya mengenal dan mendekatkan dirinya kepada Sang Pencipta sehingga memperoleh hubungan langsung secara sadar dengan-Nya.

“Sufi itu kan ke usaha manusia untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, yaitu Allah. Dalam berkesenian juga seperti itu, di mana belajar kembali ke asal. Itu bisa diruntun bahkan dari awal, ketika dimulai pada zaman homo sapien, ketika mahluk seperti kita ngerti tanda tanya. Siapa yang menciptakan kita dan mengapa kita ada. Dari sanalah kesadaran Pencarian Sang Pencipta itu ada,” ungkap Jeihan.

Karya-karya bertema ‘Sufi’ ini menunjukkan bagi Jeihan, kehidupan bukan saja memiliki realitas indrawi, melainkan pula realitas di luar indrawi. Realitas virtual, realitas spiritual, realitas emosional, atau apapun namanya semua hadir di mata Jeihan.

Menurut Jeihan, Sufi dalam kaitannya dengan relatif tertinggi sama dengan cinta. Cinta kepada Tuhan, cinta kepada sesama, cinta pada semesta.

“Kalau ditanya lebih jauh lagi ujungnya sufi atau cinta ini ada pada tataran spiritual reality. Kalau ditingkat tertinggi, disebutnya absolutly atau kemutlakan. Dan disitulah muncul Suwung. ujungnya Sufi  adalah Suwung,” ungkap Jeihan.

Pemilik Lukisan Mata Hitam

Jeihan sudah menunjukkan eksistensinya di dunia seni rupa Indonesia sejak 1960-an. Dan sampai saat ini ia dikenal sebagai pelukis potret manusia bermata hitam.

Karyanya yang bertajuk ‘Ratu Laut Nusantara’ (2016) menjadi salah satu potret ‘mata hitam’ yang tersohor. Lukisan ini menunjukkan figur seorang perempuan berjilbab putih berdiri tegak di depan cahaya sinar rembulan.

Karya Jeihan Sukmantoro yang bertajuk ‘Ratu Laut Nusantara’ (2016) (Ayobandung.com/Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

Bagi Jeihan, ‘mata hitam’ bermakna sikap hidup yang enggan tunduk dan terbuai pada realita. Ia mengatakan, secara futurologis, ‘mata hitam’ merupakan hasil evolusi kondisi manusia di masa depan.

“Jika ditanya ‘mata hitam’ itu ada dua jawaban, filosofis dan futuristis. Kenapa filosofis? Karena sesungguhnya manusia tengah berada dalam kegelapan misteri. Manusia tidak pernah tahu apa yang akan terjadi,” kata Jeihan kepada Ayobandung.com saat gelaran pameran tunggal Sufi/Suwung di Studio Jeihan, Kamis (1/6/2017) lalu.

Tak hanya itu, ‘mata hitam’ juga bermakna serupa dengan lubang hitam. Lubang hitam adalah tempat gravitasi menarik begitu kuat sehingga memerangkap cahaya dan mendistorsi ruang dan waktu.

Lubang hitam hanya dapat dideteksi lewat emisi terakhir yang dikeluarkan ketika terdapat benda jatuh ke dalamnya.

Dengan ‘mata hitam’, personifikasi figur yang dilukisnya pun tidak lagi menyimpan artikulasi yang sama dengan model (figur) aslinya. Jeihan dengan ‘mata hitam’-nya telah melakukan mistifikasi layaknya lubang hitam di alam semesta.

Ayah teladan

Tak hanya berjuluk seniman besar, Jeihan Sukmantoro juga dikenal sebagai sosok ayah teladan. Kepada Ayobandung.com, anak pertama almarhum, Atasi Amin, mengatakan Jeihan selalu berpesan kepada anak-anaknya agar tidak menyianyiakan waktu.

"Jelas figur sentral. Bapak orangnya perhatian, bapak juga teladan. Selalu bilang waktu adalah sesuatu yang berharga dan harus diperjuangkan dan pesannya juga jaga studio ini dan keluarga agar selalu rukun," ucap Atasi.

Pemakaman Jeihan Sukmantoro. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

Studio Jeihan di Jalan Padasuka, Kota Bandung, menjadi tempat peristirahatan terakhir sang maestro. Ia dikebumikan tepat di belakang bangunan itu. (Eneng Reni Nuraisyah Jamil/Faqih Rohman Syafei)

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Investasi di Jabar Rp120,4 Triliun, BKPM Puji Ridwan Kamil

Bandung Selasa, 26 Januari 2021 | 21:37 WIB

Provinsi Jawa Barat masih menjadi nomor satu dalam realisasi investasi sepanjang tahun 2020, yakni sebesar Rp120,4 trili...

Bandung Raya - Bandung, Investasi di Jabar Rp120,4 Triliun, BKPM Puji Ridwan Kamil, Investasi di Jabar,Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM),Gubernur Jabar Ridwan Kamil

Wagub Jabar Minta Sarbumusi NU Jabar Gelar Pelatihan Pekerja

Bandung Selasa, 26 Januari 2021 | 21:33 WIB

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menghadiri Pelantikan dan Musyawarah Kerja Wilayah Dewan Pimpinan Wilayah (DP...

Bandung Raya - Bandung, Wagub Jabar Minta Sarbumusi NU Jabar Gelar Pelatihan Pekerja, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum,Serikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi),Pelatihan Pekerja

PSBB Proporsional Kota Bandung Diperpanjang, Ini Aturan yang Berubah

Bandung Selasa, 26 Januari 2021 | 19:12 WIB

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional se-Jawa Barat diperpanjang hingga 8 Februari 2020,. Untuk itu, Wali...

Bandung Raya - Bandung, PSBB Proporsional Kota Bandung Diperpanjang, Ini Aturan yang Berubah, Perwal no 3 tahun 2021,PSBB Proporsional Kota Bandung Diperpanjang,Wali Kota Bandung Oded M. Danial

Pemkot Bandung Bantu Pengangkatan Jenazah Covid-19 Hingga Liang Lahat

Bandung Selasa, 26 Januari 2021 | 17:02 WIB

Merespon adanya polemik jasa angkut jenazah di TPU Cikadut yang mematok sejumlah imbalan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandu...

Bandung Raya - Bandung, Pemkot Bandung Bantu Pengangkatan Jenazah Covid-19 Hingga Liang Lahat, Pemkot Bandung,Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung,Jenazah Covid-19,Pemulasaraan Jenazah Covid-19,Pemakaman Jenazah Covid-19

Kota Bandung Sudah Terima 25.000 Vaksin Covid-19 Dosis Kedua 

Bandung Selasa, 26 Januari 2021 | 15:53 WIB

Vaksin Covid-19 dosis kedua ini sudah dapat didistribusikan ke fasilitas-fasilitas kesehatan yang ditunjuk mulai Rabu, 2...

Bandung Raya - Bandung, Kota Bandung Sudah Terima 25.000 Vaksin Covid-19 Dosis Kedua , Ahyani Raksanegara,Dinas Kesehatan Kota Bandung,vaksin dosis kedua,vaksinasi dosis kedua di Kota Bandung

Keterisian Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Ini Strategi Pemkot Ban...

Bandung Selasa, 26 Januari 2021 | 15:30 WIB

Jumlah keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 Kota Bandung mencapai 75,03% per Senin (25/1/2021). 

Bandung Raya - Bandung, Keterisian Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Ini Strategi Pemkot Bandung, rumah sakit rujukan covid-19,Dinas Kesehatan Kota Bandung,Berita Bandung,COVID-19,Protokol Kesehatan,siranap rs

Kamis ini, Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Kota Bandung

Bandung Selasa, 26 Januari 2021 | 14:41 WIB

10 orang tokoh yang telah divaksin Covid-19 Kamis (14/1) lalu akan kembali divaksin

Bandung Raya - Bandung, Kamis ini, Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Kota Bandung, vaksinasi Covid-19 dosis kedua di Bandung,vaksinasi Covid-19 dosis kedua,Kepala Dinkes Kota Bandung, Ahyani Raksanagara

Curi Motor di Andir, Pelaku Beralasan untuk Beli Cupang

Bandung Selasa, 26 Januari 2021 | 12:57 WIB

Saat melakukan aksinya, pelaku mencuri dan membawa kabur motor jenis Suzuki Satria FU. Tak hanya itu, sebelumnya pelaku...

Bandung Raya - Bandung, Curi Motor di Andir, Pelaku Beralasan untuk Beli Cupang, Curanmor Bandung,Curanmor Andir,Polsek Andir,pencurian Bandung

artikel terkait

dewanpers