web analytics
  

Apindo Cianjur Berharap Gubernur Jabar Tidak Ubah UMK 0%

Sabtu, 28 November 2020 14:35 WIB Muhammad Ikhsan
Umum - Regional, Apindo Cianjur Berharap Gubernur Jabar Tidak Ubah UMK 0%, UMK Cianjur,Ridwan Kamil,Apindo Cianjur

Buruh menuntut agar UMK Cianjur naik, tapi pengusaha merasa keberatan. (Ayobandung.com/M Ikhsan)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM — Para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Cianjur berharap kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil agar upah minimum kabupaten (UMK) tetap sama seperti tahun sebelumnya, lantaran akan berdampak negatif terhadap dunia usaha di Kabupaten Cianjur.

“Kami berharap Pak Gubernur tetap pada keputusan sebelumnya mengenai UMK di Cianjur, karena akan berdampak sekali pada dunia usaha di Cianjur,” ujar Ketua Apindo Cianjur Atat Sutardi kepada Ayobandung.com, Sabtu (28/11/2020).

Atat menjelaskan, sudah jelas pada rapat pleno Dewan Pengupahan Kabupaten (DPK) Cianjur mengusulkan kenaikan 0 persen, tentu saja dengan pertimbangan yang matang, termasuk inflasi dan data dari BPS.

“Pada rapat pleno di Dewan Pengupahan Kabupaten sudah diwakili berbagai pihak, mulai dari Pemkab Cianjur, pengusaha, akademisi, serikat buruh, semuanya sepakat seperti yang direkomendasikan,” tuturnya.

Kita bisa menahan diri dulu terhadap SK Gubernur Jawa Barat yang menyatakan tidak ada kenaikan UMK Cianjur, karena semuanya ini dikakukan demi menjaga musim investasi di Cianjur dimasa pandemi Covid-19.

Atat memprediksi, kalau Gubernur Jabar merealisasikan kenaikan UMK 6,51%, akan terjadi pengurangan karyawan dan investor baru tidak akan berani berinvestasi di Cianjur.

“Kalau surat edaran dan SK Gubernur Jabar bisa diubah atas tekanan demo dan faktor politik, artinya tidak ada kepatuhan daerah terhadap instruksi di atasnya,” tuturnya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers