web analytics
  

Pihak FPI Mangkir dari Pemanggilan Polisi, Apa Alasannya?

Sabtu, 28 November 2020 12:07 WIB Fichri Hakiim
Bandung Raya - Bandung, Pihak FPI Mangkir dari Pemanggilan Polisi, Apa Alasannya?, Rizieq Shihab Megamendung,FPI,FPI,Front Pembela Islam (FPI),Polda Jabar

Pihak FPI mangkir dari pemanggilan Polda Jabar terkait klarifikasi kegiatan di Megamendung, Bogor. (Ayobandung.com/Fichri Hakiim)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Pihak FPI" class="related-tag text-orange">FPI mangkir dari pemanggilan Polda Jabar terkait klarifikasi kegiatan di Megamendung, Bogor.

Pengacara FPI" class="related-tag text-orange">FPI Aziz Yanuar menjelaskan alasan mengapa pihaknya tidak hadir dalam pemanggilan klarifikasi tersebut.

"Yang ada itu undangan klarifikasi dan yang diundang dua kali, satu orang (tidak hadir) karena sesuatu dan lain hal sedang ada urusan jadi tidak bisa memenuhi undangan. Kemudian, yang satu lagi itu baru satu kali dipanggil undangannya," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Pol Chuzaini Patoppoi, mengatakan, dalam proses penyelidikan terkait kegiatan di Megamendung yang menciptakan kerumunan, polisi telah memanggil 15 orang. Dari 15 orang itu hanya 12 orang yang hadir untuk dimintai keterangan. Sebanyak 3 orang yang tidak hadir yaitu Bupati Bogor dan 2 orang dari pihak FPI" class="related-tag text-orange">FPI.

"Berdasarkan keterangan ahli bahwa Covid ini wabah penyakit menular. Upaya penanggulangannya, berdasarkan Pasal 5 UU Nomor 4 1984 tentang penyakit menular, itu ada beberapa macam, dari mulai penyelidikan epidemiologi, kemudian pencegahan, penyuluhan, isolasi, dan kekarantinaan, hingga penanggulangan lainnya," katanya di Polda Jabar, Kamis (26/11/2020).

Sebelumnya, Polda Jabar melakukan pemeriksaan terhadap beberapa perangkat daerah berkaitan dengan acara Habib Rizieq Shihab di Megamendung, Kabupaten Bogor. Beberapa perangkat daerah dimintai keterangan di Gedung Ditreskrimum Polda Jabar pada hari ini, Selasa (24/11/2020).

Kegiatan Habib Rizieq di Megamendung, Kabupaten Bogor, menciptakan kerumunan. Dari foto yang beredar, terlihat massa mengabaikan protokol kesehatan dan tidak mengenakan masker. Akibat kegiatan tersebut, Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi dicopot dari jabatannya karena dinilai tak tegakkan protokol kesehatan.

Berikut 10 orang yang dimintai keterangan terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan:

1. Ade Yasin (Bupati Bogor)

2. Agus (Ketua RW 3)

3. Endi Rismawan (Camat Megamendung)

4. A. Agus Ridallah (Kasatpol PP Pemda Bogor)

5. Habib Muchsin Al Atas ( Panitia /FPI" class="related-tag text-orange">FPI)

6. Kusnadi (Kades)

7. Marno (Ketua RT 1)

8. Alwasyah Sudarman (Kades sukagalih Megamendung)

9. Burhanudin (Sekda Bogor)

10. Aiptu Dadang Sugiana (Babinkamtibmas)

pihaknya tidak pernah menerima pemanggilan dari kepolisian terkait kegiatan tersebut.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers