web analytics
  

Mengombinasikan Kecerdasan Otak dengan Aktivitas Olahraga

Jumat, 27 November 2020 13:09 WIB Netizen Yupiter Sulifan
Netizen, Mengombinasikan Kecerdasan Otak dengan Aktivitas Olahraga, Olahraga,kecerdasan,tic-tac-toe,Motivasi

Keseruan saat peserta didik bermain tic-tac-toe sambil berolahraga. (Anas)

Yupiter Sulifan

Guru BK SMA Negeri 1 Taman Sidoarjo

AYOBANDUNG.COM -- Sering kita temui di lapangan, bahwa ada peserta didik yang terampil di bidang olahraga tapi kurang baik di bagian nilai akademiknya dan begitupun sebaliknya peserta didik yang pandai dalam segi akademiknya sering kali kurang pada keterampilan olahraganya.

Hal tersebut sering mengganggu pikiran Mokhammad Azwar Anas, S.Pd., seorang guru PJOK SMA Negeri 1 Taman Sidoarjo.

“Oleh karena itu saya sebagai guru penjas di SMA Negeri 1 Taman Sidoarjo berusaha mencari cara bagaimana memberikan pembelajaran yang bisa membuat kedua aspek tersebut dapat balance, baik itu kecerdasan otak maupun keterampilan gerak peserta didik,” ujar Anas.

Tentu Anas berupaya menerapkan berbagai metode agar tujuannya tercapai. Dan pilhannya jatuh pada sebuah permainan yang biasa dilakukan kala waktu senggang.

Dengan memberikan sebuah game yang dapat membuat anak-anak senang dalam berolahraga, juga dapat menumbuhkan kecepatan dan ketepatan berpikir anak yaitu menggunakan permainan tic-tac-toe berkelompok. Permainan yang sering dilakukan di kertas dengan menggunakan pensil atau bolpoint untuk memberi tanda pada sembilan kotak ada. Pemain yang dapat membuat pola sejajar baik secara horizontal, vertikal, maupun menyilang maka dinyatakan pemenangnya.

Terinspirasi dari permainan tersebut maka Anas berusaha menerapkannya di lapangan pada materi kebugaran jasmani komponen kecepatan dan kelincahan. Teknisnya peserta didik dalam satu kelas dibagi menjadi 4 kelompok yang sama jumlahnya yaitu kelompok A lawan B dan kelompok C lawan D. Pada tiap anggota kelompok berbaris ke belakang, pada pemain pertama, kedua, dan ketiga membawa penanda (marker) dengan warna yang berbeda.

Siapa yang menang pada suit maka dapat giliran pertama menaruh tanda (marker) pada salah satu bidang di 9 kotak yang sudah tersedia. Apabila telah sampai pada pemain ke tiga maka pemain berikutnya hanya menggeser penanda tersebut.

Dengan catatan setiap pemain yang melakukan harus berlari sprint, berlari zig-zag, meloncati cone, dengan teknik yang baik dan benar sebelum menggeser marker yang ada. Serta pemain hanya memiliki waktu 3 detik untuk berpikir saat sudah sampai di depan kotak 9, apabila lebih dari itu maka dinyatakan kalah. Dan juga apabila pemain salah dalam mengambil keputusan maka akan merugikan timnya sendiri. Oleh karena itu pemain harus bertindak cepat dan tepat. Terbukti beberapa anak tidak dapat konsentrasi dengan baik apabila harus berpikir cepat dan tepat dalam kondisi melakukan aktivitas olahraga.

“Tujuan dari permainan ini antara lain untuk meningkatkan motivasi dan semangat peserta didik dalam mengikuti pembelajaran olahraga, menyeimbangkan kecerdasan otak dengan kekuatan otot, dalam situasi apapun kita harus dapat mengambil keputusan dengan tepat. Semoga permainan seperti diatas dapat bermanfaat untuk anak-anak dan dapat tercapai tujuan-tujuan yang diharapkan,” kata Anas.

Kegiatan olahraga bukan sekadar kegiatan kebebasan fisik tapi bisa juga digunakan untuk melatih kecepatan, ketelitian otak. Kalau sudah begini, siapa yang enggan olahraga?

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Bahaya Merokok ketika Sedang Berjualan Makanan dan Naik Kendaraan

Netizen Selasa, 26 Januari 2021 | 09:44 WIB

Merokok di tempat umum, terlebih banyak anak-anak atau bayi di sana, tentu bukan hal yang bijaksana dan sangat menggangg...

Netizen, Bahaya Merokok ketika Sedang Berjualan Makanan dan Naik Kendaraan, bahaya merokok,Merokok,merokok di tempat umum,perokok yang egois

Mengapa Netizen Dibutuhkan oleh Media?

Netizen Selasa, 26 Januari 2021 | 09:28 WIB

Netizen dapat turut membantu menyampaikan sekaligus menyebarkan pentingnya nilai-nilai ke-Indonesiaan.

Netizen, Mengapa Netizen Dibutuhkan oleh Media?, netizen,pengelola media online,posisi netizen,media butuh netizen

Kenapa Gedung Kongres Mudah Digeruduk?

Netizen Senin, 25 Januari 2021 | 18:25 WIB

Bila dilihat dari puncak monumen George Washington, gedung Kongres  lebih megah dibanding tiga icon di kawasan inti Wash...

Netizen, Kenapa Gedung Kongres Mudah Digeruduk?, gedung kongres amerika,Donald Trump,senator as,dpr,senat

Bonus Demografi di Tengah Pandemi

Netizen Senin, 25 Januari 2021 | 12:05 WIB

Di tengah maraknya pandemi COVID-19, Indonesia saat ini ternyata sedang mengalami era “Bonus Demografi”.

Netizen, Bonus Demografi di Tengah Pandemi, Sensus Penduduk 2020,Bonus Demografi,Pandemi Covid-19,penduduk usia produktif

Siapa Peduli Angkot?

Netizen Senin, 25 Januari 2021 | 11:35 WIB

Tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan angkot saat ini sudah tergeser oleh keberadaan ojek online.

Netizen, Siapa Peduli Angkot?, Angkot,Sopir Angkot,fungsi angkot,Ojek Online (Ojol),angkot terdesak ojek online

Pesona Nepal van Java Majalengka: Feature Ecomuseum “Kampung Cibuluh”

Netizen Senin, 25 Januari 2021 | 11:08 WIB

Desain rumah yang tersusun secara teratur serta pemandangan hijau yang disajikan menjadikan kampung ini sebagai Nepal-ny...

Netizen, Pesona Nepal van Java Majalengka: Feature Ecomuseum “Kampung Cibuluh”, Kampung Cibuluh Majalengka,Pesona wisata kampung Cibuluh Majalengka,Kampung Cibulung mirip suasana Nepal,Kampung Cibuluh di kaki Gunung Ciremai,Potensi wisata Kampung Cibuluh

Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi COVID-19

Netizen Senin, 25 Januari 2021 | 10:06 WIB

Mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan menjadi isu dan agenda prioritas dalam berbagai pertemuan yang diselenggarakan...

Netizen, Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi COVID-19, Ketahanan Pangan,ketahanan pangan di masa pandemi,isu ketahanan pangan,jaminan ketersedian pangan

Relevansi Penerapan Merdeka Belajar terhadap Pandemi Covid-19

Netizen Minggu, 24 Januari 2021 | 19:07 WIB

Akankah adanya kebijakan merdeka belajar--kampus merdeka relevan untuk diterapkan pada pendidikan tinggi teknik, khususn...

Netizen, Relevansi Penerapan Merdeka Belajar terhadap Pandemi Covid-19, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim,Merdeka Belajar,Pandemi Covid-19,pendidikan di masa pandemi covid 19,kebijakan merdeka belajar

artikel terkait

dewanpers