web analytics
  

Kehilangan Ponsel Menjelang Akhir Tahun

Jumat, 27 November 2020 09:01 WIB Netizen Nisa Amaliyah Rohmah Al Faroqi
Netizen, Kehilangan Ponsel Menjelang Akhir Tahun, cerpen,kehilangan ponsel

Ilustrasi. (Pixabay)

Nisa Amaliyah Rohmah Al Faroqi

Mahasiswi Pendidikan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang

AYOBANDUNG.COM -- Hari Jumat, 14 Desember 2018 pukul 02.30 WIB saya terbangun seperti biasa untuk melakukan salat malam. Saya siswi madrasah aliyah kelas 2 yang tinggal di pondok kecil agar tidak menempuh waktu lama sampai ke madrasah. Namun saya sangat terkejut melihat pintu kamar di pondok terbuka lebar serta kabel charge ponsel di luar pintu. Saya langsung bangun dan mencari ponsel yang semalam dicharge di stop kontak. Namun apa daya ponsel itu sudah tak ada, hanya tersisa kabel charge yang berada di depan pintu. Saya kemudian membangunkan teman sekamar untuk membantu mencari ponsel yang tak ada. Ternyata tak hanya ponsel milik saya tapi juga milik dua teman yang lain.

Setelah keluar kamar saya melihat bahwa pintu gerbang utama tidak terkunci dan terbuka lebar. Saya lalu bertanya kepada teman yang semalam pulang agak larut malam. Dia mengatakan bahwa lupa mengunci pintu gerbang dan pintu kamar saat kembali ke pondok. Karena sudah merasa sangat capek maka langsung tertidur sepulang dari kegiatan malam di luar tanpa menguncinya kembali, padahal para pengurus sudah mengingatkan siapa yang terkhir wajib menguncinya. Seketika itu setelah mendengarkan perkataannya saya langsung tersungkur lemas, takut, menangis, sedih, serta bingung harus bagaimana.

Saya bingung karena semua nilai tugas-tugas untuk disetorkan pada pagi itu hilang semuanya. Saya juga takut dimarahi oleh ibu, karena baru 40 hari ponsel itu dibelikan untuk menunjang pembelajaran saya selama sekolah. Sekitar pukul 03.25 WIB, saya berinisiatif untuk membangunkan petugas pondok saat itu. Lalu saya melaporkan dan menceritakan apa yang telah terjadi dan pengurus pondok juga membantu dalam pencarian. Namun pencarian tersebut belum membuahkan hasil yang maksimal sehingga ponsel saya tidak bisa ditemukan.

Saya juga merasa agak kesal kepada teman-teman yang pulang larut malam, mereka juga penyebab hilangnya ponsel kami sebab tidak mengunci gerbang utama dan pintu kamar. Yang disayangkan adalah mereka tidak merasa bersalah sedikitpun atau mengucapkan kata maaf. Saya sangat sedih sekali, karena mereka begitu cueknya tanpa ada perasaan ingin mengucapkan maaf atau bagaimana.

Lalu saya memberi tahu ibu untuk menjemput dan setelah ibu sampai di pondok, saya menceritakan semunya, awalnya ibu marah dan terlihat sangat kecewa serta kesal sebab ulah keteledoran yang saya lakukan. Namun akhirnya ibu meminta izin kepada pengurus pondok untuk mengizinkan saya pulang. Ketika  sampai di rumah ibu menasihati saya untuk lebih berhati-hati dan ibu akhirnya menerima kejadian tersebut dengan lapang dada.

Akhirnya saya  berusaha ikhlas dan lapang dada bahwa memang belum diizinkan Allah untuk memiliki ponsel tersebut lebih lama. Kemudian semenjak itu saya belum kembali ke pondok lagi karena masih takut dan trauma. Mulai saat itu kembali menabung agar bisa membeli ponsel untuk menunjang pembelajaran lagi.  Di era kemajuan teknologi  semua diakses melalui ponsel pintar.

Setelah beberapa lama di rumah untuk menenangkan diri, saya kembali ke pondok untuk mengemasi barang lalu berpamitan kepada pengurus pondok, teman-teman, serta mengucapkan terima kasih atas semuanya. Saya pun memaafkan teman-teman agar bisa tenang dalam menjalani hari-hari tanpa memendam perasaan benci pada mereka.

Sejak saat itu saya jadi lebih berhati-hati menaruh barang atau yang lainnya, menjadi sedikit panikan apabila lupa dalam menaruh sesuatu meskipun  barang sepele. Saya menjadi takut terhadap orang-orang baru setelah kejadian tersebut. Dan sampai saat ini perasaan bersalah kepada ibu karena menghilangkan ponsel tersebut masih ada, meskipun kejadian itu sudah terjadi dua tahun lalu ketika saya kelas 2 madrasah aliyah.

Pesan cerita ini adalah kita harus berhati-hati dalam meletakkan barang berharga apa pun, karena kehilangan bisa kapan pun serta kepada siapa pun. Jangan lupa setiap kehilangan  memberikan pelajaran dan pengalaman yang besar untuk diri kita agar lebih bersyukur  memiliki sesuatu. Bersabar serta berlapang dada apabila mendapat cobaan kehilangan.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Kerja Bakti Selalu Menenangkan Hati

Netizen Selasa, 22 Juni 2021 | 10:21 WIB

Kerja Bakti Selalu Menenangkan Hati

Netizen, Kerja Bakti Selalu Menenangkan Hati, limbah,Jatinangor,desa cisempur,Kahatex,kebersihan lingkungan

Modus Pelecehan Seksual Baru di Media Sosial

Netizen Senin, 21 Juni 2021 | 07:00 WIB

Pelecehan seksual di Indonesia merupakan salah satu kasus yang sering meningkat setiap tahunnya.

Netizen, Modus Pelecehan Seksual Baru di Media Sosial, Pelecehan Seksual,Media Sosial,Indonesia,Twitter

Diam di Rumah Namun Tetap Punya Penghasilan? Coba Bidang Ini

Netizen Senin, 21 Juni 2021 | 06:25 WIB

Berdiam diri di rumah saat pandemi, namun tetap dapat penghasilan akan menjadi suatu angan–angan bagi setiap orang.

Netizen, Diam di Rumah Namun Tetap Punya Penghasilan? Coba Bidang Ini, Diam di Rumah,Penghasilan,Industri Kreatif,Desain Grafis

Tidak Lulus SBMPTN Bukan Akhir dari Kariermu

Netizen Minggu, 20 Juni 2021 | 10:40 WIB

Kegagalan akan selalu ada, namun tidak berarti kegagalan ini akhir dari segalanya.

Netizen, Tidak Lulus SBMPTN Bukan Akhir dari Kariermu, SBMPTN,karier,Pendidikan

Ironi Tanggal Merah Saat Pandemi

Netizen Minggu, 20 Juni 2021 | 09:00 WIB

Entah bosan atau memang terlalu percaya diri sehingga setiap tanggal merah, jalan menuju tempat wisata tak pernah sepi.

Netizen, Ironi Tanggal Merah Saat Pandemi, Tanggal Merah,Pandemi,Libur

Masa Kecil Anak Zaman Now!

Netizen Sabtu, 19 Juni 2021 | 15:40 WIB

Masa kecil merupakan pengalaman atau peristiwa yang terjadi saat masih anak- anak. Masa ini biasanya hanya datang satu k...

Netizen, Masa Kecil Anak Zaman Now!, Permainan Tradisional,anak zaman now

Wujudkan Lingkungan Selamat Melalui Fesyen Lambat

Netizen Sabtu, 19 Juni 2021 | 15:32 WIB

Wujudkan Lingkungan Selamat Melalui Fesyen Lambat

Netizen, Wujudkan Lingkungan Selamat Melalui Fesyen Lambat, fesyen lambat,Fesyen,Kerusakan Lingkungan

Interpretasi dalam Geowisata

Netizen Kamis, 17 Juni 2021 | 19:40 WIB

Daya tarik geowisata Jawa Barat adalah jawaranya.

Netizen, Interpretasi dalam Geowisata, Interpretasi,geowisata,Jawa Barat
dewanpers