web analytics
  

Pemberitaan Meninggal Maradona; "God is Dead"

Jumat, 27 November 2020 11:59 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Umum - Internasional, Pemberitaan Meninggal Maradona; "God is Dead", Maradona,Maradona Meninggal,L'Equipe

Pemberitaan meninggalanya Maradona di surat kabar harian Perancis, L'Equipe. ( L'Equipe)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Dunia sepak bola sedang berduka setelah kematian ikon Diego Maradona pada usia 60 karena serangan jantung.

Mengutip Mail Online pada Kamis (26/11/2020), halaman depan surat kabar dari seluruh dunia memberikan penghormatan kepada legenda sepak bola tersebut pada hari Kamis, sehari setelah dia meninggal dunia di Buenos Aires.

Dari Eropa ke Amerika Serikat, India ke Malaysia, Nigeria dan di seluruh negara asalnya di Amerika Selatan, foto ‘God is Dead,' merupakan satu-satunya publikasi yang membandingkan lkon asal Argentina tersebut dengan Yang Mahakuasa, ujar L'Equipe Prancis.

Surat kabar Spanyol Marca juga memuat kutipan menyentuh dari Maradona yang berbunyi: "Jika saya terlahir kembali, saya ingin menjadi pesepakbola. Dan saya ingin menjadi Diego Armando Maradona lagi. Saya adalah pemain yang telah membuat orang bahagia, dan itu sudah cukup bagi saya." dari wajah Maradona bertinta di halaman surat kabar baik depan maupun belakang.

Sentuhan, kecepatan, dan ketenangan Maradona dalam bermain sepak bola merupakan kombinasi yang luar biasa di lapangan. Kehebatannya di lapangan berhasil membawa Maradona dari kawasan kumuh di Buenos Aires menjadi terkenal di seluruh dunia.

Beberapa yang beruntung bisa menyemangati dia, saat dia melakukan aksi-aksi di lapangan hijau untuk Argentina, Napoli, Barcelona dan beberapa klub lain.

Banyak orang-orang yang ikut menyaksikan dengan gugup saat Mardona berlari menuju pertahanan lawan, mengamati dan diam-diam mengagumi kemampuannya.

Pada puncak karirnya, apa yang  telah dilakukan Maradona untuk sepak bola, dengan seperangkat keterampilannya,  membuatnya mendapatkan pengagum di seluruh dunia selama karirnya.  

Namun, di luar lapangan, ia  dikenal punya perilaku kontroversial, bertahun-tahun kecanduan narkoba dan alkohol, makan berlebihan, dan bermasalah dengan mafia, sehingga merusak kariernya yang cemerlang itu.

Kendati demikian, baik yang mengagumi atau mencaci dia, tidak ada orang yang benar-benar mengabaikannya. Kualitas bintang Maradona itulah yang dipamerkan pada hari Kamis ketika surat kabar mengalir masuk.

Surat kabar Italia menampilkan sebagian besar foto-foto Maradona dengan kaus biru dan putih, ciri khas negaranya, meskipun bertahun-tahun bermain di negara itu untuk Napoli.

La Gazzetta dello Sport, dengan foto Maradona sedang mencium trofi Piala Dunia yang ikonik di tahun 86, mengatakan: 'Saya melihat Maradaona'.

Tuttosport memiliki fotonya sedang digendong di pundak rekan satu timnya segera setelah kemenangan Piala Dunia di stadion Aztec, dengan tajuk utama: 'AD10S', merujuk pada kaus nomor 10 yang menjadi identik dengan kariernya.

Corrierre dello Sport memiliki foto Maradona selama hari-harinya di Napoli dengan judul 'Diego Lives'.

Surat kabar Spanyol juga memberikan penghormatan yang cemerlang, meskipun banyak yang menampilkannya di strip Barcelona sebagai lawan dari warna negaranya.

El Periodico mencetak gambar Maradona dalam kaos Barcelona bersama dengan tulisan 'Adios', dan menambahkan sedikit gaya pada tulisan sehingga bisa juga terbaca: 'A God'

Mundo Deportivo, penerbit yang berbasis di Barcelona, juga menampilkan tajuk utama dengan gaya 'AD10S' dan mengatakan bahwa semua olahraga, bukan hanya sepak bola, sedang berduka atas kematiannya.

Halaman depan AS bertuliskan 'D10S Ha Muerto' dengan gambar Maradona mengenakan kaos Argentina sambil berdiri di depan matahari.

Sport menggunakan gambar yang sama dengan Tuttosport di Italia tetapi dengan judul: ‘God is already in heaven.'

Di negara asalnya, Argentina, penghormatan dilakukan dengan sederhana melalui ucapan 'terima kasih, juara'  hingga 'Saya tidak ingin rasa sakit ini di hati saya'.

Cronica, salah satu koran utama di Buenos Aires, tempat Maradona tinggal, memberikan penghormatan yang sangat tinggi yang diakhiri dengan kata-kata: 'Terima kasih untuk semuanya, juara.'

Surat kabar di Denmark, Swedia, Jerman, Inggris, dan Irlandia juga memberi ruang bagi Maradona di halaman depan dan belakang mereka, mengagumi bakatnya.

Dua surat kabar di Nigeria juga memberi ruang bagi Maradona, demikian pula ketenaran internasionalnya, sementara kepergiannya juga tercatat di beberapa judul surat kabar Timur Tengah.

Kejeniusan permainan sepak bolanya juga diterjemahkan ke dalam bahasa Malaysia dan Hindi, menunjukkan betapa populernya Maradona sebagai ikon. (Almira Salsabila/Magang)

Editor: Andres Fatubun
dewanpers