web analytics
  

Dipanggil Polisi Terkait Aksi Ribuan Buruh, Ini Jawaban Pemkab Cianjur

Kamis, 26 November 2020 19:04 WIB Muhammad Ikhsan
Umum - Regional, Dipanggil Polisi Terkait Aksi Ribuan Buruh, Ini Jawaban Pemkab Cianjur, Buruh Cianjur,Pemkab Cianjur

Aksi unjuk rasa buruh di Cianjur. (Muhammad Ikhsan)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM -- Buntut aksi ribuan buruh di depan Pendopo Cianjur, Rabu (25/11/2020) lalu, Polres Cianjur akan lakukan penyelidikan dengan pemanggilan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Cianjur dengan dugaan langgar protokol kesehatan.

Pejabat sementara Sekda Cianjur, Cecep Alamsyah tidak menanggapi secara langsung terkait rencana pemanggilan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Cianjur.

“Sejak awal sejak awal pemerintah sudah berupaya sekuat tenaga agar para buruh tidak menggelar aksi unjuk rasa selama bisa dikomunikasikan dengan baik,” terang Cecep Alamsyah pada Ayobandung.com, Kamis (26/11/2020).

Dia menjelaskan pihaknya sudah mendapat kabar di awal bahwa buruh akan menggelar aksi unjuk rasa menuntut kenaikan upah minimum kabupaten (UMK). Aksi tersebut lantaran berdasarkan SK Gubernur Jawa Barat tidak ada kenaikan untuk Kabupaten Cianjur.

“Kami duduk bersama dengan para buruh melalui perwakilan serikat buruh masing-masing, semuanya bisa diselesaikan secara dialogis,” ucapnya.

Bahkan disepakati tidak akan menggelar aksi, karena Pemkab Cianjur segera mengeluarkan surat rekomendasi sesuai kesepakatan dengan buruh yng ditujukan pada Dewan Pengubapahan Provinsi Jabar.

“Sudah sepakat, isinya selain mencabut surat dari Dewan Pengupahan Kabupaten, juga mengajukan kenailam sebesar 8 persen tertanggal 18 November lalu,” katanya.

Kemudian, kata dia, muncul SK Gubernur Jabar tentang kenaikan UMK, isinya menyatakan Kabupaten Cianjur tidak naik alias 0 persen. Mulai reaksi akan ada unjuk rasa, karena ada kecurigaan.

“Kami dialog lagi, bahkan Satgas Covid 19 sudah mengirimkan surat gar tidak menggelar aksi karena akan terjadi kerumunan dan hal itu melanggat protokol kesehatan,” ucapnya.

Bahkan, tegas Cecep, saat aksi unjuk rasa sudah memberitahu pada pengunjuk rasa untuk membubarkan diri karena adanya kerumunan massa.

“Tapi himbauan kami tidak digubris, tapi sudah terjadi. Kami akan kordinasi Forkompimda sebagai bagian dari Satgas untuk membahas hal ini,” tandasnya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers