web analytics
  

BLT Termin 2 Tahap 5 Masih Belum Cair? Ini Cara Mengeceknya dan Kendala dari Pemerintah

Kamis, 26 November 2020 14:23 WIB Aini Tartinia
Umum - Nasional, BLT Termin 2 Tahap 5 Masih Belum Cair? Ini Cara Mengeceknya dan Kendala dari Pemerintah, Bantuan Subsidi Upah (BSU),Bantuan Langsung Tunai (BLT),BLT Rp1,2 Juta,BLT Tahap 5,Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah

[Ilustrasi] Jika Anda belum menerima Bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) termin 2 tahap 5 Rp1,2 juta sementara yang lain sudah, apa yang harus dilakukan? (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Jika Anda belum menerima Bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) termin 2 tahap 5 Rp1,2 juta sementara yang lain sudah, apa yang harus dilakukan?

BSU atau BLT Rp1,2 juta tahap 5 sendiri sudah cair ke rekening BNI, Mandiri, BCA, dan swasta lainnya secara bertahap sejak Selasa (24/11/2020) kepada 567 ribu orang penerima. Namun, ada sejumlah kendala dalam pencairannya.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sudah menyalurkan bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) termin 2 kepada 5,9 juta orang penerima dari target 12,4 juta orang pekerja sesuai data di termin 1.

Hingga kini, masih banyak netizen di kolom komentar pemberitaan kemnaker.go.id yang mengeluhkan belum cairnya dana BLT atau BSU termin 2 ke rekening BNI, Mandiri, BCA dan swasta lainnya.

“Bantuan tahap 1 saya dapat.. tapi tahap 2 kok belum ya...," ujar Heni Suryani.

“Data valid semua, tapi sampai Rabu pukul 11:00 siang belum cair. Aduan kemana lagi gak ada tanggapan," ujar Ari Dwi Wiratno.

“Hampir tiap jam saya check saldo di Mandiri online..tapi masih belum ada aja transfer BSU. Saya sudah sering ngadu bahkan telepon call center Naker tapi gak ada respon,” ujar Mahali.

“Belum dapat sama sekali yang lainnya sudah cair semua. Padahal NIK sudah sama. Nggak ada kendala,” ujar Rukman.

Beberapa waktu lalu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengungkapkan untuk para calon penerima BLT atau BSU termin 2 agar sedikit bersabar jika belum menerima transferan dana ke rekening masing-masing.

“Saya mohon agar para pekerja bersabar karena jumlah dana yang harus ditransfer bank penyalur ke masing-masing rekening penerima cukup besar, baik yang rekeningnya bank himbara maupun yang rekeningnya bank swasta,” kata Ida dalam keterangan tertulis.

Dia menyebut, ada beberapa kendala yang menyebabkan sejumlah pekerja yang merupakan calon penerima BLT atau BSU termin 2 belum menerima dana sebesar Rp1,2 juta sekali penyaluran. Kendala tersebut antara lain karena duplikasi rekening, rekening sudah tutup, rekening pasif, rekening tidak valid atau rekening yang telah dibekukan.

“Selain itu, terdapat rekening yang tidak sesuai NIK dan rekening yang tidak terdaftar di kliring. Jumlahnya rekening bermasalah ini mencapai 151 ribu rekening,” ujarnya.

Dirinya berharap, bagi masyarakat yang merasa berhak mendapat BLT atau BSU termin 2 namun masih terkendala, untuk segera melapor dengan manajemen perusahaan dan BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek sehingga data yang kurang tersebut dapat diperbaiki.

“Karena sumber datanya dari BPJS Ketenagakerjaan sehingga penyelesaian data ini harus dikoordinasikan dengan mereka juga. Barulah nanti BPJS Ketenagakerjaan akan menyampaikan koreksi kepada Kemenaker,” ujarnya.

Bagi para pekerja yang ingin mengecek kepastian mendapat BLT atau BSU termin 2 ini bisa segera cek nama kalian melalui akun kemnaker di www.kemnaker.go.id dengan melalui langkah-langkah sebagai berikut:

· Buka situs resmi Kementerian Ketenagakerjaan di kemnaker.go.id

· Klik tombol "Daftar" di pojok kanan atas situs web

· Klik "Daftar Sekarang" di bagian bawah kolom masuk jika belum mempunyai akun

· Isi data diri seperti NIK, nama orang tua, e-mail, nomor handphone, dan password, kemudian klik "Daftar Sekarang"

· Kemudian, sistem akan mengirimkan kode OTP melalui SMS ke nomor handphone yang terdaftar

· Aktivasi akun dengan cara masuk kembali ke situs web dan klik "Masuk" di pojok kanan atas situs web

· Isi Formulir yang tersedia dengan lengkap dan jelas.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers