web analytics
  

Jual Senjata Api di Lapak Online, Pria di Tasikmalaya Diringkus

Kamis, 26 November 2020 13:28 WIB Fichri Hakiim
Umum - Regional, Jual Senjata Api di Lapak Online, Pria di Tasikmalaya Diringkus, Jual beli senjata api ilegal,senjata api ilegal,Kriminal Bandung,Polda Jawa Barat

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi A. Chaniago merilis tersangka penyalahgunaan senjata api ilegal, Kamis (26/11/2020). (Ayobandung.com/Fichri Hakiim)

GEDEBAGE, AYOBANDUNG.COM -- Direktorat Kriminal Khusus Polda Jabar mengamankan pria asal Tasikmalaya berinisial DA (25). Dalam kasus ini, pelaku diamankan polisi lantaran melakukan tindak pidana penyalahgunaan senjata api ilegal.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi A. Chaniago mengatakan, pelaku mendapatkan barang itu dengan memesan secara online lalu menjualnya kembali secara online.

Barang yang dipesan pelaku mulanya ialah senjata jenis air softgun. Namun, barang itu lalu dimodifikasi pelaku jadi senjata api yang memiliki peluru bermacam-macam. Menurut pengakuan pelaku, ia telah melakukan aksinya selama dua tahun.

"Awalnya senjata tersebut merupakan senjata air softgun, kemudian dimodifikasi atau dikonversi oleh tersangka sehingga senjata itu yang tadinya air softgun menjadi senjata api," ujar Erdi di Polda Jabar, Kamis (26/11/2020).

Erdi menjelaskan, pelaku menjual senjata itu melalui situs jual-beli online dengan nama akun Toko Dados, tanpa izin.

Tak hanya menjual senjata, pelaku juga menawarkan jasa servis senjata. Sejumlah pucuk senjata telah dijual oleh pelaku dengan kisaran harga Rp5 juta hingga Rp8 juta.

"Tersangka menyampaikan bahwa ada jasa servis juga dan jasa mengkonversi. Ya, mengkonversi diameter atau selongsong kalibernya yang semula 38 milimeter itu dikonversi sehingga untuk yang 22RR ini bisa dimasukkan ke situ, sehingga senjata bisa menembakkan peluru," jelas Erdi.

Pelaku mengaku mempelajari ilmu modifikasi senjata secara otodidak. Kini, polisi masih melakukan rangkaian pengembangan atas kasus itu, guna mengungkap sasaran pembeli senjata ilegal tersebut. Tak menutup kemungkinan masih ada pelaku lain dalam kasus itu.

Akibat perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 9 UURI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UURI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik dan Pasal 1 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau setinggi-tingginya 20 tahun.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Pelaku Masturbasi di Depan Konter Hape Diduga Konsumsi Kecubung

Regional Selasa, 26 Januari 2021 | 21:52 WIB

Terduga pelaku asusila berupa masturbasi di depan umum hingga Selasa (26/1/2021) masih menjalani pemeriksaan unit reskri...

Umum - Regional, Pelaku Masturbasi di Depan Konter Hape Diduga Konsumsi Kecubung, Masturbasi di Depan Konter Hape,Kecubung,Polsek Indihiang

5 Desa di Kabupaten Tasikmalaya Punya Angka Stunting Tinggi

Regional Selasa, 26 Januari 2021 | 21:05 WIB

Masalah gizi masyarakat masih menjadi kendala yang di hadapi Kabupaten Tasikmalaya. Persoalan stunting atau gagal tumbuh...

Umum - Regional, 5 Desa di Kabupaten Tasikmalaya Punya Angka Stunting Tinggi, Angka Stunting Kabupaten Tasikmalaya,Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya,kekurangan gizi

Kota Tasikmalaya Perpanjang PPKM Hingga 8 Februari

Regional Selasa, 26 Januari 2021 | 20:31 WIB

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya resmi memperpan...

Umum - Regional, Kota Tasikmalaya Perpanjang PPKM Hingga 8 Februari, PPKM Kota Tasikmalaya,PSBB Proporsional Kota Tasikmalaya,PPKM diperpanjang

Emak-emak Cianjur Gandrungi Tanaman Hias di Masa Pandemi

Regional Selasa, 26 Januari 2021 | 20:14 WIB

Emak-emak atau ibu rumah tangga di Cianjur saat ini lagi menggandrungi tanaman hias di masa pandemi Covid-19, ada yang d...

Umum - Regional, Emak-emak Cianjur Gandrungi Tanaman Hias di Masa Pandemi, Tanaman Hias,Hobi Tanaman Hias,Tanaman Hias di Cianjur

Pendamping PKH Gasak Uang Rakyat Miskin di Cianjur

Regional Selasa, 26 Januari 2021 | 19:21 WIB

Seorang pendamping PKH, PI (33) gasak uang rakyat miskin dari program keluarga harapan (PKH) selama dua tahun. Pelaku be...

Umum - Regional, Pendamping PKH Gasak Uang Rakyat Miskin di Cianjur, Pendamping PKH,Rakyat Miskin di Cianjur,Polres Cianjur

Plt Bupati Cianjur Segera Lakukan Rotasi, Mutasi dan Promosi

Regional Selasa, 26 Januari 2021 | 19:02 WIB

Sejumlah pejabat eselon II, III dan IV saat ini harap harap cemas, lantaran Plt Bupati Cianjur Herman Suherman akan mela...

Umum - Regional, Plt Bupati Cianjur Segera Lakukan Rotasi, Mutasi dan Promosi, Plt Bupati Cianjur Herman Suherman,Pemkab Cianjur,Rotasi Jabatan

Vaksin Covid-19 Sinovac di Cianjur Dijaga Ketat Polri dan TNI

Regional Selasa, 26 Januari 2021 | 18:47 WIB

Vaksin Covid-19 begitu berharga hingga dilakukan pengamanan ekstra, mulai dari pengiriman dari Pemprov Jabar, penyimpana...

Umum - Regional, Vaksin Covid-19 Sinovac di Cianjur Dijaga Ketat Polri dan TNI, Vaksin Covid-19,vaksin Covid-19 Sinovac,Vaksin Covid-19 di Cianjur,Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur,Polres Cianjur

Kampung Budak Capetang di Tasikmalaya Ajarkan Anak Etika dan Kreativit...

Regional Selasa, 26 Januari 2021 | 18:19 WIB

Setahun terakhir ini pemerintah melalui TNI, Polri menggalakan pembentukan kampung tangguh dalam melawan atau memerangi...

Umum - Regional, Kampung Budak Capetang di Tasikmalaya Ajarkan Anak Etika dan Kreativitas, Kampung Budak Capetang (KBC),Kampung Tangguh,wahana edukasi anak

artikel terkait

dewanpers