web analytics
  

2 Saksi FPI Mangkir dari Panggilan Polda Jabar

Kamis, 26 November 2020 10:53 WIB Fichri Hakiim
Umum - Regional, 2 Saksi FPI Mangkir dari Panggilan Polda Jabar, Rizieq Shihab Megamendung,Habib Rizieq di Megamendung,Habib Rizieq langgar protokol kesehatan,Polda Jawa Barat

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Pol Chuzaini Pattopoi. (Ayobandung.com/Fichri Hakiim)

GEDEBAGE, AYOBANDUNG.COM -- Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Pol Chuzaini Patoppoi mengatakan, dalam proses penyelidikan terkait kegiatan Habib Rizieq Shihab di Megamendung yang menciptakan kerumunan, polisi telah memanggil 15 orang.

Dari 15 orang itu hanya 12 orang yang hadir untuk dimintai keterangan. 3 orang yang tidak hadir yaitu Bupati Bogor dan 2 orang dari pihak FPI.

Patoppoi menjelaskan, kegiatan di Megamendung dihadiri sekitar 3.000 orang. Kegiatan yang digelar itu melebihi durasi waktu yaitu 3 jam.

"Kegiatannya dari jam 9.00 WIB pagi sampai jam 23.00. Dari klarifikasi para saksi, kegiatan itu tidak membuat surat pernyataan kepada Satgas Covid-19 untuk mematuhi prokes. Upaya imbauan oleh Satgas Covid-19 tidak dipatuhi, jadi kegiatan tetap berlangsung. Dalam penyelidikan, kita ditemukan diduga bahwa pemilik ponpes itu adalah HMR, yang didirikan sejak tahun 2012," katanya.

Menurut aturannya, lanjut Patoppoi, setiap kegiatan telah diatur dan ditetapkan durasi waktu maksimal 3 jam. Penyelenggara kegiatan diimbau untuk mematuhi protokol kesehatan dan wajib membuat surat pernyataan kepada Satgas Covid-19.

"Yang pertama itu, kegiatan pondok pesantren diperbolehkan, namun tidak boleh dikunjungi. Kemudian yang kedua, kegiatan seperti pertemuan atau sejenisnya diperbolehkan, namun ada batasan kapasitas, baik didalam maupun di luar. Jadi aturan itu maksimal 50 persen dari kapasitas, atau maksimal 150 orang," tuturnya.

"Berdasarkan keterangan ahli bahwa covid ini wabah penyakit menular. Upaya penanggulangannya, berdasarkan Pasal 5 UU No.4 1984 tentang penyakit menular, itu ada beberapa macam, dari mulai penyelidikan epidemiologi, kemudian pencegahan, penyuluhan, isolasi, dan kekarantinaan, hingga penanggulangan lainnya," jelasnya di Polda Jabar, Kamis (27/11/2020).

Patoppoi juga menuturkan, tujuan penanggulangan wabah itu supaya mengurangi angka kematian dan membatasi penyebaran.

"Berdasarkan keputusan Bupati Bogor, bahwa tanggal 28 Oktober sampai 25 November, Bogor telah menetapkan, bahwa situasinya dalam rangka penanggulangan Covid-19 itu PSBB pra AKB, dalam KepBup (Keputusan Bupati) itu ada aturan-aturan yang harus dipatuhi," katanya.

Polisi menaikan proses penyelidikan terkait kasus kerumunan di Megamendung, Kabupaten Bogor, menjadi penyidikan. Tahapan itu dilakukan karena polisi menemukan adanya dugaan tindak pidana yang diatur dalam Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang penanggulangan penyakit menular. Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang karantina kesehatan dan Pasal 216 KUHP.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Percepat Penyuntikan, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Vaksinasi Covid-1...

Regional Sabtu, 23 Januari 2021 | 10:21 WIB

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menyatakan sedang intens membuat skenario penyuntikan vaksin Covid-19. Tujuanny...

Umum - Regional, Percepat Penyuntikan, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Vaksinasi Covid-19, Vaksinasi Covid-19 di Jabar,Vaksin Covid-19 Jabar,vaksin corona,Vaksin Covid-19,Corona,Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

Puluhan Rumah di Tasik Rusak Disapu Puting Beliung

Regional Sabtu, 23 Januari 2021 | 03:42 WIB

Puluhan rumah di Kota Tasikmalaya rusak disapu angin kencang dan pohon tumbang pada Jumat (22/1/2021).

Umum - Regional, Puluhan Rumah di Tasik Rusak Disapu Puting Beliung, puting beliung tasik,Berita Tasikmalaya Hari Ini,Angin Puting Beliung,bpbd kota tasik

Lagi, Klaster Pesantren Muncul di Garut

Regional Jumat, 22 Januari 2021 | 22:42 WIB

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut mengonfirmasi kemunculan klaster penyebaran Covid-19 di lingku...

Umum - Regional, Lagi, Klaster Pesantren Muncul di Garut, Satgas Covid-19 Kabupaten Garut,Klaster Pesantren,Pemkab Garut,Santri Positif Covid-19

Setelah Tetapkan Herman-Tb Mulyana Menang, KPU Cianjur Lakukan Ini

Regional Jumat, 22 Januari 2021 | 20:29 WIB

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur akan menyampaikan usulan pengesahan pengangkatan Herman Suherman-Tb Mulyan...

Umum - Regional, Setelah Tetapkan Herman-Tb Mulyana Menang, KPU Cianjur Lakukan Ini, KPU Cianjur,Herman Suherman-Tb Mulyana

Usai Ditetapkan, Herman Panggil Kepala OPD Jalankan 100 Hari Kerja

Regional Jumat, 22 Januari 2021 | 20:04 WIB

Tidak membuang waktu lagi, Plt Bupati Cianjur Herman Suherman yang sudah ditetapkan sebagai pemenang Pemilihan Bupati da...

Umum - Regional, Usai Ditetapkan, Herman Panggil Kepala OPD Jalankan 100 Hari Kerja, Plt Bupati Cianjur Herman Suherman,Program 100 Hari Kerja

Vaksin Covid-19 Sinovac Untuk Kota Tasikmalaya Belum Datang

Regional Jumat, 22 Januari 2021 | 19:35 WIB

Vaksin Covid-19 Sinovac untuk Kota Tasikmalaya yang rencananya datang pada Jumat (22/1/2021) ternyata masih belum datang...

Umum - Regional, Vaksin Covid-19 Sinovac Untuk Kota Tasikmalaya Belum Datang, Vaksin Covid-19 Kota Tasikmalaya,vaksin Covid-19 Sinovac,Vaksinasi Covid-19 di Kota Tasikmalaya

Dugaan Korupsi Dana Hibah, Bendara KONI Kota Tasikmalaya Jadi Tersangk...

Regional Jumat, 22 Januari 2021 | 19:06 WIB

Kasus dugaan korupsi dana hibah tahun 2018 di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tasikmalaya, terus bergulir...

Umum - Regional, Dugaan Korupsi Dana Hibah, Bendara KONI Kota Tasikmalaya Jadi Tersangka, KONI Kota Tasikmalaya,Korupsi Dana Hibah

Abaikan Keselamatan Kerja, Kontraktor Pembangunan Gedung Setda Cianjur...

Regional Jumat, 22 Januari 2021 | 18:35 WIB

Pekerja pembangunan gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Cianjur, abai keselamatan kerja dan protokol kesehatan....

Umum - Regional, Abaikan Keselamatan Kerja, Kontraktor Pembangunan Gedung Setda Cianjur Terancam Sanksi, Pembangunan Gedung Setda Cianjur,Dinas PUPR Kabupaten Cianjur
dewanpers