web analytics
  

KPK Bongkar Belanjaan Mewah Edhy Prabowo, Jam Rolex hingga Tas LV

Kamis, 26 November 2020 10:34 WIB Aini Tartinia
Umum - Nasional, KPK Bongkar Belanjaan Mewah Edhy Prabowo, Jam Rolex hingga Tas LV, Edhy Prabowo ditangkap KPK,Edhy Prabowo diperiksa KPK,Edhy Prabowo tersangka korupsi,Edhy Prabowo korupsi benih lobster

Penyidik KPK menunjukkan barang bukti saat menggelar konferensi pers terkait penahanan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (25/11/2020). (Suara.com/Angga Budhiyanto)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo dan 6 orang lainnya sebagai tersangka terkait kasus dugaan perizinan tambak, usaha, dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya.

"KPK menetapkan total 7 orang tersangka dalam kasus ini. EP (Edhy Prabowo) sebagai penerima," kata Nawawi Pomolango dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, seperti dilaporkan Ayojakarta.com, Rabu (25/11/2020) malam.

Menariknya, proses kasus suap ini sudah berlangsung beberapa waktu. KPK menduga proses suap dilakukan secara transfer via rekening bank khusus yang digunakan sebagai penampung dana dari beberapa pihak. Uang ini dimanfaatkan Edhy dan istri berbelanja sejumlah barang mewah di luar negeri.

"Digunakan untuk belanja barang mewah oleh EP dan IRW di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat tanggal 21 sampai dengan 23 November 2020 sejumlah sekitar Rp750 juta, di antaranya jam tangan Rolex, tas Tumi dan LV, baju Old Navy," ungkapnya.

Uang yang dipakai Edhy diduga hasil dari kasus ekspor benih lobster atau benur. Ini bermula dari Edhy yang menerbitkan Surat Keputusan Nomor 53/KEP MEN-KP/2020 tentang Tim Uji Tuntas Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster, dengan menunjuk Andreau Pribadi Misata dan Safri selaku staf khusus Edhy.

Salah satu tugas dari tim ini adalah memeriksa kelengkapan administrasi dokumen yang diajukan oleh calon eksportir benur.

"Selanjutnya, pada awal Oktober 2020, SJT selaku Direktur PT DPP datang ke kantor KKP di lantai 16 dan bertemu dengan SAF. Pertemuan tersebut diketahui untuk melakukan ekspor benih lobster hanya dapat melalui forwarder PT Aero Citra Kargo (ACK) dengan biaya angkut Rp1.800 per ekor," ujar Nawawi.

Atas kegiatan ekspor benih lobster tersebut, PT DPP diduga melakukan transfer sejumlah uang ke rekening PT ACK dengan total sebesar Rp 731 juta. Selanjutnya, PT DPP atas arahan Edhy melalui tim uji tuntas memperoleh penetapan kegiatan ekspor benur dan telah melakukan sebanyak 10 kali pengiriman menggunakan PT ACK.

Adapun, 6 orang tersangka yang ditetapkan KPK sebagai penerima suap yakni Edhy Prabowo, dua staf khusus menteri KKP yaitu Safri (SAF) dan Andreau (APM), pengurus PT ACK yaitu Siswadi (SWD), staf istri Menteri KKP yakni Ainul Faqih (AF), dan Amiril Mukminin (AM). Sementara itu yang bertindak sebagai pemberi yaitu Direktur PT PT DPP, Suharjito (SJT).

7 tersangka tersebut dijerat dengan pasal berbeda. Untuk penerima dikenakan Pasal 12 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang No. 31 Tahun 1999. Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sedangkan untuk pemberi dikenakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang No. 31 Tahun 1999. Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Ribuan Vaksin Covid-19 di Mamuju Rusak Akibat Gempa

Nasional Kamis, 21 Januari 2021 | 11:47 WIB

Sebanyak 5.080 dosis vaksin Covid-19 di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, rusak akibat gempa pada 15 Januari 20...

Umum - Nasional, Ribuan Vaksin Covid-19 di Mamuju Rusak Akibat Gempa, Vaksin Covid-19,Vaksin COvid-19 di Mamuju Rusak,Vaksin Covid-19 rusak,Gempa Mamuju,Mamuju

Heboh Penampakan Puting Beliung di Wonogiri, BMKG Beri Penjelasan

Nasional Kamis, 21 Januari 2021 | 11:27 WIB

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, fenomena itu juga disebut Waterspout.

Umum - Nasional, Heboh Penampakan Puting Beliung di Wonogiri, BMKG Beri Penjelasan, Puting beliung Wonogiri,Fenomena Waterspout,Waterspout Wonogiri,Wonogiri

Harga Meroket, Kementan Klaim Stok Daging Sapi Aman

Nasional Kamis, 21 Januari 2021 | 11:03 WIB

Direktur Kesehatan Hewan, Direktorar Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian (Kementan), Fadjar S...

Umum - Nasional, Harga Meroket, Kementan Klaim Stok Daging Sapi Aman, Harga Daging sapi,Stok Daging Sapi,Kementerian Pertanian (Kementan) RI,Daging Sapi Kementan,Harga Daging Sapi Naik

Ini Doa untuk Memohon Keselamatan, Rezeki, dan Ampunan

Nasional Kamis, 21 Januari 2021 | 10:58 WIB

Umat Islam selalu diimbau untuk menghaturkan doa kepada Allah SWT. Doa yang perlu dibaca dalam menjalani aktivitas sehar...

Umum - Nasional, Ini Doa untuk Memohon Keselamatan, Rezeki, dan Ampunan, Doa memohon keselamatan,Doa meminta Rizki,Doa meminta rejeki,Doa memohon ampun,doa keselamatan dunia akhirat

34.200 Sekolah di Indonesia Sudah Belajar Tatap Muka

Nasional Kamis, 21 Januari 2021 | 10:54 WIB

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencatat baru sekitar 15%  sekolah di Indonesia yang sudah membuka k...

Umum - Nasional, 34.200 Sekolah di Indonesia Sudah Belajar Tatap Muka, Sekolah Tatap Muka,Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud),Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim,Sekolah di Tengah Pandemi,Pandemi Covid-19

Persis Umumkan Vaksin Sinovac Halal

Nasional Kamis, 21 Januari 2021 | 10:37 WIB

Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Islam (Persis) menyatakan vaksin Sinovac Covid-19 yang digunakan untuk vaksinasi halal. Ke...

Umum - Nasional, Persis Umumkan Vaksin Sinovac Halal, Data Vaksin Covid-19,vaksin sinovac halal,Persis,Persis Putuskan Vaksin Sinovac halal

Tilang di Tempat Bakal Dihilangkan, Simak Prosedur E-Tilang Berikut!

Nasional Kamis, 21 Januari 2021 | 10:14 WIB

Calon Kapolri Listyo Sigit menyatakan akan menghilangkan aksi tilang di tempat jika dirinya terpilih sebagai pejabat nom...

Umum - Nasional, Tilang di Tempat Bakal Dihilangkan, Simak Prosedur E-Tilang Berikut!, E-tilang,prosedur E-Tilang,Listyo Sigit Prabowo,Tilang di Tempat dihilangkan,tilang di tempat,Kapolri Baru

Menteri LHK Bantah Banjir Kalsel Gara-gara Penggundulan Hutan, Begini...

Nasional Kamis, 21 Januari 2021 | 06:22 WIB

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar membantah anggapan banjir Kalimantan Selatan (Kalsel) ya...

Umum - Nasional, Menteri LHK Bantah Banjir Kalsel Gara-gara Penggundulan Hutan, Begini Penjelasannya, Banjir Kalsel,Penyebab Banjir Kalsel,Penggundulan Hutan Kalsel,Menteri LHK,menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (LKH) Siti Nurbaya
dewanpers