web analytics
  

Tempat Tidur Pasien Covid-19 di RS Rujukan Bandung Tersisa 79

Kamis, 26 November 2020 08:15 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Tempat Tidur Pasien Covid-19 di RS Rujukan Bandung Tersisa 79, Rumah sakit rujukan Covid-19 Bandung,RS Rujukan Covid-19,Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna

[Ilustrasi] Tingkat keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19 di berbagai rumah sakit rujukan di Kota Bandung sudah maksimal. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

Kita dihadapkan pada tingkat (keterisian) tempat tidur yang sudah di angka 90,37%. Dari 789 tempat tidur, sekarang terisi 713. Sisanya 79, itu pun sudah waiting list.

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Tingkat keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19 di berbagai rumah sakit rujukan di Kota Bandung sudah maksimal. Sebanyak 90,37% telah terisi, sementara sisanya telah 'diperebutkan' untuk pasien positif lain yang tengah mengantre giliran.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna. Dia menyebutkan, situasi saat ini telah masuk dalam kategori 'cukup darurat'.

"Kita dihadapkan pada tingkat (keterisian) tempat tidur yang sudah di angka 90,37%. Dari 789 tempat tidur, sekarang terisi 713. Sisanya 79, itu pun sudah waiting list," ungkapnya di Balai Kota Bandung, Rabu (25/11/2020).

"Kita sudah masuk situasi cukup darurat, bahwa Bandung sudah harus konsentrasi dan berupaya maksimal lagi," katanya.

Bukan hanya rumah sakit-rumah sakit rujukan yang menampung pasien positif bergejala. Situasi serupa juga terjadi pada pusat isolasi pasien positif tak bergejala atau OTG. Dua buah hotel yang disediakan Pemerintah Kota Bandung sebagai tempat isolasi OTG dinyatakan penuh.

"Tempat isolasi yang disiapkan pemkot itu penuh. Hotel S dan hotel U sudah penuh. Kita sedang mengupayakan lagi satu (hotel) untuk OTG," ungkapnya.

Dia pun meminta pihak kecamatan dapat menyediakan rumah-rumah isolasi untuk para OTG di wilayahnya. Sementara pasien positif bergejala wajib dibawa ke rumah sakit.

"Pak camat dan bu camat sudah ada yang menyiapkan, tapi itu pun setelah ada rekomendasi dari petugas kesehatan. Karena segala sesuatunya harus terstandarisasi," ungkapnya.

Ema juga menyebutkan pihaknya akan berupaya menambah 56 tempat tidur tambahan di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSKIA). Tempat tidur tersebut akan disediakan di lantai 11.

Dia berharap, situasi ini dapat segera teratasi salah satunya dibantu oleh kedisiplinan warga menjalankan 3M. Dengan begitu, laju keterisian rumah sakit dan pusat-pusat isolasi para OTG dapat ditekan.

"Saya sudah lihat ini darurat, mengkhawatirkan. Tiap malam selalu ada informasi (pasien Covid-19) yang minta ditangani," ungkapnya.

"Jangan terus begini, kesembuhan melambat dan yang terkonfirmasi (positif Covid-19) cepat. Bisa-bisa ngagoler di halaman rumah sakit kan bahaya," tuturnya.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers