web analytics
  

Usai Terima Suap, Edhy Prabowo Minta Maaf ke Jokowi dan Prabowo

Kamis, 26 November 2020 07:28 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Umum - Nasional, Usai Terima Suap, Edhy Prabowo Minta Maaf ke Jokowi dan Prabowo, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo,Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),Suap Edhy Prabowo,Prabowo Subianto,Presiden Jokowi

Setelah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap izin ekspor benih lobster tahun 2020, Menteri KKP Edhy Prabowo meminta maaf kepada Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Setelah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap izin ekspor benih lobster tahun 2020, Menteri KKP Edhy Prabowo meminta maaf kepada Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto.

Edhy Prabowo pun langsung ditahan selama 20 hari pertama, mulai Rabu (24/11/2020) hingga (14/12/2020) di Rutan Cabang Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

"Pertama saya minta maaf kepada bapak Presiden. Saya telah mengkhianati kepercayaan beliau," kata Edhy Prabowo di KPK, Kamis (26/11/2020) dini hari.

Permintaan maaf juga disampaikan Edhy kepada Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan kepada orang tuannya.

"Minta maaf kepada Prabowo yang sudah mengajarkan banyak hal. Saya mohon maaf kepada ibu saya karena saya yakin hari ini nonton di tv juga. Sepuh ini semoga masih kuat, dan saya masih kuat menghadapi apa yang yang terjadi," kata dia.

Edhy Prabowo juga meminta maaf kepada seluruh rakyat khususnya para nelayan.

"Ini adalah kecelakaan dan saya bertanggung jawab. Saya tidak akan lari dan saya akan beberkan apa yang saya lakukan. Ini tanggung jawab saya kepada dunia dan akhirat," kata dia.

Edhy Prabowo dan 6 lainnya resmi ditetapkan sebagai tersangka suap terkait izin tambak, usaha atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020.

Politikus Gerindra itu ditetapkan tersangka setelah terjaring operasi tangkap tangan bersama 17 orang lainnya termasuk istri Edhy, Iis Rosita Dewi, Rabu (25/11/2020). Namun dalam penetapan tersangka Istri Eddy, dilepaskan dan tidak dijadikan tersangka.

Adapun tersangka lainnya yang ditetapkan KPK di antaranya yakni staf khusus Menteri KKP, Syafri, Andreu Pribadi Misata, pengurus PT ACK Siswadi, staf istri Menteri KKP Ainul Faqih, dan Amril Mukminin sebagai penerima suap.

Sementara itu, sebagai tersangka pemberi suap adalah Suharjito yang merupakan Direktur PT DPP.

"Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan dan sebelum batas waktu 24 jam sebagaimana diatur dalam KUHAP, dilanjutkan dengan gelar perkara, KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji oleh Penyelenggara Negara terkait dengan perizinan tambak, usaha dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020. KPK menetapkan 7 orang tersangka," kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango, dalam konferensi Pers di Gedung KPK Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu malam.

Kelima tesangka penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Untuk penerima suap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers