web analytics
  

Jadi Tersangka, Menteri Edhy Prabowo Ditahan 20 Hari di Rutan KPK

Kamis, 26 November 2020 07:20 WIB
Umum - Nasional, Jadi Tersangka, Menteri Edhy Prabowo Ditahan 20 Hari di Rutan KPK, Edhy Prabowo Korupsi,Edhy Prabowo KPK,Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo,Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),benih lobster,suap,Suap Edhy Prabowo

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo langsung ditahan selama 20 hari pertama dalam kasus suap izin ekspor benih lobster tahun 2020 di Rutan KPK setelah ditetapkan menjadi tersangka. (suara.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo langsung ditahan selama 20 hari pertama dalam kasus suap izin ekspor benih lobster tahun 2020 di Rutan KPK setelah ditetapkan menjadi tersangka.

Edhy Prabowo ditahan mulai Rabu (24/11/2020) hingga (14/12/2020) di Rutan Cabang Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Edhy Prabowo ditahan bersama 4 tersangka lainnya, stafsus Menteri KKP Safri, pengurus PT ACK Siswadi; staf isteri Menteri KKP Ainul Faqih, dan pemberi suap Direktur PT DPP Suharjito.

"Para tersangka saat ini dilakukan penahanan rutan selama 20 hari terhitung sejak tanggal 25 November 2020 sampai dengan 14 Desember 2020 masing-masing bertempat di Rutan KPK Cabang Gedung Merah Putih KPK," kata Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (24/11/2020).

Sementara itu, 2 tersangka lain, Andreau Pribadi Misata selaku stafsus Menteri KKP dan Amril Mukminin, dinyatakan buron karena lolos dari upaya penangkapan.

Nawawi menegaskan agar kedua tersangka kooperatif dan menyerahkan diri dengan mendatangi gedung KPK.

"Kami imbau untuk kepada dua tersangka APM (Andreau Pribadi Misata) dan AM (Amril Mukminin) untuk dapat segera menyerahkan diri ke KPK," ucap Nawawi.

Dalam konstruksi perkara suap benih lobster, Menteri KKP Edhy Prabowo diduga menerima suap mencapai Rp3,4 miliar dan 100 ribu dolar Amerika Serikat. Uang itu sebagian digunakan Edhy bersama istrinya untuk berbelanja tas Hermes hingga jam Rolex di Amerika Serikat.

Dalam kasus ini, tersangka penerima suap dijerat Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara itu, tersangka Suharjito dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers