web analytics
  

Pemerintah Punya Rp2,49 Triliun yang Siap Ditempatkan di Bank Daerah

Rabu, 25 November 2020 22:31 WIB
Bisnis - Finansial, Pemerintah Punya Rp2,49 Triliun yang Siap Ditempatkan di Bank Daerah, Kementerian Keuangan (Kemenkeu),program penempatan dana,Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),Bank Pembangunan Daerah (BPD)

Ilustrasi -- Penempatan Dana. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah masih memiliki sisa anggaran Rp 2,49 triliun untuk ditempatkan pada perbankan guna menyalurkan kredit, terutama pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Rencananya, sisa alokasi ini akan ditempatkan kembali ke Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk menjangkau debitur di daerah-daerah.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, pemerintah mengalokasikan Rp 66,99 triliun untuk program penempatan dana dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Sebanyak Rp 64,5 triliun di antaranya sudah ditempatkan di Himpunan Bank Negara (Himbara), bank syariah dan BPD.

Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu Andin Hadiyanto mengatakan, saat ini, pemerintah sedang melakukan tinjauan terhadap pengajuan penempatan dana dari beberapa BPD. "Ada 11 BPD yang akan kita proses di minggu-minggu depan," tuturnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Secara keseluruhan, pemerintah sudah menempatkan dana di 11 BPD dengan nilai Rp 14 triliun yang terbagi ke dua gelombang besar. Tujuh BPD pertama mendapatkan penempatan dana pada 13 dan 14 Agustus dengan suku bunga 2,80 persen. Tenor penempatan dana adalah enam bulan, sehingga jatuh temponya terjadi pada awal Februari 2021.

Selanjutnya, pada 2 dan 9 Oktober, pemerintah kembali ‘menitipkan’ dananya di empat BPD lain dengan suku bunga 2,84 persen dan 2,85 persen. Pemerintah menetapkan tenor yang sama, enam bulan, dengan jatuh tempo pada awal April 2021.

Per 20 November, total penyaluran kredit dari BPD telah mencapai RP 30,12 triliun atau mencatatkan leverage 2,15 kali. Realisasi ini melampaui kesepakatan target awal antara pemerintah dengan DPR, yakni leverage dua kali atau setara dengan Rp 28 triliun.

"Ini kami sambut gembira. Artinya, kredit-kredit untuk UMKM di daerah-daerah itu sudah mulai bergerak," ucap Andin.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Supriyatno berharap, sisa anggaran yang dimiliki pemerintah dapat disebarkan ke BPD lain. Sebab, penyaluran kredit 11 BPD akibat penempatan dana mencatatkan kinerja positif yang menimbulkan rasa 'iri' oleh BPD lain.

Menurut catatan Supriyanto, sebanyak 11 BPD sudah mengajukan diri agar bisa menjadi bank penerima penempatan dana pemerintah. Total usulan dana mereka mencapai Rp 5,1 triliun yang akan diutamakan untuk pelaku UMKM.

"Kalau tadi melihat ada sisa dana yang kurang dari ini, mungkin akan jadi pemikiran kami bagaimana agar BPD-BPD lain bisa juga ikut mengelola dana PEN," tuturnya dalam kesempatan yang sama.  

Dari paparan Supriyanto, beberapa bank yang masuk dalam ‘waiting list’ adalah Bank Aceh Syariah, Bank Bengkulu, Bank NTB Syariah, Bank Kalimantan Selatan dengan besaran pengajuan masing-masing adalah Rp 500 miliar. Bank Maluku Malut mengajukan nominal terbesar, yakni Rp 1 triliun.

Supriyanto berharap, 11 BPD ini dapat ikut serta mengelola dana penempatan dari pemerintah dengan bunga lebih murah. Selain dapat memperluas pembiayaan dengan bunga relatif murah, penempatan dana ini juga membantu menurunkan cost of fund BPD yang sifatnya belum digunakan.

Sejauh ini, Supriyanto menjelaskan, 11 BPD yang sudah mendapatkan penempatan dana sudah menyalurkan kredit ke sektor ekonomi di daerah masing-masing, mulai dari pariwisata hingga kesehatan.

Dana yang ditempatkan di BPD juga sudah disalurkan ke 196 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dengan nilai Rp 1,07 triliun. "Kami bertindak selaku linkage program sehingga penempatan dana di BPD juga dipergunakan oleh teman-teman di BPR," ucapnya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Gandeng Perhutani dan PTPN III, PLN Optimistis Tingkatkan Bauran EBT

Finansial Jumat, 22 Januari 2021 | 22:56 WIB

Melalui pilar Green dalam transformasinya, PLN terus berupaya meningkatkan bauran Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Komi...

Bisnis - Finansial, Gandeng Perhutani dan PTPN III, PLN Optimistis Tingkatkan Bauran EBT, PLN,Energi Baru dan Terbarukan (EBT)

UMKM Makin Maju Berkat Suntikan PEN bank bjb

Finansial Jumat, 22 Januari 2021 | 11:43 WIB

Di tengah wabah Covid-19 merebak dan memukul para pelaku UMKM, Kopi Seru mampu menunjukkan kinerja bisnis yang terus men...

Bisnis - Finansial, UMKM Makin Maju Berkat Suntikan PEN bank bjb, program pemulihan ekonomi nasional (PEN),bank bjb,program bjb PENtas,Kopi Seru,UMKM

Kisah Inspiratif Pengusaha Fashion Bandung, Hindari PHK Pegawai Saat P...

Finansial Jumat, 22 Januari 2021 | 11:24 WIB

Perusahaan sehat bisa menghindari pengangguran baru akibat pemutusan kerja pegawai.

Bisnis - Finansial, Kisah Inspiratif Pengusaha Fashion Bandung, Hindari PHK Pegawai Saat Pandemi, UMKM Bandung,UMKM Bandung Terdampak Pandemi,Motzint Original,Motzint,Pelaku UMKM,UMKM di tengah Covid-19

Tips UMKM Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

Finansial Jumat, 22 Januari 2021 | 01:03 WIB

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) jadi salah satu sektor terdampak pandemi Covid-19, padahal lebih dari 61 persen Produk...

Bisnis - Finansial, Tips UMKM Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM),Tips Usaha,United Nations Development Programme (UNDP)

BTN dapat Jatah FLPP Rp8,73 Triliun

Finansial Kamis, 21 Januari 2021 | 22:23 WIB

Tahun 2021, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali meraih kepercayaan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan P...

Bisnis - Finansial, BTN dapat Jatah FLPP Rp8,73 Triliun, Bank Tabungan Negara (BTN),Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP),masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),Rumah MBR

Harga Emas Antam Naik, Terkerek Euforia Pelatikan Joe Biden

Finansial Kamis, 21 Januari 2021 | 11:10 WIB

Harga emas Antam kembali melonjak cukup tinggi hari ini, Kamis (21/1/2021). Sebelumnya, harga emas Antam sempat jatuh ke...

Bisnis - Finansial, Harga Emas Antam Naik, Terkerek Euforia Pelatikan Joe Biden, Harga emas Antam,Harga emas Antam hari ini,emas antam,Harga Emas,Emas Antam Hari Ini

Ini Hukum Arisan bagi Muslimah

Finansial Rabu, 20 Januari 2021 | 06:30 WIB

Arisan erat dengan kaum hawa. Aktivitas ini adalah bagian dari tradisi yang marak dilakukan oleh kelompok masyarakat sej...

Bisnis - Finansial, Ini Hukum Arisan bagi Muslimah, Arisan,Hukum Arisan,Hukum Arisan bagi muslimah,arisan halal,arisan haram

Serap Rp 24 Triliun, Lelang SUN Jauh Dibawah Target

Finansial Selasa, 19 Januari 2021 | 20:25 WIB

Pemerintah menyerap dana sebesar Rp 24,45 triliun dari lelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN) di pasar perdana denga...

Bisnis - Finansial, Serap Rp 24 Triliun, Lelang SUN Jauh Dibawah Target, Lelang SUN,Surat Utang Negara (SUN),Kementerian Keuangan (Kemenkeu),obligasi negara
dewanpers