web analytics
  

Ubi Jalar Bisa Mengontrol Gula Darah secara Alami

Rabu, 25 November 2020 07:56 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Gaya Hidup - Sehat, Ubi Jalar Bisa Mengontrol Gula Darah secara Alami, Ubi Jalar,ubi,Manfaat ubi,gula darah,Cara Menurunkan Gula Darah,mengontrol gula darah,Kentut,Kesehatan

Ubi jalar kaya manfaat untuk kesehatan, salah satunya dapat mengontrol kadar gula darah secara alami. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM Ubi jalar kaya manfaat untuk kesehatan, salah satunya dapat mengontrol kadar gula darah secara alami.

Ubi jalar kaya akan vitamin A, serat, vitamin C, tiamin, dan riboflavin,” kata Ahli Diet bersertifikat, Tracy Lockwood Beckerman, RD, mengutip laman wellandgood, Rabu (25/11/2020).

Beckerman mengatakan, serat dalam ubi jalar menyehatkan usus, dan membuat sistem pencernaan menjadi lancar. Bahkan, ubi jalar bisa dibumbui dengan kayu manis yang membantu menurunkan peradangan dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Selain itu, ubi juga mengandung karotenoid atau sejenis antioksidan yang bermanfaat untuk penglihatan. Beta karoten yang menghasilkan warna oranye pada ubi berguna untuk mata.

Beta karoten bersama dengan nutrisi lain, seperti vitamin C, E, dan zinc, dapat membantu mengurangi risiko penyakit mata terkait usia. Kita hanya perlu makan satu ubi jalar per hari.

Selain itu, antioksidan di dalam ubi jalar dapat melindungi sistem kekebalan tubuh dari radikal bebas. Antioksidan dapat melawan kerusakan dan menjaga sistem kekebalan tetap kuat. Selain itu, adanya vitamin A pada ubi jalar membantu mendukung sistem kekebalan tubuh.

Cara Mengolah Ubi agar Tak Sering Kentut

Cara mengolah ubi yang benar bisa membuat seseorang tidak sering kentut.

Menurut ahli teknologi pangan Prof Dr Ir Rindit Pambayun, MP, ubi mengandung berbagai zat antara lain linamarin, glukoprotein, dan karbohidrat.

Adanya zat glukoprotein, kata Prof Rindit, menghambat proses pencernaan karbohidrat sehingga memicu produksi buang angin usai mengonsumsinya.

"Setelah mengonsumsi ubi mendorong buang angin itu benar. Tapi bisa dicegah," ujarnya.

Prof Rindit mengatakan, jika akan mengolah ubi, kupaslah bagian dalam kulit ubi yang berlendir. Pasalnya, zat glikoprotein yang memicu pengeluaran emisi berupa kentut terdapat pada bagian tersebut.

"Kalau kupas kulit ubi, kupas juga bagian dalamnya sekitar satu sentimeter. Lalu, rendam dalam air agar zat linamarin tidak membentuk senyawa HCN atau sianida yang bisa meracuni tubuh," kata dia.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers