web analytics
  

Tangkap Edhy Prabowo, KPK Amankan 17 Orang dan Sejumlah Kartu ATM

Rabu, 25 November 2020 13:55 WIB Aini Tartinia
Umum - Nasional, Tangkap Edhy Prabowo, KPK Amankan 17 Orang dan Sejumlah Kartu ATM, Edhy Prabowo ditangkap KPK,Edhy Prabowo diperiksa KPK,Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo,Edhy Prabowo

Menteri KKP Edhy Prabowo ditangkap KPK. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan beberapa barang bukti dan sejumlah pihak atas penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo pada dini hari tadi.

PlT Juru Bicara Ali Fikri mengatakan, tim antirasuah mengamankan sejumlah kartu debit ATM. Diduga ATM tersebut berkaitan dengan latar belakang kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) terkait proses penetapan calon eksportir benih lobster atau benur.

“Turut diamankan sejumlah barang di antaranya kartu Debit ATM yang diduga terkait dengan tindak pidana korupsi dan saat ini masih diinventarisir oleh tim,” kata Ali melalui keterangannya yang dilihat Ayojakarta.com, Rabu (25/11/2020).

Selain itu, KPK juga turun mengamankan sejumlah pihak di beberapa lokasi, di antarannya Jakarta, Depok, dan Banten di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) sekitar pukul 00.30 WIB. Jumlah yang diamankan oleh petugas antirasuah saat ini sebanyak 17 orang.

“Di antaranya adalah Menteri KKP beserta istri dan beberapa pejabat di KKP. Di samping itu juga beberapa orang pihak swasta," ucapnya.

Gerinda melapor ke Prabowo

Terpisah, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengaku sudah melapor kepada Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto soal penangkapan Edhy. Ia berujar, Prabowo mengarahkan agar jajaran Partai Gerindra dapat menunggu perkembangan lebih lanjut dari KPK.

"Ya, kami sudah melaporkan kepada Ketua Umum kami dan arahan dari Ketua Umum untuk menunggu perkembangan lebih lanjut informasi dari KPK," ujar Dasco kepada wartawan di Gedung KPK.

Namun, Dasco belum enggan berkomentar lebih jauh saat disinggung soal dugaan KKP memberikan izin kepada 30 perusahaan untuk melakukan ekspor benih lobster di bawah kepemimpinan Edhy. Ia mengaku baru mengetahui kabar tersebut dari media massa.

"Kami dari Partai Gerindra belum bisa berkomentar lebih jauh, kami masih menunggu informasi yang valid dari KPK tentang itu," ujarnya.

Dasco juga menyampaikan terakhir bertemu Edhy Prabowo sekitar 12 hari yang lalu, sebelum sang menteri bertolak ke Amerika Serikat dalam rangka kunjungan kerjanya. Saat itu, kata Dasco, Edhy hanya berpamitan sebelum berangkat ke luar negeri.

"Dua minggu atau dua belas hari lalu, enggak (bilang apa-apa), cuma bilang pamit saja mau ke Amerika," kata Dasco.

Seperti diketahui, Edhy Prabowo ditangkap atas kasus dugaan korupsi ekspor benih lobster. Dia ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, dini hari tadi bersama dengan beberapa orang lainnya.

"Terkait ekspor benur. Tadi pagi jam 01.23 WIB di Soekarno-Hatta. Ada beberapa dari KKP dan keluarga yang bersangkutan," kata Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, ketika dikonfirmasi.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers