web analytics
  

Kemenko Maritim Ajak Influencer ke Cisanti, Perlihatkan Penanggulangan Pencemaran Citarum

Rabu, 25 November 2020 12:36 WIB Rizma Riyandi
Bandung Raya - Soreang, Kemenko Maritim Ajak Influencer ke Cisanti, Perlihatkan Penanggulangan Pencemaran Citarum, Satgas Citarum,kemenko maritim,Sungai Citarum,Citarum Harum

Biro Kemenko Kemaritiman dan Investasi melakukan kunjungan ke Situ Cisanti, Sabtu (21/11/2020). (Istimewa)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Biro Kemenko Kemaritiman dan Investasi melakukan kunjungan ke Situ Cisanti, Sabtu (21/11/2020).

Dalam kunjungan tersebut dijelaskan kerja pemerintah dalam penanganan sungai citarum kepada para influencer atau netizen.

Hal tersebut dilakukan dengan harapan agar dapat informasi mengenai Sungai Citarum bisa dipublikasikan kepada masyarakat yang luas.

Di sana influencer melihat bagaimana upaya-upaya yang sudah dilakukan pemerintah selama dua tahun.

Para influencer juga mendapat penjelasan mengenai penanganan pencemaran Sungai Citarum dari Ketua Harian Satgas Mayjen Citarum Dedi Kusnadi Thamim.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi Kemenko Maritim dan Investigasi Andreas Dipi Patria mengatakan, pemerintah sudah memiliki rencana aksi untuk 5 tahun ke depan terkait aktivitas di Sungai CItarum.

Ia berharap rencana tersebut bisa berjalan dengan baik. Jika rencana tersebut terealisasi dengan baik, pihaknya berharap hal itu dapat dipublikasikan kepada masyarakat.

"Kaum milenial ini menjadi salah salah satu sumber informasi bagi masyarakat. Nah pemerintah dalam hal ini mencoba mengambil peran. Teman-teman influencer ini menjadi bagian sebagai corong menyampaikan pesan-pesan pembangunan. Hari ini kita memperkenalkan pada pada milenial bagaimana pemerintah berusaha memperbaiki Sungai Citarum. Kita mulai dengan melihat dari Situ Cisanti," kata Andreas.

Selain pemerintah, ia juga berharap agar masyarakat bisa turut andil dalam pembangunan daerah, termasuk dengan pemulihan kembali kondisi Sungai Citarum.

"Ini sebenarnya strategi bagaimana pemerintah menyampaikan pesan-pesan pembangunan melalui influencer. Ini sebenarnya tren baru bagi masyarakat," ujar Andreas.

 

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers