web analytics
  

3 Pejabat KKP Ini Ikut Menteri Edhy Prabowo ke AS

Rabu, 25 November 2020 09:10 WIB
Umum - Nasional, 3 Pejabat KKP Ini Ikut Menteri Edhy Prabowo ke AS, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo,Edhy Prabowo KPK,Edhy Prabowo Korupsi,benih lobster

Menteri KKP Edhy Prabowo. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

Kunjungan kerja Edhy di AS berlangsung selama 7 hari, termasuk waktu perjalanan yang juga didampingi Dirjen Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto, Plt Dirjen Perikanan Tangkap Muhammad Zaini Hanafi, dan Direktur Pemantauan dan Operasi Armada Ditjen PSDKP Pung Nugroho Saksono.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, Rabu (25/11/2020) dini hari. Edhy Prabowo sejak Selasa (17/11/2020) malam bertolak ke Amerika Serikat (AS).

Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)  Agung Tri Prasetyo mengatakan, kunjungan Edhy ke AS untuk memperkuat kerja sama bidang kelautan dan perikanan dengan salah satu lembaga riset di negara adidaya tersebut. Kerja sama ini dalam rangka mengoptimalkan budidaya udang secara berkelanjutan di Indonesia.

Selain itu, kata Agung, Edhy mengunjungi Oceanic Institute (OI) di Honolulu, Negara Bagian Hawaii. "Selasa malam Pak Menteri bersama pendamping bertolak dan transit dulu di Korea Selatan. Alhamdulillah telah tiba di Los Angeles untuk transit menjalani tes PCR/swab sebagai syarat wajib masuk Hawaii," ujar Agung dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (19/11/2020)

Sesuai jadwal, kata Agung, kunjungan kerja Edhy di AS berlangsung selama 7 hari, termasuk waktu perjalanan yang juga didampingi Dirjen Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto, Plt Dirjen Perikanan Tangkap Muhammad Zaini Hanafi, dan Direktur Pemantauan dan Operasi Armada Ditjen PSDKP Pung Nugroho Saksono.

Sekretaris Jenderal KKP Antam Novambar mengatakan KKP memilih menjalin kerja sama dengan OI lantaran lembaga ini memiliki teknologi dan para ahli yang mumpuni di sektor budidaya berkelanjutan, khususnya spesies udang. Target dari kerja sama adalah adanya transfer teknologi serta pendampingan teknis di bidang genetika udang dari OI.

Selain itu, KKP berharap mendapatkan grand parent stock (GPS) vaname yang dapat menghasilkan induk-induk unggul, yakni tahan salinitas rendah, toleran terhadap penyakit, dan pertumbuhannya cepat. Bahkan dengan potensi yang dimiliki, Indonesia berpeluang menghasilkan great grand parent stock (GGPS).

"Dengan adanya transfer teknologi dalam menghasilkan induk udang unggul, artinya kita dapat mengurangi ketergantungan dari induk udang impor," ucap Antam.

Melalui kerja sama dengan OI, kata Antam, rencana KKP membangun broodstock center modern berskala internasional termasuk fasilitas Nucleus Breeding Center juga bisa lebih mudah. Sebab dibutuhkan para ahli untuk membantu baik dari segi ilmu genetika dan disain broodstock center.

"Dengan aplikasi teknologi tepat guna dan modern, harapannya budidaya udang Indonesia bisa unggul. Bahkan kita bisa mengekspor indukan udang ke negara yang membutuhkan," kata Antam.

Antam menjelaskan, pengembangan budidaya udang nasional adalah arahan langsung Presiden Joko Widodo saat menunjuk Edhy Prabowo menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan sehingga kerja sama dengan OI menjadi salah satu upaya Menteri KKP menjawab arahan tersebut.   

"Merujuk arahan Presiden kepada Pak Menteri untuk pengembangan budidaya udang vaname, nah ini salah satu upaya ke sana. Untuk pengembangan budidaya di Indonesia, kita perlu kerja sama dengan para ahli," kata Antam.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Cara Cek Status Penerima BLT BPJS Ketenagakerjaan yang Bakal Cair Sebe...

Nasional Rabu, 27 Januari 2021 | 12:46 WIB

Pemerintah akan melanjutkan bantuan subsidi gaji/upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) BPJS Ketenagakerjaan termi...

Umum - Nasional, Cara Cek Status Penerima BLT BPJS Ketenagakerjaan yang Bakal Cair Sebentar Lagi, BLT BPJS Ketenagakerjaan,blt bpjs ketenagakerjaan 2021,kapan blt bpjs ketenagakerjaan 2021 cair,Jadwal Pencairan BLT BPJS Ketenagakerjaan,Subsidi Gaji,subsidi gaji rp600.000,Subsidi gaji karyawan,Subsidi gaji karyawan Rp600 ribu

Ini Alasan Jokowi Pakai Singlet Saat Divaksin

Nasional Rabu, 27 Januari 2021 | 12:03 WIB

Panampilan Presiden Jokowi saat menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis kedua di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/1/202...

Umum - Nasional, Ini Alasan Jokowi Pakai Singlet Saat Divaksin, Singlet Jokowi,Jokowi Pakai Singlet,Apa itu singlet,Merk Singlet Jokowi,Kenapa Jokowi pakai singlet,alasan jokowi pakai singlet,singlet

3 Negara Ini Bakal Geser Indonesia dari Posisi Negara Muslim Terbesar

Nasional Rabu, 27 Januari 2021 | 11:27 WIB

Pew Research Center telah memperbaharui data 10 negara dengan populasi Muslim terbanyak di dunia. Pada 2010 dan 2015 Ind...

Umum - Nasional, 3 Negara Ini Bakal Geser Indonesia dari Posisi Negara Muslim Terbesar, Muslim,Negara Muslim,Negara Muslim terbesar,negara muslim terbesar dunia,Bangladesh,India,Pakistan

Presiden Jokowi Resmi Lantik Listyo Sigit Jadi Kapolri Baru

Nasional Rabu, 27 Januari 2021 | 10:42 WIB

Ia dilantik menggantikan Jenderal Pol Idham Azis yang memasuki masa pensiun pada 1 Februari 2021.

Umum - Nasional, Presiden Jokowi Resmi Lantik Listyo Sigit Jadi Kapolri Baru, Listyo Sigit Prabowo,Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo,Kapolri Baru,Kapolri Jenderal Pol Idham Azis,Presiden Jokowi

Belum Capai Target, Jokowi Akui Ada Masalah pada Vaksinasi Nakes

Nasional Rabu, 27 Januari 2021 | 10:19 WIB

Realisasi penyuntikan vaksinasi Covid-19 terhadap penerima prioritas yakni tenaga kesehatan dinilai masih rendah. Presid...

Umum - Nasional, Belum Capai Target, Jokowi Akui Ada Masalah pada Vaksinasi Nakes, vaksin corona,Vaksin Covid-19,vaksin covid-19 nakes,Nakes,jokowi

Setelah Divaksin Jokowi Akui Hanya Merasa Pegal-pegal

Nasional Rabu, 27 Januari 2021 | 09:31 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis kedua pagi hari ini di halaman tengah Istana Presi...

Umum - Nasional, Setelah Divaksin Jokowi Akui Hanya Merasa Pegal-pegal, Presiden Jokowi,Jokowi divaksin,Vaksinasi Covid-19,vaksin corona

Divaksin Covid-19 Kedua, Jokowi: Tidak Terasa

Nasional Rabu, 27 Januari 2021 | 09:19 WIB

Ia menuturkan ketika dua minggu lalu vaksin dosis pertama, ia merasakan pegal-pegal.

Umum - Nasional, Divaksin Covid-19 Kedua, Jokowi: Tidak Terasa, Presiden Jokowi divaksin Covid-19,Vaksin Covid-19 kedua Presiden Jokowi,Presiden Jokowi divaksin pertama,Presiden Jokowi

Presiden Jokowi Disuntik Vaksin Covid-19 Kedua Hari Ini

Nasional Rabu, 27 Januari 2021 | 08:10 WIB

Presiden Jokowi Disuntik Vaksin Covid-19 Kedua Hari Ini

Umum - Nasional, Presiden Jokowi Disuntik Vaksin Covid-19 Kedua Hari Ini, Presiden Jokowi divaksin Covid-19,Presiden Jokowi divaksin pertama,Presiden Joko Widodo,Vaksin Covid-19
dewanpers