web analytics
  

Dari Roasting Coffee Hingga Ikan Bawal Kukus, Kopi Q Sajikan Menu Otentik

Selasa, 24 November 2020 18:17 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Gaya Hidup - Kuliner, Dari Roasting Coffee Hingga Ikan Bawal Kukus, Kopi Q Sajikan Menu Otentik, Kopi Q,Kopi,Kuliner di Bandung,Kuliner,Wisata Kuliner

Kemasan botol Kopi Q. (ayobandung/Eneng Reni)

BOJONGLOA KIDUL, AYOBANDUNG.COM -- Berawal dari sebuah kedai kopi yang berdiri pada 2012, Kopi Q menjelma menjadi salah satu restoran yang mengusung konsep otentik. 

Mulanya restoran yang berlokasi di Kompleks Istana Mekar Wangi, Kota Bandung, itu hanya menyajikan menu secangkir kopi yang langsung diproses dari mulai biji kopi mentah, roasting hingga disajikan kepada pelanggan langsung di tempat yang sama.

Wakil Direktur Kopi Q, Michelle Benita, menyampaikan Kopi Q mulanya memiliki prinsip secangkir kopi yang sajikan sebuah kualitas. Buktinya, Huruf Q dalam nama Kopi Q itu mewakilkan kata 'Quality' yang merepresentasikan produk hingga layanan kualitas terbaik.

"Namanya Kopi Q karena awal konsepnya yang kamu usung itu lebih ke coffee shop di mana speciality product kami itu adalah kopi yang disajikan dari bahan mentah hingga jadinya sendiri kami roasting di sini," kata Michelle saat ditemui, Selasa (24/11/2020).

Namun Michelle menyampaikan, seiring dengan perkembangan bisnis dan permintaan pasar, konsep coffee shop-nya berubah menjadi konsep restoran dengan menawarkan produk yang lebih lengkap mulai dari appetizer, light meal, main course hingga dessert.

Kerja Sama dengan Nelayan Pangandaran
Meski terkenal dengan racikan secangkir kopi dari bijinya. Namun untuk signature dish, Michelle mengatakan, Kopi Q juga mengeluarkan menu otentik yang memiliki background value untuk kesejahteraan masyarakat khususnya para nelayan.

Sejak pandemi, Michelle mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan lima kelompok nelayan di Pangandaran untuk memanfaatkan tangkapan hasil laut mereka. Dia menyadari, di masa pandemi ini para nelayan tak luput dari terjangan badai pandemi Covid-19. 

"Kami bangga dengan hasil laut di Indonesia ini yang sangat beragam, tujuan kami adalah mengenalkan hasil laut yang sangat luar biasa itu. Ini juga untuk memulihkan bisnis kami yang sempat terkena dampak pandemi dan untuk membantu para nelayan di Pangandaran untuk meningkatkan pendapatan mereka juga," kata Michelle.

Dalam kerja sama itu, Michele menurutkan, pihaknya menggandeng para nelayan dari Pangandaran untu memasok seafood ke restorannya. Michelle mengaku setiap minggu, pihaknya menerima 50-60 kg hasil tangkapan ikan laut segar.

"Awalnya itu sejak pandemi dimulai, kemudian ada obrolan ringan juga dengan para nelayan di Pangandaran. Alangkah baiknya bagi kita untuk bisa mengenalkan hasil laut dari perairan Indonesia, ini juga kita bisa bantu sedikit para nelayan nih, karena mereka terkena dampak yang cukup besar dari pandemi," kata Michelle.

Michelle mengatakan, hasil tangkapan para nelayan di Pangandaran itu diolah dalam beraneka ragam menu. Mulai dari ikan bawal kukus, ikan layur, ikan kerapu, berbagai jenis udang, jerebung, dogol, cumi dan lainnya. 

Michelle juga menuturkan, hasil laut yang dikirim oleh para nelayan sampai ditempatnya mendapatkan treatment khusus untuk menjaga kualitas hingga layak diterima konsumen. Apalagi pihaknya memang menyediakan layanan penjualan seafood segar mentah dengan metode frozen.

"Sedikit cerita saat ikan sampai di sini dibilas dulu dengan air es, kemudian kami lakukan proses pembekuan. Metode ini dilakukan untuk mendapatkan tingkat kesegaran terbaik pertama saat ikan itu dipanen. Dengan proses pembekuan ini rasa, tekstur, juga nutrisi terbaik dari ikan akan tetap terkunci di dalamnya sampai ikan diolah dan kemudian disajikan," katanya.

Bawal Putih Kukus
Michelle mengatakan, restorannya memiliki satu menu andalan dari rangkaian menu seafood yakni bawal putih kukus. Michelle menilai, menu seafood dengan metode kukus ini masih cukup jarang dijumpai di tempat-tempat lain. 

IMG-20201124-WA0008

Dia juga meyakini, dengan menyajikan menu seafood dengan metode kukus akan lebih menyehatkan dan tidak menghilangkan nutrisi baik dari ikan. Pasalnya, di tempat lain kebanyakan olahan seafood hanya digoreng atau dibakar.

"Ikan ini juga kami bumbui dengan bumbu khas asli Indonesia sehingga rasanya itu sangat otentik dan unik sehingga sangat digemari oleh mayoritas tamu di tempat kami. Ikan ini juga kami bungkus dengan daun pisang untuk meningkatkan aroma dari daging ikan itu. Dan metode kukus itu membuat bumbu jauh lebih menyerap ke dalam ikan," katanya.

Michelle juga mengakui sambutan dari para pecinta kuliner Kota Kembang khususnya seafood cukup positif usai mengetahui ada jenis metode bari penyajian seafood yang ditawarkan di salah satu restoran di Kota Bandung. 

Untuk harga menu bawal putih kukus ini dibagi dalam dua ukuran, S dan M. Ukuran S (porsi satu orang) dibanderol dengan harga di Rp110.000 dan ukuran M (porsi dua orang) dibanderol dengan harga Rp150.000. 

Dapur Kopi Q ini pun bukan setiap hari dari pagi pukul 08.00-22.00 WIB.

"Mereka cukup tertarik karena di Bandung ini masih sedikit tempat yang menjual seafood apalagi yang fresh. Kebetulan salah satu menu yang unggulan kami yang unik ini yang memang paling digemari di antara menu seafood yang lain," ujarnya 

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers