web analytics
  

Styrofoam Jadi Bungkus Makanan, Seberapa Buruk bagi Kesehatan?

Selasa, 24 November 2020 17:15 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Gaya Hidup - Sehat, Styrofoam Jadi Bungkus Makanan, Seberapa Buruk bagi Kesehatan?, Styrofoam,bungkus makanan,Kesehatan,Sakit Kepala,perkembangan janin

Styrofoam masih digunakan sebagai bungkus makanan, padahal kandungannya sangat berbahaya bagi kesehatan. (Pixabay/Douglas Perkins)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Styrofoam masih digunakan sebagai bungkus makanan, padahal kandungannya sangat berbahaya bagi kesehatan.

Melansir dari Hello Sehat, styrofoam mengandung zat yang berhaya, yakni benzane dan styrene. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menunjukkan bahwa benzane dapat memicu tumbuhnya sel kanker. Sementara styrene memiliki dampak umum pada kesehatan.

Sementara itu, kandungan styrofoam, yakni styrene bisa menjadi masalah bagi kesehatan jika berpindah ke makanan yang Anda konsumsi. Perpindahan zat ini bisa menyebabkan gangguan saraf, sakit kepa, leukimia, limfoma, hingga mengganggu perkembangan janin.

Perpindahan zat berbahaya pada styrofoam sendiri bisa dipengaruhi oleh beberapa konisi, antara lain:

Suhu Makanan: Semakin tinggi suhunya maka kemungkinan perpindahan zat  akan semakin tinggi.

Lama Kotak dengan Makanan: Semakin lama makanan berada dalam wadah styrofoam, maka semakin memungkinkan kesempatan perpindahan zat bahaya ke makanan.

Lemak Makanan: Semakin makanan yang dibungkus dengan styrofoam berlemak, maka akan semakin memngkinkan perpindahan zat berbahaya ke makanan.

Meskipun styrofoam memeliki kandungan yang berbahaya untuk kesehatan, namun styrofoam yang ada di pasaran umumnya tergolong aman.

Dalam hal ini, WHO menunjukkan bahwa kandungan styrene hanya akan berbahaya pada kesehatan jika melebihi  5000 ppm di dalam tubuh.

"Sementara kemasan makanan atau styrofoam yang sering dipakai untuk menyimpan makanan hanya mengeluarkan styrene sebanyak sekitar 0,05 ppm," catat Hello Sehat.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers