web analytics
  

Polisi Amankan 5 Pengeroyok Pemuda Hingga Tewas di Bojongloa Kidul 

Selasa, 24 November 2020 15:43 WIB Fichri Hakiim
Bandung Raya - Bandung, Polisi Amankan 5 Pengeroyok Pemuda Hingga Tewas di Bojongloa Kidul , Kriminal,Pembunuhan,Bojongloa Kidul,Kecamatan Bojongloa Kidul

Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung menangkap lima tersangka yang melakukan penganiayaan hingga korbannya meninggal dunia. (ayobandung/Fichri Hakim)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung menangkap begal yang melibatkan kelompok bermotor di kota Bandung. Dalam hal ini, begal tersebut sering meresahkan masyarakat Kota Bandung bahkan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, Kompol Adanan Mangopang, mengatakan pihaknya terus berupaya menangkap pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat, terutama di Kota Bandung.

"Sudah beberapa tersangka yang kita amankan, jadi untuk pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia ini kita sudah mendapatkan 5 tersangka sedangkan sisanya masih DPO," ujarnya di Polrestabes Bandung, Selasa (24/11/2020).

Kelima pelaku diamankan polisi setelah mereka melakukan penganiayaan yang menyebabkan korbannya meninggal dunia.

"Kelimanya terlibat dan melakukan penganiayaan terhadap seorang remaja bernama Yoga Bisma (16)," katanya.

Adanan menceritakan, kejadian ini terjadi pada akhir Oktober 2020. Saat itu salah satu pelaku yang masih DPO sedang nongkrong di wilayah Kecamatan Bojong Loa Kidul, bersama tersangka lainnya.

"Kronologinya awalnya korban dan para pelaku ini terlibat cekcok salah paham, sehingga para pelaku merasa sakit hati, kemudian mencari dan mengejar korban," tuturnya.

Sewaktu tersangka sedang berada di pos satpam, tiba-tiba korban melintas menggunakan sepeda motor dengan suara kenalpot bising, lalu korban ditegur oleh tersangka.

Pada saat di tegur, korban tidak terima dan mengancam tersangka.

"Lalu korban mendatangi tersangka dengan membawa golok, kemudian para tersangka yang berada di pos satpam melakukan perlawanan ternadap korban, dengan menggunakan kursi lipat dan helm yang ada di pos satpam," ujarnya.

Kemudian, korban dianiaya dan dipukul secara bersama-sama. Korban sempat dibawa ke rumah sakit, namun naas setelah mendapatkan perawatan nyawa korban tidak dapat tertolong.

"Kebetulan di TKP ada CCTV yang merekam seluruh kejadiannya, sehingga penyidik terbantu bisa mengungkap. Masyarakat pun yang melihat kejadian sekitar TKP kebetulan mengenali beberapa para pelaku, bahkan sampai menyebutkan nama, sehingga memudahkan penyidik untuk melakukan penangkapan ataupun upaya hukum lainnya," jelasnya.

Dalam kejadian ini, polisi mengamankan 5 pelaku dan 7 pelaku lainnya masih berstatus sebagai DPO. Namun, polisi telah mengantongi identitas DPO yang hingga saat ini sedang diselidiki.

"Korban meninggal dunia di rumah sakit, setelah tiga jam dirawat di rumah sakit. Untuk pelaku kurang lebih 12 orang, kita sudah kantongi identitasnya masing-masing dan Alhamdulillah lima sudah kita amankan dan tangkap," ujar Adanan.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan satu bilah golok milik korban, kursi lipat yang digunakan para pelaku untuk menganiaya korban dan helm yang digunakan korban saat kejadian.

"Kita kenakan kepada para pelaku, dengan pasal 170 KUHPidana, dengan ancaman pidana diatas lima tahun penjara," ungkapnya.
 

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers