web analytics
  

Kemenkeu: Realisasi PEN Baru 58,7 Persen

Senin, 23 November 2020 21:59 WIB Aini Tartinia
Umum - Nasional, Kemenkeu: Realisasi PEN Baru 58,7 Persen, Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),Dana PEN

Ilustrasi -- Dana PEN. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi anggaran untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) baru mencapai sekitar 58,7% atau Rp408,61 triliun dari pagu anggaran sebesar Rp695,2 triliun.

Namun, Kepala Pusat Kebijakan APBN Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu, Ubaidi Socheh mengaku realisasi anggaran PEN tertinggi ada pada bidang perlindungan sosial (perlinsos), yakni mencapai Rp193,07 triliun dari pagu anggaran sebesar Rp234,33 triliun.

“Perlindungan sosial yang mencapai 82% ini mampu menjaga konsumsi masyarakat miskin dan rentan miskin," kata Ubaidi dalam webinar di YouTube Indef, Senin (23/11/2020).

Ubaidi menjelaskan, capaian realisasi di bidang perlinsos tinggi karena program yang sebelumnya sudah ada ini mengalami beberapa perluasan, yakni bantuan kuota internet, bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) Rp1,2 juta, serta perpanjangan waktu bantuan yang semula September 2020 menjadi sampai dengan Desember 2020.

Dia mengklaim, sebanyak 3,43 juta orang akan terselamatkan dari kemiskinan selama pandemi Covid-19 berkat dukungan perlinsos dalam program PEN. Ubaid merinci, perlinsos mampu menekan angka kemiskinan jadi 9,69% dari persentase dampak Covid-19 dari yang sebelumnya diperkirakan bakal mencapai 10,96%.

"Jadi, kalau kami lihat program perlinsos mampu menghentikan laju kemiskinan pada 2020," ucap Ubaidi.

Diketahui, rincian realisasi anggaran PEN sampai 18 November 2020 ini terdiri dari bidang kesehatan Rp37,31 triliun atau 38,4% dari pagu Rp97,26 triliun. Kemudian, sektoral kementerian/lembaga dan pemerintah daerah (pemda) realisasinya Rp 35,33 triliun atau 53,6% dari pagu Rp65,97 triliun.

Lalu, untuk dukungan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sudah terealisasi Rp96,61 triliun atau 84,1% dari pagu Rp114,81 triliun. Ubaid menyebut, program dukungan UMKM mendorong penciptaan lapangan kerja bagi 1,13 juta orang dan mendorong lahirnya unit usaha baru bagi 40 ribu orang.

Selanjutnya, untuk insentif usaha di program PEN sudah direalisasikan Rp44,29 triliun atau 36,7% dari pagu Rp120,6 triliun. Sementara itu, pembiayaan korporasi masih relatif sangat rendah, yakni baru mencapai Rp2 triliun atau 3,2% dari pagu Rp62,2 triliun.

Ubaid menuturkan, upaya pemulihan ekonomi tidak dapat berjalan instan, tetapi secara gradual. Dikarenakan fiskal masih memiliki tekanan besar akibat sejumlah faktor seperti ketersediaan vaksin dan kemungkinan terjadi second wave pandemi, pemerintah harus menyiapkan berbagai skenario untuk langkah antisipasi.

“Kami juga melihat konsumsi masyarakat terutama kalangan menengah atas masih tertahan karena ketidakyakinan penanganan Covid-19. Hal ini juga sangat bergantung dari ketersediaan vaksin sendiri,” pungkasnya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers