web analytics
  

Bagaimana Cara Kerja Vaksin dalam Tubuh?

Senin, 23 November 2020 14:46 WIB Icheiko Ramadhanty
Gaya Hidup - Sehat, Bagaimana Cara Kerja Vaksin dalam Tubuh?, Cara kerja vaksin,Vaksinasi Covid-19,Imunisasi Covid-19,Vaksin Covid-19,vaksin corona

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menunjukan tangannya seusai menjalani pengambilan darah di Puskesmas Garuda, Jalan Dadali, Kota Bandung, Rabu (30/9/2020). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Banyak pertanyaan yang seringkali membingungkan masyarakat terkait perbedaan vaksin, vaksinasi, dan imunisasi. Menjawab definisi dari ketiga kata tersebut, Dokter Penyakit Dalam, Dirga Sakti Rambe, membeberkan perbedaannya.

Vaksin adalah suatu zat yang bila disuntikkan dalam tubuh kita atau diteteskan dapat merangsang timbulnya suatu kekebalan terhadap suatu penyakit yang sifatnya spesifik. Vaksinasi adalah upaya pemberian vaksin atau kegiatan memberikan vaksin.

Sedangkan imunisasi adalah suatu proses menciptakan kekebalan, salah satunya dengan pemberian vaksin agar seseorang terhindar dari suatu penyakit yang dapat dicegah.

Lantas, bagaimana cara kerja vaksin dalam tubuh manusia? Menurut Dirga, vaksin mengandung komponen virus atau bakteri.

Setelah disuntikkan ke dalam tubuh kita, maka tubuh akan mengenali. Setelah itu tubuh akan melawan dengan membentuk antibodi.

“Antibodi ini fungsinya sebagai kekebalan. Kemudian tubuh akan mengingat atau memiliki kemampuan memori agar bila di masa mendatang kita terpapar oleh virus yang alamiah, maka tubuh sudah punya kekebalannya,” jelas Dirga dalam diskusinya di YouTube FMB9ID_IKP, seperti diberitakan Ayojakarta.com, Senin (23/11/2020).

Namun, kata dia, tidak semua vaksin mengandung virus yang dilemahkan. Kebanyakan vaksin mengandung komponen.

“Jadi kalau virus ibaratnya ada tangan dan kaki, jadi vaksin hanya mengandung komponen virus sehingga saat vaksin tersebut diberikan kepada tubuh kita, maka vaksin tersebut tidak bisa menimbulkan penyakit,” ujar dia.

Selain memberikan informasi mengenai vaksin dan cara kerjanya, Dirga juga mengungkap kebenaran terkait banyaknya disinformasi vaksin Covid-19. Salah satu yang dibeberkan adalah mengenai disinformasi vaksin yang mengandung racun.

Dirga menegaskan, sebelum suatu vaksin  dapat digunakan luas oleh masyarakat, vaksin itu sudah harus mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Untuk mendapat persetujuan itu, harus melalui tahapan yang sangat panjang melalui penelitian dan uji klinis untuk memastikan keamanan dan efektifitasnya.

“Oleh karena itu jika ada vaksin yang sudah mendapat izin untuk digunakan itu sudah dipastikan aman dan efektif,” jelasnya.

Lalu, bagaimana dengan perkembangan penelitian vaksin di dunia saat ini? apakah sudah mendapatkan lampu hijau dari Badan Kesehatan Dunia (WHO)?

Dirga menuturkan bahwa pihaknya memang mendengar dan mendapat laporan terkait beberapa kandidat vaksin Covid-19, yang menunjukkan efektifitas yang cukup baik. Namun, dia menegaskan, laporan tersebut sifatnya hanya sementara. 

“Sampai saat ini belum ada vaksin Covid-19 yang mendapatkan full approval. Kita mengharapkan dalam waktu dekat akan ada,” harapnya.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Fakta Negatif Skincare yang Perlu Diketahui

Sehat Minggu, 24 Januari 2021 | 10:19 WIB

Tidak Semua Skincare Aman

Gaya Hidup - Sehat, Fakta Negatif Skincare yang Perlu Diketahui, Skincare Palsu,skincare aman,skincare,fakta skincare

Obati Diabetes Tipe 2 dengan Konsumsi Blueberry Secara Rutin

Sehat Sabtu, 23 Januari 2021 | 16:55 WIB

Studi temukan adanya manfaat kesehatan dalam mengkonsumsi blueberry setiap hari. Blueberry ternyata mampu membantu pengo...

Gaya Hidup - Sehat, Obati Diabetes Tipe 2 dengan Konsumsi Blueberry Secara Rutin, Diabetes Tipe 2,Obat Diabetes,mengobati diabetes,mencegah diabetes,Blueberry,Mengobati diabetes dengan blueberry

Penderita Anemia Butuh Gizi Seimbang

Sehat Sabtu, 23 Januari 2021 | 16:38 WIB

Pakar gizi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Prof Endang Achadi mengingatkan asupan giz...

Gaya Hidup - Sehat, Penderita Anemia Butuh Gizi Seimbang, Anemia,Mencegah Anemia,Mengobati Anemia,makanan sehat

Kena Long Covid-19, Berapa Lama Gejalanya Hilang?

Sehat Sabtu, 23 Januari 2021 | 08:26 WIB

Beberapa negara telah melaporkan persentase pasien yang mengalami long Covid. Angka penderitanya mulai dari 70 persen hi...

Gaya Hidup - Sehat, Kena Long Covid-19, Berapa Lama Gejalanya Hilang?, COVID-19,Long Covid-19,Corona,Virus Corona,Gejala Long Covid,Gejala Corona

5 Cara Ajaib Turunkan Berat Badan dengan Cepat

Sehat Sabtu, 23 Januari 2021 | 05:42 WIB

Hal efektif seperti apa agar berat badan seseorang bisa turun dengan cepat?

Gaya Hidup - Sehat, 5 Cara Ajaib Turunkan Berat Badan dengan Cepat, cara turunkan berat badan,turunkan berat badan ajaib,cara diet,cara diet sehat,Olahraga,sarapan ideal,Cara Menurunkan Berat Badan

5 Makanan untuk Melancarkan Menstruasi

Sehat Sabtu, 23 Januari 2021 | 03:21 WIB

Setiap wanita pasti memiliki siklus menstruasi yang berbeda-beda. Bagi sebagian wanita menstruasi adalah fase yang tidak...

Gaya Hidup - Sehat, 5 Makanan untuk Melancarkan Menstruasi, Menstruasi,menstruasi lancar,melancarkan menstruasi,makanan sehat

Anemia Lebih Berisiko Dialami Perempuan Haid dan Ibu Hamil

Sehat Sabtu, 23 Januari 2021 | 02:17 WIB

Dibanding lelaki, ternyata kondisi anemia lebih berisiko dua kali lipat dialami perempuan. Ini karena perempuan mengalam...

Gaya Hidup - Sehat, Anemia Lebih Berisiko Dialami Perempuan Haid dan Ibu Hamil, Anemia,Perempuan Haid,ibu hamil

Ibu Hamil Mengalami Pendarahan, Normalkah?

Sehat Sabtu, 23 Januari 2021 | 02:17 WIB

Banyak alasan wanita mengalami pendarahan selama kehamilan mereka. Beberapa di antaranya tidak berbahaya, sementara yang...

Gaya Hidup - Sehat, Ibu Hamil Mengalami Pendarahan, Normalkah?, ibu hamil,Ibu Hamil alami pendarahan,pendarahan saat hamil 3 bulan,pendarahan saat hamil

artikel terkait

dewanpers