web analytics
  

Sri Mulyani: Setoran Pajak Masih Negatif 15 Persen

Senin, 23 November 2020 22:40 WIB
Bisnis - Finansial, Sri Mulyani: Setoran Pajak Masih Negatif 15 Persen, Menteri Keuangan Sri Mulyani,Penerimaan Pajak

Menteri Keuangan Sri Mulyani (kemenkeu.go.id)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah akan terus mendorong penerimaan negara walaupun di tengah kondisi yang masih relatif sulit akibat pandemi covid-19.

Hal tersbeut dikatakan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers APBN Kinerja dan Fakta (APBN KiTa) Edisi November 2020, yang diselenggarakan secara virtual pada Senin (23/11/2020).

“Dari sisi penerimaan pajak, meskipun kondisinya sangat sulit namun kita akan tetap mencoba untuk menjaga penerimaan, dimana realisasi sampai dengan akhir Oktober adalah Rp 991 triliun atau sebesar 70,6 persen dari target,” kata Sri Mulyani.

Dirinya menambahkan, penerimaan pajak sampai akhir Oktober 2020 mengalami kontraksi 15,6 persen dibandingkan tahun lalu.

Berbagai jenis pajak mengalami tekanan, karena adanya pemanfaatan insentif pajak yang diberikan kepada seluruh perekonomian baik itu pajak untuk karyawan, pajak PPh, maupun untuk PPN.

Untuk PPh Non Migas, hingga akhir Oktober 2020 telah tercapai 51,65 persen dari target yang ada dalam Perpes 72 Tahun 2020 yaitu Rp 450,67 triliun dari target Rp 638,52 triliun. PPH Non migas ini mengalami kontraksi 19,03 persen dibanding tahun lalu.

"Ini menggambarkan kondisi ekonomi yang masih mengalami tekanan yang sangat dalam," kata dia.

Sementara itu, hingga akhir Oktober 2020 penerimaan untuk PPN & PPnBM mencapai 64,82 persen dari Perpres 72 Tahun 2020 yaitu sebesar Rp 328,98 triliun.

PBB dan pajak lainnya mencapai hampir 100 persen dari target yaitu sebesar Rp 20.92 triliun.

Sedangkan penerimaan dari PPh Migas mencapai 82,77 persen dari target yaitu sebesar Rp 26,37 triliun.

Pada PPh Migas ini mengalami kontraksi sebesar 46,46 persen dibandingkan tahun lalu dikarenakan harga dan lifting minyak mengalami penurunan.

“Jadi, kalau kita lihat di dalam penerimaan pajak neto Januari hingga Oktober ini menggambarkan kontraksi yang sangat dalam dari perekonomian yang tergambarkan dari penerimaan pajak," ucap mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Meski begitu, kata dia, kondisi ini menggambarkan juga bahwa insentif yang diberikan oleh pemerintah juga sudah mulai digunakan dan juga restitusi dari PPN yang dipercepat sudah dinikmati oleh perusahaan.

"Ini agar perusahaan masih bisa survive dalam kondisi ekonomi yang sangat sangat sulit,” katanya. 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Tips Kredit Rumah Subsidi Gaji di Bawah Rp 5 Juta

Finansial Jumat, 26 Februari 2021 | 23:50 WIB

Rumah subsidi adalah umah yang dijual dengan harga terjangkau dimana pembeli rumah subsidi mendapat kemudahan untuk meng...

Bisnis - Finansial, Tips Kredit Rumah Subsidi Gaji di Bawah Rp 5 Juta, Tips Kredit Rumah,Cara Kredit Rumah,Rumah Subsidi,kpr rumah subsidi

Ayo Media Network Siap Ekspansi Besar-besaran

Finansial Jumat, 26 Februari 2021 | 15:11 WIB

PT Ayo Media Network siap melakukan ekspansi pada tahun ini menyusul pemulihan ekonomi di dalam negeri diprediksi kembal...

Bisnis - Finansial, Ayo Media Network Siap Ekspansi Besar-besaran, PT Ayo Media Network,CEO PT Ayo Media Network,CEO PT Ayo Media Network Robert Arieza Martin Purba,Ayobandung.com

Minat Investasi di Masa Pandemi Meningkat Tajam

Finansial Jumat, 26 Februari 2021 | 14:27 WIB

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu) mencatat peningkatan signifi...

Bisnis - Finansial, Minat Investasi di Masa Pandemi Meningkat Tajam, Investasi,Investasi saat pandemi,Pandemi Covid-19,Pandemi Corona,investasi surat berharga

Harga Emas Antam Bandung Terjun Bebas ke Rp922.000 per Gram

Finansial Jumat, 26 Februari 2021 | 09:59 WIB

Harga emas Antam tersebut berlaku di Butik Emas Logam Mulia Antam di Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bandung.

Bisnis - Finansial, Harga Emas Antam Bandung Terjun Bebas ke Rp922.000 per Gram, Harga emas Antam,Harga emas Antam hari ini,Harga emas Antam Bandung,Emas

Ini Jurus BEI Gaet Unicorn Masuk Pasar Modal

Finansial Kamis, 25 Februari 2021 | 21:33 WIB

Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengkaji penerapan Saham Kelas Ganda (Dual-Class Shares) dan SPAC (Special Purpose Acq...

Bisnis - Finansial, Ini Jurus BEI Gaet Unicorn Masuk Pasar Modal, Bursa Efek Indonesia (BEI),Unicorn,Saham Kelas Ganda (Dual-Class Shares),SPAC (Special Purpose Acquisition Company)

Ingin Tahu Trik Pemasaran WhatsApp dan Google My Business? Yuk Ikuti W...

Finansial Kamis, 25 Februari 2021 | 16:12 WIB

Di era pandemi COVID-19, pemasaran digital telah menjadi hal yang mulai wajib dikuasai para pelaku bisnis, tak terkecual...

Bisnis - Finansial, Ingin Tahu Trik Pemasaran WhatsApp dan Google My Business? Yuk Ikuti Webinarnya!, bank bjb,bank bjb webinar,webinar bank bjb,webinar pemasaran

3 Hal yang Bisa Dilakukan Saat Lupa Nomor EFIN

Finansial Kamis, 25 Februari 2021 | 14:02 WIB

Electronic Filing Identification Number (EFIN) adalah nomor identitas yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen)...

Bisnis - Finansial, 3 Hal yang Bisa Dilakukan Saat Lupa Nomor EFIN, lupa EFIN,cara mendapatkan EFIN,EFIN,EFIN Pajak,EFIN SPT online,SPT Online,cara lapor spt online,lapor spt online efilling

bjb DigiCash Permudah Pembayaran dan Mobilitas Harian Masyarakat Purwa...

Finansial Kamis, 25 Februari 2021 | 13:49 WIB

Bertempat di Kantor Cabang Purwakarta, bank bjb meresmikan kerja sama dengan Grab.

Bisnis - Finansial, bjb DigiCash Permudah Pembayaran dan Mobilitas Harian Masyarakat Purwakarta, bank bjb,QR Indonesia Standard (QRIS),Purwakarta,Grab,Kerja sama bank bjb dan Grab,bjb digicash
dewanpers