web analytics
  

Cerita Lansia Pilih Ibadah di Rumah untuk Hindari Covid-19 

Senin, 23 November 2020 20:33 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Bandung Raya - Bandung, Cerita Lansia Pilih Ibadah di Rumah untuk Hindari Covid-19 , Lansia Bandung,Ibadah di Rumah,Covid-19

Lansia beribadah. (Ayobandung.com)

ARCAMANIK, AYOBANDUNG.COM -- Jumlah kasus terinfeksi Covid-19 di Indonesia masih menunjukkan tren kenaikan. Sebagian sembuh, sebagian lagi menjalani perawatan, dan sebagian lain meninggal dunia. Bahkan, sangat mungkin sebagian orang yang terinfeksi belum masuk data laporan Kementerian Kesehatan RI karena sejumlah keterbatasan.

Berbicara aturan kegiatan di rumah ibadah, Kementerian Agama telah menerbitkan kebijakan terkait penyelenggaraan kegiatan keagamaan di rumah ibadah selama pandemi Covid-19. Aturan tercantum dalam Surat Edaran (SE) Nomor 15 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah lbadah Dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid di Masa Pandemi.

Dalam SE disebutkan, aturan terbit sebagai respons atas keinginan masyarakat kembali berkegiatan di rumah ibadah. Tentunya dengan menaati protokol kesehatan untuk menekan risiko tertular dan menekan jumlah kasus covid-19 di masyarakat. Rumah ibadah selanjutnya menjadi contoh terbaik pencegahan persebaran infeksi virus corona.

Namun pemerintah melalui Menteri Agama Fachrul Razi melarang anak-anak dan orang lanjut usia (lansia) yang rentan tertular penyakit, serta orang dengan sakit bawaan yang berisiko tinggi kena Covid-19 pergi ke rumah ibadah. Salah satunya seperti imbauan untuk anak-anak dan lansia pergi ke masjid untuk salat berjamaah atau salat Jumat.

Sedianya, pelarangan salat Jumat dan jamaah tidak berlaku umum. Akan tetapi khusus zona-zona merah, zona-zona bahaya, atau zona-zona rawan. Sementara untuk zona-zona yang aman, maka salat jamaah tetap berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19 secara ketat. 

Salah satu warga asal Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung Entang (71) memilih ibadah di rumah seiring terjadinya wabah covid-19 yang berpotensi tertular virus corona jenis baru SARS-CoV-2. 

"Masjid sebetulnya hanya ke halang dua rumah dari rumah saya. Begitu dekatnya saya kalau mau ke masjid. Akan tetapi dari panduan pemerintah, wajib semua warga untuk mengikuti protokol kesehatan. Di mana untuk usai di atas 60 tahun, walaupun tidak jelas-jelas dilarang, tapi kami dianjurkan tidak melakukan kegiatan ibadah di masjid," kata Entang saat ditemui ayobandung.com di kediamannya.

Di usianya yang sudah lanjut, Entang menyadari dirinya harus sangat hati-hati terhadap terpaan virus corona. Karenanya dia lebih memilih beribadah di rumah demi kepentingan umat serta membantu mengurangi paparan wabah.

"Saya sendiri karena di sini dituakan sudah beberapa bulan saya tidak bisa ke masjid. Kalau saya berpikir untuk kepentingan pribadi mah, 'ah saya ke masjid saja'. Tapi yang terpikir oleh saya adalah kalau ke masjid dan saya termasuk orang yang dituakan nanti orang yang kurang lebih usainya seperti saya juga akan mengatakan, 'ah Pak Entang juga ke masjid, yaudah saya juga ke masjid'," katanya.

Entang mengatakan biasa melakukan salat berjamaah atau salat Jumat di masjid dekat rumahnya ketika keadaan normal. Namun untuk saat ini, Entang meyakini, beribadah di rumah bisa tetap dilaksanakan dengan maksimal. Selain itu ibadah di rumah selama pandemi covid-19 bisa merekatkan hubungan antar-anggota keluarga. 

Oleh karena itu, lanjut Entang, beribadah di tengah pandemi Covid-19 bisa tetap maksimal dijadikan salah satu cara untuk menjadikan rumah sebagai pusat kegiatan keagamaan sementara.

"Daripada nanti juga jadi salah, jadi saya menahan diri untuk tidak ke masjid. Contoh setiap hari Jumat saya Jumatan di rumah saja sama istri, berjamaah karena istri saya juga usianya 61 tahun," Katanya.

Mantan dosen universitas swasta itu menyampaikan, salat Jumat atau berjamaah memang sangat utama jika dilakukan di masjid. Akan tetapi jika dalam keadaan pandemi seperti saat ini memang sebaiknya dilakukan di rumah saja khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia.

"Saya mencoba menjaga protokol kesehatan dengan menaati 3M, dan social distanching, karena seperti yang kita tahu pandemi covid-19 sangat rentang untuk orang usia lanjut atau landia. Jadi saya menahan diri termasuk untuk urusan beribadah salat Jumat sekalipun, saya dan keluarga akan taat kepada pemerintah dengan protokol kesehatannya," katanya.

Untuk menjaga silaturahmi dengan tetangga dan warga sekitar, kakek sembilan cucu yang gemar bersepeda itu mengaku selalu bertegur sapa kepada warga yang pulang salat Jumat dari kejauhan. Dia mengaku ingin menjaga relasi dengan lingkungan namun tetap taat pada protokol kesehatan.

"Karena saya saat ini tidak bisa ke masjid, kalau yang lain baru pulang Jumatan saya paling dadah-dadah saja, bertegur sapa dari jauh karena mereka tahu usia saya sangat rentan tertular virus corona," ujarnya.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers