web analytics
  

Daftar 14 Produk Herbal Pendamping Terapi Covid-19 yang Diuji BPOM

Senin, 23 November 2020 17:47 WIB Firda Puri Agustine
Umum - Nasional, Daftar 14 Produk Herbal Pendamping Terapi Covid-19 yang Diuji BPOM , obat herbal corona,obat herbal,obat covid-19,Obat corona,Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)

Ilustrasi obat herbal (Pixabay)

BEKASI, AYOBANDUNG.COM -- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis daftar 14 produk herbal yang sedang dalam pendampingan sebagai terapi penunjang pengobatan pasien Covid-19.

Dalam keterangan resminya yang dilihat Ayobekasi.net, Senin (23/11/2020), BPOM merinci 14 produk herbal yang kini tengah diteliti, yakni 1 penelitian uji klinik telah selesai dan sedang proses evaluasi hasil penelitian oleh peneliti,  1 penelitian uji klinik sedang berlangsung di Rumah Sakit.

Kemudian, 1 Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) telah diterbitkan Badan POM namun uji klinik belum dimulai, 7 penelitian sedang dalam proses Penyusunan Protokol Uji Klinik, dan 4 penelitian sedang dalam proses penyusunan Protokol Uji Pra Klinik.

Daftar 14 produk herbal tersebut adalah:

  1. Imunocov (H2 Health and Happiness Cordycep Militaris dan Fatigon Promuno)
  2. Avimac
  3. Health Tone Oil
  4. Be Neficio (VCO)
  5. Euca (Minyak atsiri daun eucalyptus)
  6. Innamed Cov ( OB Herbal, Soman 2, Imugard)
  7. Herbamuno+
  8. Vipalbumin
  9. Bejo
  10. Health Tone Oil
  11. Ekstrak daun jambu biji
  12. Ekstrak ketepeng Cina dan Ekstrak benalu
  13. Galobe dan Pangiar
  14. Ekstrak daun awar-awar

Badan POM meluruskan pemberitaan yang beredar tentang 14 produk herbal yang mendapat persetujuan penggunaan darurat untuk pasien Covid-19.

Kepala Badan POM Penny Kusumastuti Lukito menegaskan, pihaknya melakukan pendekatan pendampingan regulatori bagi para peneliti dan pelaku usaha.

Pendampingan tersebut dimulai sejak penyusunan protokol uji klinik hingga pelaksanaan uji klinik sesuai Cara Uji Klinik yang Baik (CUKB), pelatihan CUKB, dan fleksibilitas/percepatan dalam uji pra klinik maupun uji klinik untuk menghasilkan data klinik yang valid dan kredibel.

“Sampai saat ini Badan POM tidak pernah memberikan persetujuan klaim khasiat obat herbal yang dapat menyembuhkan pasien Covid-19,” kata Penny dalam keterangan pers, Senin (23/11/2020).

Dalam dokumen yang dilihat Ayobekasi.net, sebagian besar produk herbal tersebut diuji sebagai imunomodulator atau zat yang bisa meningkatkan fungsi daya tahan tubuh (imunitas), bukan sebagai obat yang dapat menyembuhkan Covid-19.

“Kami terus bersinergi dengan Kementerian/Lembaga, Akademisi, Peneliti, dan Pelaku Usaha untuk mempercepat hilirisasi penelitian produk herbal menjadi produk komersial yang dapat dikonsumsi masyarakat selama pandemi Covid-19 sesuai klaim atau indikasi yang disetujui Badan POM,” ujarnya.

Lebih jauh, Badan POM juga mengimbau masyarakat untuk mengonsumsi produk herbal secara aman dan tepat. Lebih hati-hati dan teliti saat memilih produk, dan selalu Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa).

“Pastikan kemasan dalam kondisi baik, baca seluruh informasi pada labelnya, pastikan ada Izin edar dari Badan POM, dan pastikan tidak melewati masa kedaluwarsa,” katanya.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers