web analytics
  

Habitat Tergerus, Ular Jadi Berseteru dengan Manusia

Senin, 23 November 2020 17:12 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Cimahi, Habitat Tergerus, Ular Jadi Berseteru dengan Manusia, Komunitas Reptil Bandung,Ular masuk rumah,Mencegah Ular Masuk

Ketua Penasehat Komunitas Reptil Bandung Firman Nurdiansyah. (dok. Komunitas Reptil Bandung)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Kasus penemuan ular masuk permukiman mulai marak terjadi pada musim bertelur dan musim penghujan. Semakin rusaknya habitat asli ular juga menjadi faktor utama banyaknya reptil berbisa tersebut berseteru dengan manusia.

Di sisi lain, petugas pemadam kebakaran yang sering dimintai pertolongan oleh warga, tidak pernah dilatih secara khusus menangani satwa. Hukum alam pun berlaku, akhirnya banyak ular yang tumbang di tangan warga.

Ketua Penasehat Komunitas Reptil Bandung Firman Nurdiansyah mengatakan, kasus ular masuk permukiman dirasa wajar karena periode November-Desember merupakan musim bertelur ular.

Kasus itu banyak ditemukan jika lingkungannya dekat dengan perkebunan atau pesawahan dan sumber air yang mengalir.

"Jadi bukan hal aneh lagi apabila di musim ini banyak sekali laporan dari masyarakat terkait penemuan ular di lingkungan sekitar perumahan warga, musim bertelur dan mulai berkurangnya habitat asli ular," ungkapnya.

Firman memaparkan, ular sebagai hewan berdarah dingin cenderung menyukai tempat yang lembab dan teduh. Akan tetapi, mereka juga tidak menyukai suhu yang begitu dingin mau pun panas, karena mereka tidak dapat menghasilkan suhu panas di dalam tubuh mereka 

"Akhirnya untuk menghangatkan tubuhnya, mereka akan mencari tempat-tempat yang hangat seperti dibawah tumpukan bebatuan, tanah, dan daun-daun kering meski habitatnya di area perkebunan, persawahan dam area yang dekat dengan aliran air/sungai dan terdapat banyak hama tikus," sebutnya. 

Hal lain yang menyebabkan kerap ditemukannya ular masuk permukiman adalah karena semakin terkikisnya habitat asli ular. Hewan melata itu kemudian terpaksa memasuki permukiman warga untuk mencari tempat aman berkembang biak atau menghangatkan tubuh mereka.

Waspada ular berbisa

Menurutnya, dari berbagai jenis ular yang ada di Indonesia hanya sekitar 20% saja yang memiliki bisa mematikan, sisanya hanya jenis ular yang memiliki bisa rendah, dan tidak berbisa sama sekali.

Namun, masyarakat juga perlu waspada bahwa ada jenis ular berbisa tinggi yang masih banyak ditemui di permukiman.

"Beberapa jenis ular yang biasanya ditemukan masuk ke area pemukiman warga adalah jenis-jenis ular tikus (rat snake) tidak berbisa seperti ular koros, ular jali, ular cicak, ular pipa, dan kadang ular python/sanca. Sementara untuk jenis ular berbisa biasanya seperti ular weling, ular kobra, ular gibuk/tanah (Rhodostoma)," ujar dia.

Bagi masyarakat yang tidak sengaja menemukan reptil ini di dalam rumah, Firman mengimbau untuk tidak panik. Jika sempat, kenali jenis ular apa yang dilihat, lalu meminta bantuan pemadam kebakaran atau komunitas reptil terdekat.

"Jangan langsung memegang atau menangkap ular tersebut menggunakan tangan kosong. Jika memiliki pengetahuan bisa menggunakan safety tool sederhana seperti tongkat panjang dan sebuah pengki untuk memindahkan posisi ular. Kecuali jika membahayakan terpaksa dibunuh saja," terangnya. 

Saat disinggung apakah pernah memberikan pelatihan khusus bagi petugas damkar, Firman mengatakan pernah ada permintaan untuk itu. Namun karena kesibukan anggota komunitas, pelatihan semacam itu belum pernah terwujud.

"Sempat beberapa kali dari Damkar memang mengajak bekerja sama, namun karena keterbatasan waktu jadi belum terealisasi. Tapi jangan khawatir Karena sekarang ini mereka sudah memiliki keahlian untuk snake rescue," ujarnya.

Komandan Regu Damkar Kota Cimahi, Indrahadi mengatakan, memasuki musim hujan kerap kali damkar menerima laporan warga meminta bantuan evakuasi satwa ular di dalam rumah. Pada akhir tahun 2019 bahkan banyak laporan ular jenis kobra masuk pemukimam warga. 

Ia memprediksi, ular yang hidup di saluran air terusik dan terdesak keluar dari habitatnya karena air hujan meluap. Tak jarang ular itu mencari perlindungan masuk ke pemukiman warga.

Petugas pemadam kebakaran Cimahi berhasil melakukan evakuasi seekor ular jenis Koros di dalam rumah warga Jalan Babakan, RT 02, RW 04, Kelurahan Cimahi, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Senin (23/11/2020). (dok. Damkar Cimahi)

Meski tidak diberi pelatihan khusus penanganan satwa, petugas selalu sigap segera datang untuk melakukan evakuasi. Dengan alat bantu berupa tongkat grabstick dan kemampuan autodidak petugas dituntut berhasil menyelesaikan permasalahan warga.

"Semua otodidak karena tuntutan profesi. Memang idealnya ada peningkatan kapasitas kemampuan personel namun tuntutan masyarakat terhadap damkar sangat besar, jadi mau tidak mau, suka tidak suka, bisa tidak bisa kami harus lakukan secara proporsional," katanya.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers