web analytics
  

Libur Akhir Tahun Akan Dikurangi

Senin, 23 November 2020 14:10 WIB
Umum - Nasional, Libur Akhir Tahun Akan Dikurangi, Libur Panjang,wisatawan libur panjang,long Weekend,Hari libur nasional,Liburan Keluarga

Wisatawan mengunjungi destinasi wisata Kawah Putih, Rancabali, Kabupaten Bandung, Jumat (30/10/2020). Pengelola destinasi wisata Kawah Putih menyebutkan, pengunjung pada libur panjang kali ini meningkat sebesar 80% atau sekitar 3.500 pengunjung dibanding pekan lalu. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Menyusul lonjakan kasus baru Covid-19 setiap kali libur panjang usai, Presiden Joko Widodo meminta jatah cuti bersama akhir tahun nanti dikurangi. 

Permintaan itu disampaikan dalam rapat terbatas kabinet, Senin (23/11). Pemerintah memang dihadapkan pada dilema mengenai penyelenggaraan cuti bersama akhir tahun yang dikhawatirkan kembali menaikkan tren kasus Covid-19. Kendati begitu, belum dipastikan berapa jatah hari cuti bersama yang dikurangi.

"Kemudian yang berkaitan dengan masalah libur, cuti bersama akhir tahun termasuk libur pengganti cuti bersama hari raya Idul Fitri, Presiden memberikan arahan supaya ada pengurangan," ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam keterangan pers usai rapat terbatas, Senin (23/11). 

Presiden Jokowi, ujar Muhadjir, juga memerintahkan pihaknya segera menggelar rapat koordinasi antarkementerian/lembaga untuk membahas pengurangan libur akhir tahun dan pengganti libur cuti bersama Idul Fitri. 

Sebelumnya, wacana peniadaan cuti bersama akhir tahun sempat disampaikan Satgas Penanganan Covid-19 apabila masyarakat tetap abai menjalankan protokol kesehatan dan kasus baru tak kunjung melandai. 

Pascalibur panjang akhir Oktober lalu, grafik penambahan kasus harian kembali menanjak pada November ini setelah sempat landai sejak pertengahan Oktober. Adanya libur panjang akhir tahun ditakutkan akan memperburuk risiko penularan Covid-19 yang tak kunjung usai. 

Sebelumnya, pemerintah menetapkan libur Hari Raya Natal pada 24-25 Desember. Kemudian ada cuti bersama akhir tahun 28-31 Desember sebagai pengganti libur Lebaran yang lalu. Hari libur masih ditambah tanggal merah pada 1 Januari 2021 yang jatuh pada Jumat.

Akibat Libur Panjang Zona Merah Bertambah

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kembali mengumumkan zona kewaspadaan daerah di Jabar terkait Covid-19 untuk minggu ini. Hasilnya, sebanyak 7 daerah masuk dalam kategori zona merah alias zona resiko tinggi.

Ia mengatakan, peningkatan jumlah daerah yang masuk ke dalam zona merah terjadi selepas libur panjang awal November. Di periode sebelumnya, hanya ada tiga daerah yang masuk zona merah.

"Ada penambahan zona merah pascalibur panjang yang cukup signifkan. Tadinya hanya ada tiga daerah, sekarang naik jadi tujuh. Mohon diwaspadai untuk wilayah-wilayah ini," ungkap Emil, sapaan Ridwan Kamil dalam konferensi pers di Makodam III Siliwangi Kota Bandung, Selasa (17/11/2020).

Ketujuh daerah tersebut adalah Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Tasik, Kabupaten Bandung, Kota Bekasi, dan Kota Cimahi. Ia meminta agar kewaspadaan ditingkatkan mengingat tiga dari ketujuh daerah tersebut akan segera melangsungkan Pilkada.

"Ada tiga daerah yang melaksanakan pilkada di minggu ini, bersamaan dengan status zona merah. Ini harus diwaspadai," ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengumumkan kota/kabupaten di Jabar yang dinilai memiliki kinerja baik dalam penanganan Covid-19. Kinerja tersebut dihitung dari indikator pengetesan, tracing kasus Covid-19, treatment, pencegahan, kinerja pemerintahan dan hasil penanganan.

"Rankingnya yang paling baik adalah Kota Bekasi. Meskipun zona merah namun sebenarnya penanganan Covid-19 di wilayah tersebut sudah baik," ungkapnya.

Peringkat berikutnya secara berturut-turut diraih oleh Kabupaten Ciamis, Kota Sukabumi, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang. 

 

 

 

 


 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers