web analytics
  

CERITA ORANG BANDUNG: Andri Perkasa Kantaprawira Aktivis Gerakan Sunda

Senin, 23 November 2020 12:01 WIB Dudung Ridwan
Bandung Raya - Bandung, CERITA ORANG BANDUNG: Andri Perkasa Kantaprawira Aktivis Gerakan Sunda, Andri Perkasa Kantaprawira,Budaya Sunda,Sunda,Provinsi Sunda

Andri Perkasa Kantaprawira. (Dokpri)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Kang Andri, begitu ia akrab dipanggil. Lelaki yang berperawakan kurus, tinggi, murah senyum, berkacamata, dan selalu mengenakan iket Sunda itu tampak menjadi orang yang paling sibuk di Panitia Pra Kongres Sunda.

Ia selalu cepat menghubungi para wartawan lewat whatsapp, dan selalu jadi host gempungan para inohong Sunda di Sekretariat Kongres Sunda, Perpustakaan Ajib Rosidi, Jalan Garut Bandung.

Tampak ia menguasai masalah dan dekat dengan para wartawan.

Siapa sih, pemuda berkulit putih kerempeng yang murah senyum itu?

Namanya Andri Perkasa Kantaprawira. Ia menjabat sebagai panitia SC (Steering Committee) berlangsungnya Kongres Sunda 2020. Kang Andri--di sela-sela kesibukannya mempersiapkan Sawalamaya “Merumuskan Strategi Kebudayaan Sunda: Strategi Penthahelix Digitalisasi Budaya” Pra Kongres Sunda 2020, Kamis (19/11/2020) bersedia ngobrol lewat WhatsApp dengan ayobandung.

Akhir-akhir ini Andri sibuk menggelar gempungan  Pra-Kongres Sunda---terutama soal isu yang menimbulkan pro dan kontra dan panas di media, yakni  “Wacana Penggantian Provinsi Jawa Barat dengan Provinsi Sunda atau Tatar Sunda”.

Menurut keponakan Prof. Rusadi Kantaprawira ini, Kongres Sunda 2020 adalah sebagai tanggung jawab moral seluruh komponen Sunda saat ini untuk memberikan solusi terbaik atas tiga persoalan.

Pertama, merumuskan tangtungan Sunda, sebagai tindak lanjut dari Kongres Bahasa dan Budaya Sunda yang sudah dilaksanakan yang semua itu akan menjadi landasan kuat dalam rangka ngaronjatkeun harkat martabat urang Sunda di masa depan.

Kedua, persoalan sosial-ekonomi yang bermuara pada pengelolaan tata ruang dan agraria, tegasnya dengan menghentikan alih fungsi lahan pertanian dan perkebunan menjadi area industri atau infrastruktur yang tidak mendesak.

Ketiga, mempercepat proses pengembalian nama provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda.

Aktivis Kesundaan

Rupanya lulusan Fisip Jurusan Hubungan Internasional Universitas Parahyangan tahun 1994 ini adalah aktivis 80-an dan teman seperjuangan dengan Pius Lustrilanang (Unpar), Yudi Crisnandi, Ferry Juliantono (Unpad), Mohammad Jumhur Hidayat, dan Mochammad Fadjroel Rachman (ITB, kini jubir presiden).

Kata Andri, “Kita ini termasuk pelopor gerakan dalam melawan Suharto. Terutama dalam politik agraria dan demokrasi. Kelompok aktivis 80-an membuat organisasi Pro Demokrasi (Prodem).”

Saat itu mereka termasuk kelompok yang tidak mau diatur kekuasaan dan tak takut dipenjara. Orang-orang yang “lahir dari batu”, punya idealisme, dan konsisten. Ketika menjadi aktivis, mereka sudah biasa dikejar-kejar dan masuk penjara.

“Termasuk saya pernah masuk penjara seminggu di Polwiltabes Bandung tahun 92. Kasusnya waktu itu membela junior saya yang ditahan di sana. Malahan saya lebih lama ditahannya karena kena pasal hatzaai artikelen yang hukumannya di atas 5 tahun,” jelas Andri yang lahir di Bandung 3 September 1968.

Setelah lulus dari Unpar, Andri hijrah ke Jakarta bekerja di lembaga studi strategis dan studi pertahahan bersama Suripto dan kemudian balik lagi ke Bandung menjadi Koordinator Bidang Sosialisaisi di KPU Kota Bandung (2003-2008).

Semasa aktif di KPU itu, Andri menginisiasi pentingnya kolaborasi para elit Sunda. Honor dari KPU pun dia pakai untuk membiayai jalan kolaborasi seperti acara pertemuan calon-calon DPD di Jabar.

“Tahun 2004, saya sudah merintis pentingnya ‘Sunda milih Sunda’ atau Gerakan Pilihan Sunda dikonsolidasi DPD. Pada 2004 itu dari proses elektoral menunjukkan bahwa orang-orang independen tokoh Sunda yang terepresentasikan DPD itu dikenal publik. Fungsi ketokohan yang di non partai cukup mendapat kepercayaan publik--Kang Dindin Maolani, Ceu Popong, Paskah Irianto, Sutisno--banyak mendapat suara besar,” kata Andri.

Ini berbeda ketika Andri mencalonkan DPD-RI Dapil Jawa Barat pada pemilu tahun 2019 yang dia ikuti dengan kemampuan seadanya. Andri yang berharap mendapat 500 ribuan suara, ternyata hanya mendapat 183 ribu suara, jauh dengan pendapatan suara yang lain. Ini menunjukkan terjadi penurunan dalam regenerasi kepemimpinan Sunda non partai. “Ternyata benar,” kata Andri, “harus punya kemampuan ekonomi dan popularitas lebih.” 

Berawal dari Bamus

Andri mengaku masuk ke dalam gerakan kasundaan terutama pasca keluar dari anggota KPU. Keterlibatannya di keanggotaan kasundaan itu berawal dari Bamus (Badan Musyawarah Sunda) dan Rukun Wargi Tatar Sunda.

Rupanya sepak-terjangnya, track record-nya sebagai anak muda yang lincah dengan berpengalaman di dunia politik yang cukup panjang dan komunikasinya baik serta lugas, banyak dilirik para sesepuh Jabar.

Akhirnya Andri diminta untuk mendamping Kang Memet Hamdan sebagai sekjen di Bamus. Semula berdirinya Bamus itu kata Andri adalah hasil dari urunan  uangnya sendiri, uang senior, dll, karena Andri dan teman-temannya dari dulu bukan tipe orang yang suka bernego dan menenteng proposal.

“Maka ketika  masuk ke gelanggang Sunda politik--bergaul dengan Kang Tjetje Hidayat Padmadinata, Ceu Popong, Kang Jaja Subagja Husen (Alm)--di situlah saya mendapatkan kepercayaan dan bertugas untuk mengolaborasikan elite-elite Sunda,“ kenang Andri. 

Andri juga waktu itu mengusulkan dibangun Wali Amanah Tatar Sunda (waktu itu Andri belum mengatakan Geraka Pilihan Sunda), kata “Wali” menurut Andri bukan hanya sekadar nama biasa, tapi punya mistik dan tingkat spiritualitas yang tinggi. 

Setelah dari Bamus Sunda, untuk melanjutkan perjuangan memperkuat representasi urang Sunda dalam kepemimpinan politik serta artikulasi kepentingan urang Sunda dalam menyuarakan hal yang fundamental, Andri  bersama Vega Karwanda Bratakusumah, Hadi Wirahadikusumah, Agung lham Saidi, dan didampingi sesepuh Mayjen (Purn) Iwan Sulanjana, Mayjen (Purn) Tatang Zaenudin, K.H. Ayi Hambali, Dra. Hj. Eni Sumarni, dan 600 undangan yang hadir mendeklarasikan kembali “Gerakan Pilihan Sunda” tanggal 27 Desember 2017 dengan slogan “Membela Indonesia Melindungi Pasundan”.

Untuk memperkuat ketokohan di Jawa Barat (Sunda) pada Ulang Tahun Mang Ihin ke-90 tahun, mereka mewacanakan perlunya dibentuk Baris Olot/Karamaan di Tatar Sunda yang bisa menjadi semacam Ninik Mamak, yaitu semacam "Board of Trusty" kumpulan tokoh yang telah selesai dengan dirinya karena secara infrastruktur sosial urang Sunda secara alami sedang bagus-bagusnya.

Di Kewargaan, ada Yudi Latif, Ph.D., pemikir kebangsaan dan kenegaraan yang menulis buku Negara Paripurna; Dr. (Hc) Burhanudin Abdullah; Letjen (Purn) Djadja Suparman; Komjen (Purn) Adang Daradjatun; Prof. Dr. Ganjar Kurnia, Mayjen (Purn) Iwan Sulanjana; Ceu Popong Otje Djunjunan.

Di Keumatan, terdapat Prof. Dr. Haedar Natsir dan K.H. Aqil Siradj; merujuk pada bahasa akademis Andri mewacanakan sebagai Wali Amanah Tatar Sunda.

Begitulah, kata Andri, ketika ada ide tentang Majelis Wali Amanah Tatar Sunda tentu dia juga berpikir apa organisasi pressure group-nya? Nah, Gerpis itulah dibangun untuk menjadi organisasi presure groupnya. 

Kini, ia bersama rekan-rekannya di Panitia Kongres Sunda berharap apa yang menjadi cita-cita ki Sunda, yaitu tiga tujuan di atas tercapai. Terutama tujuan ketiga--yang lebih menasional--yakni mengembalikan nama Provinsi Sunda, terlaksana.

Dukungan penting dari Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad dan Anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon sudah dalam genggaman. Tapi, perjuangan Andri dan kawan-kawan masih panjang, sebab tak sedikit pula yang menolak dan tak sejalur dengan cita-cita Andri dan kawan-kawan.

Editor: Andres Fatubun

terbaru

Pemakaman Jenazah Covid-19 di TPU Cikadut Melonjak

Bandung Sabtu, 12 Juni 2021 | 21:09 WIB

Pemakaman Jenazah Covid-19 di TPU Cikadut Melonjak

Bandung Raya - Bandung, Pemakaman Jenazah Covid-19 di TPU Cikadut Melonjak, TPU Cikadut,kasus covid bandung,Janazah Covid-19 TPU Cikadut,covid bandung,berita bandung hari ini,COVID-19,Pemakaman Covid-19

Jenazah yang Dimakamkan di TPU Cikadut Khusus Covid-19 Melonjak 

Bandung Sabtu, 12 Juni 2021 | 21:09 WIB

BOR rumah sakit pun naik dari 81 persen dan saat ini menjadi 86.1 persen.

Bandung Raya - Bandung, Jenazah yang Dimakamkan di TPU Cikadut Khusus Covid-19 Melonjak , Janazah Covid-19 TPU Cikadut,TPU Cikadut kota Bandung,Kasus Covid-19 Kota Bandung

Babak II, Persib Ditahan Imbang Persikabo 1973

Bandung Sabtu, 12 Juni 2021 | 17:19 WIB

Upaya tim lawan menyamakan kedudukan berbuah hasil.

Bandung Raya - Bandung, Babak II, Persib Ditahan Imbang Persikabo 1973, Persib vs Persikabo 1973,persib bandung,persikabo

Babak Pertama, Gol Cantik Persib Buat Unggul 1-0 atas Persikabo 1973

Bandung Sabtu, 12 Juni 2021 | 15:58 WIB

Persib Bandung menggelar laga persahabatan dengan melawan Persikabo 1973 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sa...

Bandung Raya - Bandung, Babak Pertama, Gol Cantik Persib Buat Unggul 1-0 atas Persikabo 1973, Persib,Persib vs Persikabo 1973,Pelatih Persib Bandung Robert Alberts

Fakta-fakta Tabrak Lari oleh Avanza Putih yang Viral di Medsos

Bandung Sabtu, 12 Juni 2021 | 13:04 WIB

Unit Laka Lantas Polrestabes Kota Bandung telah mengantongi identitas pengemudi toyota avanza putih yang lakukan tabrak...

Bandung Raya - Bandung, Fakta-fakta Tabrak Lari oleh Avanza Putih yang Viral di Medsos, avanza tabrak lari,Tabrak Lari Avanza Putih,avanza putih,kecelakaan avanza putih,kecelakaan acanza putih cileunyi

Keterisian Kamar RS oleh Warga Kota Bandung Hanya 56%

Bandung Sabtu, 12 Juni 2021 | 11:49 WIB

Wali Kota Bandung, Oded M Danial menyebut jika kini tingkat keterisian Bed Occupancy Ratio (BOR) di Kota Bandung meningk...

Bandung Raya - Bandung, Keterisian Kamar RS oleh Warga Kota Bandung Hanya 56%, BOR Kota Bandung,Update Covid-19 Kota Bandung,Covid-19 Kota Bandung,Wali Kota Bandung Oded M. Danial,Pemkot Bandung

Yana Yakin Kota Bandung Bisa Punya TPA Terbaik di Indonesia

Bandung Sabtu, 12 Juni 2021 | 10:03 WIB

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengunjungi Tempat Pemilahan Sampah (TPS) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) milik...

Bandung Raya - Bandung, Yana Yakin Kota Bandung Bisa Punya TPA Terbaik di Indonesia, TPA terbaik di indonesia,TPA Balikpapan,Pemkot Bandung,Pengelolaan Sampah

Belajar Penanganan Sampah, Yana Sambangi Balikpapan

Bandung Sabtu, 12 Juni 2021 | 09:56 WIB

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, untuk mem...

Bandung Raya - Bandung, Belajar Penanganan Sampah, Yana Sambangi Balikpapan, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana,Pengelolaan Sampah,Sampah,Pengelolaan Sampah Bandung

artikel terkait

dewanpers